Posyandu Balita Tak Hanya Penting untuk Kesehatan Buah Hati

(0)
08 Aug 2020|Annisa Trimirasti
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Melalui posyandu balita, buah hati bisa mendapatkan vaksin wajibPemberian vaksin termasuk kegiatan utama posyandu balita
Pos Pelayanan Terpadu atau posyandu balita adalah salah bentuk fasilitas kesehatan yang diutamakan untuk ibu dan anak, khususnya balita. Fasilitas ini umumnya tersedia di setiap desa, kelurahan, atau RW, dan berada dalam wilayah kerja suatu puskesmas.Pengelola posyandu atau kader posyandu umumnya dipilih dari dan oleh masyarakat secara musyawarah. Kader ini setidaknya terdiri dari lima orang.Kader-kader tersebut sebaiknya memiliki motivasi untuk mengabdi pada masyarakat. Untuk pengetahuan seputar medis, petugas puskesmas juga dapat membantu para kader posyandu.

Apa saja manfaat posyandu balita?

Posyandu ada untuk menurunkan angka kematian ibu, bayi, maupun balita melalui upaya pemberdayaan masyarakat. Fasilitas kesehatan (faskes) ini memang dikhususkan guna menaungi masalah dan perkembangan kesehatan bayi, balita, ibu hamil maupun menyusui, serta pasangan usia subur.Oleh karena itu, keberadaan posyandu diharapkan dapat memberikan sejumlah manfaat di bawah ini bagi masyarakat, terutama ibu, bayi dan balita:
  • Memperoleh kemudahan untuk mendapatkan informasi dan pelayanan kesehatan bagi ibu, bayi, dan balita
  • Mendapatkan saran seputar asupan gizi bayi dan anak, sehingga tidak mengalami gizi buruk
  • Memastikan bayi dan balita memperoleh imunisasi lengkap yang diwajibkan oleh pemerintah
  • Ibu hamil dapat terpantau asupan gizi, vitamin, suplemen, maupun vaksin yang diperlukannya
  • Ibu nifas dapat terjaga kesehatannya, seperti mendapatkan vitamin A dan tablet tambah darah
  • Memperoleh penyuluhan kesehatan terkait tentang kesehatan ibu dan anak
  • Apabila terdapat kelainan pada bayi, balita, ibu hamil, ibu nifas, dan ibu menyusui dapat segera diketahui dan dirujuk ke puskesmas
  • Dapat berbagi pengetahuan dan pengalaman tentang kesehatan ibu, bayi, dan anak balita

Ragam kegiatan di posyandu balita

Kegiatan di posyandu terdiri dari kegiatan utama dan kegiatan pilihan. Mari simak penjelasan di bawah ini.

Kegiatan utama

Posyandu umumnya memiliki jenis-jenis kegiatan utama sebagai berikut:

1. Kegiatan untuk Kesehatan Ibu dan Anak (KIA)

Pada kegiatan ini, sasaran bisa merupakan ibu hamil, ibu nifas dan menyusui, serta bayi maupun balita. Pada ibu hamil, berikut jenis-jenis kegiatan yang bisa dilakukan:
  • Pemantauan kesehatan ibu hamil. Mulai dari menimbang berat badan, informasi asupan gizi, cek tekanan darah dan fungsi tubuh lain, vaksinasi, serta konsultasi medis.
  • Kelas ibu hamil yang dapat berupa senam, penyuluhan, ataupun pelatihan. Misalnya, teknik pemberian ASI, perawatan bayi baru lahir, dan lainnya.
Pada ibu menyusui, kegiatan posyandu tidak jauh berbeda. Beberapa contohnya adalah penyuluhan tentang alat kontrasepsi, pemberian ASI eksklusif, perawatan masa nifas.Sementara kegiatan posyandu balita untuk anak bisa meliputi penimbangan berat badan, penentuan status pertumbuhan, ataupun penyuluhan kesehatan.

2. Kegiatan untuk Keluarga Berencana (KB)

Pada kegiatan ini, posyandu dapat melakukan penyuluhan seputar KB (keluarga berencana). Pemberian alat kontrasepsi, seperti pil KB dan suntik KB, juga bisa didapatkan pada faskes ini.

3. Kegiatan untuk imunisasi

Pelayanan imunisasi di posyandu hanya dilaksanakan oleh petugas Puskesmas. Jenis vaksin yang diberikan akan disesuaikan dengan program untuk bayi dan ibu hamil.

4. Kegiatan untuk pemantauan gizi

Kegiatan ini dapat berupa penimbangan berat badan, deteksi dini gangguan pertumbuhan, pemberian suplemen atau makanan tambahan, dan konseling seputar asupan gizi. Bila ditemukan kondisi kurang gizi pada ibu hamil atau balita, seperti berat badan yang tidak bertambah, pasien harus segera dirujuk ke puskesmas.

5. Kegiatan pencegahan dan penanggulangan diare

Kegiatan ini dapat dilakukan dengan penyuluhan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Selain penyuluhan, pemberian obat seperti oralit atau obat diare lain pun bisa dilaksanakan.

Kegiatan pilihan

Kegiatan pilihan atau tambahan baru boleh dilakukan bila kelima kegiatan utama sudah terpenuhi atau terkelola dengan baik. Kegiatan tambahan di posyandu dapat berupa:Posyandu dapat menjadi pilihan faskes yang dekat dan ramah bagi masyarakat, terutama untuk ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Dengan adanya posyandu balita, kesehatan keluarga di Indonesia diharap dapat menjadi lebih baik, khususnya untuk memperbaiki gizi dan mencegah stunting (kerdil) pada balita dan anak-anak.
vaksin bayi dan anaktumbuh kembang bayitumbuh kembang anak
Departemen Kesehatan RI, Pusat Promosi Kesehatan. https://www.kemkes.go.id/resources/download/promosi-kesehatan/buku-saku-posyandu.pdf
Diakses pada 8 Agustus 2020
Kementerian Kesehatan RI. http://webcache.googleusercontent.com/search?q=cache:gH1KjYplBXoJ:promkes.kemkes.go.id/pedoman-umum-pengelolaan-posyandu+&cd=1&hl=id&ct=clnk&gl=id&client=opera
Diakses pada 8 Agustus 2020
Kementerian Kesehatan RI. https://www.kemkes.go.id/article/view/18043000015/menkes-posyandu-bantu-dekatkan-kesehatan-pada-masyarakat.html
Diakses pada 8 Agustus 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait