Jika Anda Positif Terinfeksi Virus Corona, Apa Yang Harus Dilakukan?

Positif virus corona dapat menimbulkan gejala ringan, gejala berat, atau mungkin tidak bergejala sama sekali
Positif virus corona dapat disertai gejala ringan, seperti batuk

Jumlah pasien yang positif virus corona COVID-19 di Indonesia semakin meningkat setiap harinya. Akibatnya, banyak masyarakat yang berbondong-bondong ingin melakukan pemeriksaan coronavirus lantaran resah akan kemungkinan positif terinfeksi virus corona. 

Banyak orang yang mempersepsikan bila positif virus corona maka berakhirlah dunia. Padahal, tidak demikian. Virus corona COVID-19 memang berbahaya, tetapi pada beberapa orang dapat menimbulkan gejala ringan, gejala berat, atau mungkin tidak bergejala sama sekali.

Namun, yang menjadi pertanyaan, jika Anda positif terinfeksi virus corona, sebenarnya apa yang harus dilakukan?

Ini yang harus dilakukan bila Anda positif virus corona

Ada tiga kemungkinan kondisi kesehatan yang dialami oleh Anda apabila positif virus corona setelah melakukan serangkaian pemeriksaan coronavirus, atau mungkin ketika mengalami gejala virus corona walaupun belum melakukan tes.

Pertama, positif virus corona, tetapi Anda dalam kondisi sehat dan tidak menunjukkan gejala apa pun.

Kedua, positif virus corona dan Anda mengalami gejala penyakit ringan. Misalnya, demam, batuk, merasa lemas, tetapi tidak mengalami sesak napas. Anda pun masih dapat melakukan aktivitas ringan secara normal.

Ketiga, positif virus corona dan Anda mengalami gejala penyakit yang tergolong berat. Misalnya, demam tinggi (suhu tubuh di atas 38 derajat), mengalami sesak napas, dan tidak dapat melakukan aktivitas apa pun. 

Jika Anda mengalami salah satu kondisi kesehatan di atas, berikut adalah langkah-langkah yang harus dilakukan. 

1. Positif virus corona tetapi tidak mengalami gejala apa pun

Anda mungkin saja positif virus corona tanpa memperlihatkan gejala apa pun. Kondisi ini menandakan bahwa tubuh Anda cukup kuat dan sehat serta dapat melawan virus corona yang ada di dalam tubuh. 

Nah, sebaiknya, Anda tetap tenang dan jangan panik. Jangan terburu-buru pergi ke rumah sakit untuk memeriksakan diri karena kondisi Anda dapat menyebarkan virus ke orang lain, terutama saat berada di perjalanan dan di fasilitas pelayanan kesehatan. Anda cukup melakukan isolasi diri di rumah.

Selama menjalani isolasi diri di rumah, lakukan beberapa hal sebagai berikut: 

  • Tetap tinggal di rumah, jangan bekerja atau bepergian ke tempat-tempat keramaian.
  • Selalu menggunakan masker dengan benar selama masa isolasi diri. 
  • Sesekali berada di ruang terbuka dan berjemur di bawah sinar matahari setiap pagi. 
  • Gunakan kamar terpisah dari anggota keluarga lainnya. 
  • Jika memungkinkan, jaga jarak setidaknya 1 meter dari anggota keluarga lainnya yang tinggal serumah. 
  • Hindari pemakaian barang pribadi bersama, seperti peralatan makan (piring, sendok, garpu, gelas) dan peralatan mandi (gayung, sikat gigi, handuk), serta seprei. 
  • Jika orang yang terinfeksi virus corona terpaksa berbagi ruangan dan peralatan pribadi dengan anggota keluarga yang sehat, pastikan ruangan dan peralatan tersebut dibersihkan terlebih dahulu menggunakan cairan disinfektan sebelum anggota keluarga lain menggunakannya. 
  • Menjaga kebersihan ruangan dan barang-barang di rumah dengan cairan disinfektan. Anda juga bisa menggunakan sarung tangan sekali pakai guna menyentuh barang yang paling sering disentuh, seperti pintu, meja, kursi, keran, dan lainnya. 
  • Rajin cuci tangan menggunakan air dan sabun atau hand sanitizer dan mengeringkannya dengan tepat. Anda bisa mengeringkannya menggunakan tisu, lalu langsung membuangnya di tempat sampah tertutup, atau menggunakan handuk bersih yang sebaiknya perlu diganti secara berkala. 
  • Menutup mulut dan hidung saat bersin atau batuk menggunakan tisu atau siku bagian dalam. Setelah itu, langsung buang tisu di tempat sampah tertutup dan bersihkan tangan menggunakan air mengalir dan sabun, atau hand sanitizer
  • Jangan menyentuh mata, hidung, dan mulut tanpa mencuci tangan terlebih dahulu. 
  • Melakukan pengukuran suhu harian dan observasi bila ada gejala klinis yang muncul, seperti batuk, demam, dan kesulitan bernapas. 

Pada dasarnya, infeksi virus corona adalah penyakit yang dapat sembuh dengan sendirinya selama daya tahan tubuh penderitanya dalam kondisi baik. Jadi, penting untuk memperbanyak asupan air putih, makan makanan yang bergizi, serta istirahat dengan baik di rumah agar tubuh tetap sehat dan kuat melawan virus. 

World Health Organization merekomendasikan isolasi diri di rumah sebaiknya dilakukan selama 14 hari. Pasalnya, masa hidup virus di dalam tubuh terjadi selama 2-14 hari. 

Meski Anda sudah melakukan isolasi diri selama 14 hari, tetap lakukan social distancing dan sering mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir. 

2. Positif virus corona dengan gejala penyakit ringan

Jika Anda positif virus corona yang disertai gejala ringan, seperti demam, batuk, lemas, tetapi tidak ada sesak napas, bahkan masih dapat melakukan aktivitas ringan secara normal, lakukan beberapa langkah sebagai berikut:

  • Tetap tenang dan jangan panik.
  • Lakukan isolasi diri di rumah selama 14 hari dengan panduan yang sama seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya pada poin pertama. 
  • Jangan terburu-buru pergi ke rumah sakit karena bisa menyebarkan virus ke orang lain, terutama saat berada di perjalanan dan di rumah sakit. Kondisi rumah sakit yang ramai didatangi banyak orang dapat meningkatkan stres, kepanikan, dan kecemasan. 
  • Konsultasi dengan dokter secara online melalui sejumlah aplikasi kesehatan yang tersedia atau menghubungi rumah sakit guna meminta arahan yang jelas. 
  • Jika Anda mengalami demam, sebaiknya minum obat penurun demam (paracetamol). 
  • Perbanyak asupan air putih, makan makanan yang bergizi, serta istirahat dengan baik di rumah agar tubuh tetap kuat dan sehat melawan virus. 

Selama melakukan isolasi diri di rumah, kondisi Anda tetap perlu dipantau. Jika gejala yang Anda alami cenderung ringan-sedang serta senantiasa menjaga kesehatan dan kebersihan diri, kemungkinan Anda dapat sembuh akan tinggi. 

Anda pun dapat mengakhiri masa isolasi diri di rumah setelah 14 hari dengan syarat:

  • Tidak mengalami demam dan tidak minum obat penurun demam (paracetamol) selama minimal 72 jam atau tiga hari berturut-turut.
  • Gejala virus corona, seperti batuk dan sesak napas, yang telah membaik, bahkan hilang.
  • Sudah lewat dari tujuh hari sejak gejala penyakit pertama kali muncul. 

Sebaliknya, apabila gejala virus coronasemakin memburuk, seperti merasa sangat lemas dan mengalami sesak napas, segera cari pertolongan medis ke rumah sakit.

3. Positif virus corona dengan gejala berat

Lakukan poin-poin di bawah ini apabila Anda positif virus corona yang disertai demam tinggi (suhu tubuh di atas 38 derajat), sesak napas berat, memiliki riwayat penyakit lain (diabetes, infeksi pernapasan akut, asma, penyakit jantung, kanker), serta tidak dapat melakukan aktivitas apa pun:

  • Menghubungi kontak darurat 119 ext. 9
  • Memeriksakan diri ke rumah sakit rujukan COVID-19
  • Selalu menggunakan masker 
  • Lakukan etika bersin dan batuk menggunakan tisu atau siku bagian dalam. Setelah itu, langsung buang tisu di tempat sampah tertutup dan bersihkan tangan menggunakan air mengalir dan sabun, atau hand sanitizer
  • Senantiasa mencukupi makanan sehat dan bergizi serta asupan air putih

Pasien dalam kondisi seperti inilah yang membutuhkan penanganan serius. Prioritaskan pasien dengan kondisi tersebut guna mendapatkan penanganan yang tepat dengan segera di rumah sakit. 

informasi selengkapnya mengenai virus corona

Catatan dari SehatQ

Sebagian besar orang yang positif terinfeksi virus corona memang bergejala ringan atau bahkan tanpa mengalami gejala apa pun. Jadi, sebaiknya tetap tenang dan jangan panik, lakuan isolasi mandiri di rumah.

Kepanikan yang tidak perlu dengan berbondong-bondong ke rumah sakit membuat tenaga medis menjadi kewalahan. Akibatnya, pelayanan kesehatan tidak dapat fokus menangani pasien positif virus corona dengan gejala berat dan kritis. 

Jadi, mari putus rantai penyebaran virus corona dengan memprioritaskan pelayanan rumah sakit bagi yang kritis agar tidak bertambah lagi korban jiwa yang disebabkan oleh positif virus corona. 

Healthline. https://www.healthline.com/health-news/think-you-have-the-coronavirus-heres-what-to-do-next#Step-four:-Stay-healthy-at-home

Diakses pada 24 Maret 2020

Live Science. https://www.livescience.com/you-may-have-coronavirus-what-to-do.html

Diakses pada 24 Maret 2020

Washington State Department of Health. https://www.doh.wa.gov/Portals/1/Documents/1600/coronavirus/COVIDcasepositive.pdf

Diakses pada 24 Maret 2020

World Health Organization. https://apps.who.int/iris/bitstream/handle/10665/331473/WHO-nCov-IPC-HomeCare-2020.3-eng.pdf?sequence=1&isAllowed=y

Diakses pada 24 Maret 2020

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. https://covid19.kemkes.go.id/situasi-infeksi-emerging/info-corona-virus/lima-protokol-penanganan-jadi-pedoman-utama-cegah-dan-kendalikan-covid-19/#.Xm8ql6gzbIU 

Diakses pada 24 Maret 2020

The New York Times. https://www.nytimes.com/2020/03/22/well/what-if-i-have-coronavirus.html

Diakses pada 24 Maret 2020

Artikel Terkait