Salah satu posisi seks terbaik saat hamil adalah wanita di atas
Berhubungan seks saat hamil memang aman, kecuali jika ada riwayat keguguran atau persalinan prematur.

Tahukah Anda, meningkatnya hormon estrogen dan progesteron saat hamil menyebabkan kenaikan libido. Estrogen berfungsi untuk meningkatkan aliran darah ke rahim (dan seluruh area pelvis), juga meningkatkan cairan vagina dan sensitivitas pada payudara dan puting. Pada saat bersamaan, hormon ini juga bisa mengakibatkan rasa mual dan lelah, sehingga Anda tidak bergairah sama sekali.

Kehamilan memang merupakan proses yang unik, termasuk juga meningkatnya gairah seksual saat hamil. Jika Anda termasuk yang memiliki gairah seksual tinggi selama hamil dan ingin tahu posisi seks terbaik, pelajari dulu informasi berikut ini.

Berhubungan Seks saat Hamil, Amankah?

Selama kehamilan berjalan dengan lancar, pasangan boleh terus melakukan hubungan seks tanpa batasan (kecuali jika ada riwayat keguguran atau persalinan prematur). Tidak hanya aman, berhubungan intim saat hamil juga dipercaya dapat memberikan efek positif.

Wanita hamil yang mengalami orgasme dapat lebih banyak memproduksi hormon yang berguna untuk menenangkan tubuh dan meningkatkan aliran darah pada jantung. Manfaat tersebut juga dapat menurun ke bayi di dalam kandungan.

Pendarahan saat berhubungan badan selama kehamilan adalah normal, terutama pada trimester pertama. Ini disebabkan karena pembengkakan pembuluh darah di bagian rahim, sehingga pecah karena gesekan sewaktu berhubungan seks. Walaupun bercak atau noda pendarahan ini tidak serius, tapi ibu hamil tetap dianjurkan untuk berkonsultasi kepada dokter.

Secara umum, bayi dalam kandungan tidak akan terganggu oleh aktivitas seksual, karena kondisi janin yang dilindungi oleh rahim dan cairan ketuban. Hanya saja, jika ibu menerima seks oral, maka pasangan tidak boleh meniup bagian vagina karena dikhawatirkan terjadi bola udara yang menghalangi aliran darah, yang disebut emboli.

6 Posisi Seks Terbaik saat Hamil

Kehamilan trimester pertama mungkin tidak akan banyak berpengaruh pada posisi bercinta Anda. Namun bagaimana jika kondisi perut kian membesar? Selain posisi misionaris, berikut enam posisi seks terbaik saat hamil yang boleh Anda coba.

1. Spooning

Ini merupakan salah satu posisi bercinta yang cocok untuk dilakukan saat hamil. Pasalnya, posisi ini dapat memberikan rasa nyaman dan intim. Ibu hamil berbaring dengan posisi menghadap ke samping dan sedikit menekukkan tubuh menyerupai huruf C. Pasangan lalu mengambil posisi yang sama di belakang Anda, sambil melakukan penetrasi dari belakang sembari bersama-sama berbaring di tempat tidur.

2. Wanita di Atas (Women on Top)

Gaya bercinta ini bisa memberikan kepuasan, terutama pada saat hamil tua. Sebab, ibu hamil bisa mengendalikan kecepatan dan lebih nyaman. Pria cukup berbaring telentang di atas tempat tidur, sedangkan wanita duduk mengangkang di atas tubuh pria. Hanya saja, pastikan pasangan tidak melakukan penetrasi terlalu dalam.

3. Ujung Tempat Tidur

Coba posisi tidur dengan wajah menghadap ke atas pada ujung tempat tidur, dengan kaki terbuka lebar dan menapak di lantai. Pasangan akan bisa melakukan penetrasi baik secara berdiri atau sedikit merendahkan badan. Ingatkan pasangan untuk lebih lembut dan pelan, supaya penis tidak masuk terlalu dalam ke vagina.

4. Sofa Ruang Tamu

Posisi ibu merangkak atau doggy style dan menghadap pada bagian sofa. Letakkan tangan pada bagian sandaran supaya nyaman, sedangkan pasangan boleh melakukan penetrasi dari belakang.

5. Berhadapan

Masih dengan posisi saling berbaring dengan pasangan, kali ini coba posisi berhadapan. Penetrasi bisa dilakukan dari sudut tertentu. Kaki ibu hamil dan pasangan boleh ditekuk atau diluruskan untuk saling mencari posisi paling pas. Variasi lain dari gaya bercinta ini adalah pria melakukan penetrasi dari belakang atau dari samping, tapi wajah masih berhadapan.

6. Sambil Duduk

Pastikan pasangan Anda duduk di kursi yang kuat dan posisikan kursi di dekat tembok atau furnitur lain yang kuat sebagai tumpuan. Posisikan diri Anda duduk di pangkuan pasangan sambil berhadapan. Letakkan tangan Anda di bahu pasangan untuk menyeimbangkan posisi Anda.

Setelah melahirkan, dokter akan menganjurkan masa tunggu selama enam minggu sebelum Anda mulai berhubungan seks, termasuk seks oral. Masa tunggu ini berfungsi sebagai penyembuhan, menghindari infeksi, dan memberikan jeda untuk membereskan kendala psikologis yang mungkin dialami. Saat mulai berhubungan seks kembali, perbanyak sesi foreplay dan gunakan pelumas jika diperlukan

Parents. https://www.parents.com/pregnancy/my-life/sex-relationship/best-positions-for-pregnancy-sex/
Diakses pada November 2018

Healthline. https://www.healthline.com/health/pregnancy/pregnant-sex
Diakses pada 20 Maret 2019

Baby Centre. https://www.babycenter.com/101_pregnancy-sex-positions-illustrated_10408539.bc
Diakses pada 20 Maret 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed