6 Posisi Melahirkan yang Bisa Jadi Pilihan untuk Kurangi Rasa Sakit


Posisi melahirkan pun kini tak melulu dengan berbaring saja. Ada banyak pilihan mulai dari yang konvensional yaitu lisotomi, squat, bersujud, miring, hingga melahirkan dengan cara duduk untuk mengurangi rasa sakit.

0,0
10 Sep 2021|Azelia Trifiana
Posisi melahirkan yang tepat dapat mengurangi sedikit rasa sakitPosisi melahirkan yang tepat dapat mengurangi sedikit rasa sakit
Tentu ibu hamil mendambakan persalinan berlangsung dengan lancar serta rasa sakitnya bisa ditoleransi. Posisi melahirkan pun kini tak melulu dengan berbaring saja. Ada banyak pilihan mulai dari yang konvensional yaitu lisotomi, squat, bersujud, miring, hingga melahirkan dengan cara duduk.Konsep yang juga populer adalah persalinan maryam, terinspirasi dari ibunda Nabi Isa. Namun, konsep ini bukan hanya seputar posisi persalinan saja, namun juga bagaimana memaksimalkan kondisi fisik dan mental agar siap melahirkan.

Pilihan posisi saat melahirkan

Tentu saja pilihan posisi melahirkan juga perlu dibicarakan terlebih dahulu dengan pihak terkait. Mulai dari bidan, dokter, dan juga pihak rumah sakit. Sebab, tidak semua pihak memberikan lampu hijau cara melahirkan yang tidak biasa seperti berdiri atau duduk.Sebagai bayangan, berikut ini beberapa posisi melahirkan yang bisa dicoba:

1. Berdiri

Ketika tubuh berada di posisi vertikal, tentu gaya gravitasi akan membantu proses keluarnya bayi. Panggul pun bisa lebih terbuka sehingga harapannya mempercepat proses persalinan. Dalam metode ini, ibu bisa bersandar ke suami atau tembok sembari mengejan ketika pembukaan sudah lengkap.

2. Squat

Posisi squat saat melahirkan juga membantu membuka panggul lebih besar. Artinya, bayi lebih bisa bergerak leluasa mendorong tubuhnya keluar dari vagina. Namun ingat bahwa ibu bisa saja goyah ketika menahan nyeri, artinya perlu ditopang dengan baik.

3. Duduk

Melahirkan dengan cara duduk disebut bisa mengurangi rasa nyeri akibat kontraksi. Di saat yang sama, gravitasi dapat membantu membawa bayi makin turun ke jalan lahir.Ketimbang squat dalam waktu lama, posisi melahirkan duduk lebih mudah dilakukan untuk membuka panggul. Sebab, kedua kaki tidak harus menopang tubuh terlalu lama. Terlebih jika ibu tengah menahan nyeri kontraksi, perlu energi yang luar biasa.

4. Berlutut

Posisi berlutut sembari tubuh condong ke depan juga dapat membantu, terutama apabila posisi tengkuk bayi dekat dengan tulang punggung ibu. Sebab, berlutut akan membantu mendorong bayi semakin maju dan tidak menekan punggung ibu. Alternatifnya, bisa juga dengan bersandar ke pundak pasangan untuk mengurangi beban di punggung.

5. All fours

Posisi yang lazim dijadikan awalan dalam yoga ini berarti kedua lutut dan kedua tangan bertumpu di lantai. Sama seperti berlutut, posisi ini bisa membantu ibu yang posisi tengkuk bayinya berdekatan dengan punggung ibu.Selain itu, posisi all fours memungkinkan panggul sedikit menukik sehingga lebih nyaman. Pendamping saat bersalin pun bisa memberikan pijatan di punggung kapan saja.Banyak ibu yang menyukai posisi ini karena membantu membuka panggul. Selain itu, gravitasi juga membantu mendorong bayi agar cepat turun.

6. Berbaring miring

Tentu saja posisi berbaring miring lebih baik ketimbang mengangkang karena tidak menekan pembuluh darah utama tubuh. Ini penting, mengingat peran pembuluh utama dalam sirkulasi darah ke bayi. Jadi, posisi melahirkan miring bisa jadi pilihan bagi yang lelah duduk atau squat.Selain itu, berbaring miring juga memungkinkan pasangan untuk memberikan pijatan kapan saja. Bonusnya, nyeri akibat kontraksi bisa terasa lebih ringan.

Mengenal konsep persalinan Maryam

Persalinan Maryam terinspirasi dari konsep melahirkan seperti ibu Nabi Isa, yaitu Maryam. Intinya adalah bagaimana persiapan fisik dan mental sehingga proses persalinan dapat berjalan nyaman.Ini termasuk memilih bagaimana posisi yang diinginkan saat melahirkan, tanpa harus berbaring atau mengangkang.Terkait persiapan mental dalam konsep ini, ditekankan untuk tidak terlalu khawatir dengan rasa sakit. Sementara untuk fisik, ada senam Maryam yang terinspirasi dari gerakan salat.Selain itu, persiapan fisik dan mental yang bisa dilakukan oleh ibu hamil adalah:
  1. Rajin mengikuti yoga atau senam hamil untuk memperkuat otot panggul
  2. Memahami berbagai pilihan posisi melahirkan
  3. Mencari cara untuk menghadapi nyeri persalinan
  4. Mengelola stres
  5. Mengatur seberapa banyak informasi yang harus dicerna tentang persalinan
  6. Berdiskusi dengan pasangan dan dokter tentang birth plan
  7. Afirmasi positif tentang kemampuan tubuh saat persalinan
  8. Berbicara pada janin dalam kandungan tentang harapan saat persalinan

Catatan dari SehatQ

Baik persalinan spontan maupun caesar sama-sama merupakan pengalaman yang intens. Jadi, tak ada salahnya mempersiapkan sebaik mungkin bahkan sejak baru pertama kali dinyatakan positif hamil.Makin matang persiapan serta pengetahuan tentang apa saja yang mungkin terjadi saat persalinan, bisa mengurangi risiko kepanikan. Selain itu, komunikasikan kepada pasangan atau pendamping saat persalinan tentang apa yang dikehendaki terkait prosesnya nanti.Untuk berdiskusi lebih lanjut seputar posisi melahirkan dan mana yang paling tepat, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
melahirkankehamilanmelahirkan normal
What to Expect. https://www.whattoexpect.com/pregnancy/labor-and-delivery/delivery-options/labor-positions.aspx
Diakses pada 29 Agustus 2021
The Every Mom. https://theeverymom.com/how-to-mentally-and-emotionally-prepare-for-birth/
Diakses pada 29 Agustus 2021
The Bump. https://www.thebump.com/a/different-positions-for-birth
Diakses pada 29 Agustus 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait