Populernya Penggunaan Daun Sirih untuk Keputihan, Namun Benarkah Steril?

Banyak orang menggunakan daun sirih untuk keputihan karena dianggap mampu mengusir bakteri dan jamur
Daun sirih dapat mengusir bakteri dan jamur serta mengandung antioksidan

Mengalami keputihan bagi perempuan bisa jadi hal yang mengganggu jika terjadi berlebihan. Selain sabun pembersih kewanitaan, daun sirih untuk keputihan juga kerap digunakan sebagai alternatif untuk mengatasinya. Meski demikian, belum tentu cara ini aman dilakukan.

Keputihan adalah cairan keluar dari vagina dan merupakan hal yang normal. Keputihan menjadi tidak normal apabila berbau menyengat atau warnanya tidak biasa seperti hijau, kuning, atau kecokelatan.

Daun sirih untuk keputihan

Sejak dulu, daun sirih dianggap ampuh menjadi tanaman obat. Kandungan daun sirih dianggap ampuh karena mampu mengusir bakteri dan jamur. Tak hanya itu, daun sirih juga mengandung antioksidan dan mencegah terjadinya inflamasi.

Ada beberapa cara menggunakan daun sirih untuk keputihan, seperti:

  • Minum langsung

Cara menggunakan daun sirih untuk keputihan yang paling umum adalah dengan meminumnya langsung. Caranya cukup dengan merebus 3 lembar daun sirih dengan 2 gelas air.

Kemudian, rebus dengan api kecil hingga airnya tersisa 1 gelas. Setelah dingin, air rebusan daun sirih ini bisa diminum langsung. Memang rasanya sedikit pahit, sehingga orang biasanya menambahkan madu atau lemon agar rasanya lebih segar.

  • Dibasuh

Selain dengan diminum langsung, daun sirih untuk keputihan juga bisa diaplikasikan dengan membasuhnya langsung ke vulva. Caranya adalah air rendaman daun sirih digunakan untuk membasuh dari arah depan ke belakang (anus).

Perhatikan sebelum menggunakan daun sirih

Banyak orang menggunakan daun sirih untuk keputihan
Penggunaan daun sirih secara berlebihan bisa mengubah pH alami organ reproduksi perempuan

Meskipun daun sirih untuk keputihan telah lama dipercaya sebagai solusi yang ampuh, namun sebaiknya tidak sembarangan melakukannya. Penggunaan daun sirih secara berlebihan bisa mengubah pH alami organ reproduksi perempuan.

Beberapa efek samping yang mungkin terjadi dari penggunaan daun sirih untuk keputihan adalah:

  • Kadar pH alami vagina terganggu
  • Bakteri baik terganggu
  • Belum tentu higienis
  • Reaksi alergi ketika terkena rebusan air daun sirih
  • Gatal dan ruam pada vagina atau vulva

Akibatnya, vagina bisa menjadi kering atau bahkan menyebabkan jamur dan bakteri berkembang biak terlalu banyak. Bukannya menyelesaikan masalah keputihan, yang terjadi justru bertambahnya masalah baru pada organ intim perempuan.

Alternatif lain seperti sabun pembersih kewanitaan atau tisu basah juga sebaiknya dihindari karena tidak diketahui apa saja substansi kimia yang ada dalam produk-produk tersebut. Apalagi, produk itu mengalami kontak langsung dengan organ intim.

Sebaiknya sebelum menggunakan daun sirih untuk keputihan, coba dulu cara alami seperti menjaga kebersihan celana dalam, memastikan asupan nutrisi terjaga, atau memastikan celana dalam selalu kering.

Apabila seseorang mengalami keputihan yang tidak normal, sebaiknya konsultasikan pada dokter untuk mengetahui apa penyebabnya.

Jika tidak ada masalah seputar keputihan, maka membersihkan vulva cukup dengan membilas dengan air bersih tanpa tambahan sabun tertentu. Air mengandung pH yang paling seimbang bagi kondisi vulva.

Namun perhatikan air yang digunakan. Apabila tidak bersih, sebaiknya hindari menggunakan air tersebut. Contohnya seperti air yang ada di toilet umum dan bukan dari sumber air mengalir.

Terakhir, tidak pakai celana dalam saat tidur juga bisa menjadi cara menjaga kebersihan organ reproduksi. Justru hal ini memberikan waktu bagi area kewanitaan untuk bernapas dan jauh dari kondisi lembap.

Netmeds. https://www.netmeds.com/health-library/post/amazing-benefits-of-betel-leaves-nobody-told-you
Diakses 28 Januari 2020

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3892533/
Diakses 28 Januari 2020

Artikel Terkait