Tren Popularitas Menggunakan Aromaterapi, Adakah Bahayanya?

(0)
11 Oct 2020|Azelia Trifiana
Aromaterapi adalah perawatan penyembuhan holistik berbahan dasar ekstrak tanaman alamiAroma terapi membantu Anda rileks
Aromaterapi adalah perawatan penyembuhan holistik berbahan dasar ekstrak tanaman alami. Manfaat aromaterapi dapat menjaga kesehatan serta diklaim menyembuhkan penyakit. Penggunaannya serupa dengan terapi minyak esensial.Berbeda dengan obat-obatan medis, aromaterapi dianggap sebagai perpaduan seni dan sains. Popularitasnya belakangan kian melejit karena manfaatnya yang melimpah.

Aromaterapi bukan hal baru

aroma terapi
Aromaterapi sudah dikenal sejak lama
Penggunaan aromaterapi telah ada sejak ribuan tahun silam. Komponen tanaman aromatik digunakan dalam minyak atau balsam. Manfaat aromaterapi diklaim tak hanya untuk fisik, tapi juga psikologis.Merunut jauh ke belakang, distilasi minyak esensial disebut banyak digunakan oleh etnis Persia pada abad ke-10. Selanjutnya, informasi tentang hal ini banyak dipublikasikan pada abad ke-16 di Jerman.Tiga abad kemudian, para pakar di Prancis mulai menggali potensi minyak esensial atau aromaterapi untuk mengobati penyakit.Istilah aromaterapi datang dari seorang pakar parfum dan ahli kimia asal Prancis bernama René-Maurice Gattefossé dalam buku yang dipublikasikannya tahun 1937. Sebelumnya, Gattefossé menemukan manfaat lavender dalam mengobati luka bakar.Kini, penggunaan aromaterapi yang paling populer adalah:
  • Lavender
  • Peppermint
  • Tea tree
  • Lemon
  • Eucalyptus
  • Orange
  • Chamomile
  • Ylang-ylang

Manfaat aromaterapi

seseorang bermeditasi
Aromaterapi dapat digunakan untuk relaksasi
Cara kerja aromaterapi adalah melalui penyerapan langsung ke kulit serta inhalasi atau dihirup. Penggunaannya bermacam-macam lewat berbagai media, seperti:
  • Diffuser
  • Inhaler
  • Garam mandi
  • Minyak, krim, atau lotion
  • Kompres dingin dan hangat
  • Masker tanah liat
  • Steam wajah
Pecinta aromaterapi bisa menggunakan hanya salah satu dari beberapa media di atas atau memadukannya sekaligus. Selain itu, aromaterapi juga bisa dicampurkan dalam sampo, kondisioner, atau produk skincare. Namun mencampurkan kedua zat ini tentu harus dilakukan oleh ahlinya untuk menghindari efek samping.Bergantung pada asal mulanya, mmanfaat aromaterapi isa berbeda-beda, seperti:
  • Meredakan nyeri
  • Meningkatkan kualitas tidur
  • Mengurangi stres, cemas berlebih, dan rasa gelisah
  • Meredakan nyeri persendian
  • Mengobati sakit kepala dan migraine
  • Mengurangi efek samping kemoterapi
  • Mengurangi rasa tak nyaman saat persalinan
  • Baik untuk pencernaan
  • Memaksimalkan perawatan paliatif
  • Meningkatkan kekebalan tubuh
Aromaterapi memiliki potensi mengobati berbagai kondisi medis atau penyakit, seperti:
  • Asma
  • Insomnia
  • Depresi
  • Inflamasi
  • Masalah saraf perifer
  • Keluhan saat haid
  • Disfungsi ereksi
  • Menopause
  • Arthritis
Ada juga klaim bahwa aromaterapi dapat mengobati penyakit Alzheimer, Parkinson, hingga penyakit jantung. Namun, bukti ilmiah yang menguatkan hal ini masih terbatas.

Adakah bahaya menggunakan aromaterapi?

Berdasarkan uji keamanan, sedikit sekali dilaporkan efek samping dari penggunaan aromaterapi atau minyak esensial. Bahkan, beberapa jenis aromaterapi atau minyak esensial telah mengantongi izin digunakan sebagai bahan makanan.Namun tetap saja, ada beberapa efek samping yang mungkin terjadi dari penggunaan aromaterapi seperti:
  • Iritasi kulit

Reaksi efek samping yang paling sering muncul adalah iritasi kulit dan reaksi alergi. Utamanya, efek samping ini terjadi apabila penggunaan aromaterapi atau minyak esensial bersentuhan langsung dengan kulit dalam jangka waktu lama dan dalam konsentrasi yang tinggi.Ingat pula bahwa sensitivitas terhadap paparan sinar matahari juga meningkat dengan penggunaan aromaterapi tertentu seperti citrus.
  • Berpengaruh terhadap hormon

Sementara aromaterapi seperti lavender atau tea tree dilaporkan bisa menimbulkan efek seperti kinerja hormon estrogen. Mengaplikasikan lavender dan tea tree langsung ke kulit dalam jangka waktu lama dilaporkan menyebabkan pembesaran payudara pada laki-laki remaja yang belum memasuki fase pubertas.
  • Serangan asma

Sebagian besar aromaterapi aman dihirup langsung, namun ada kalanya muncul reaksi negatif dari penderita asma. Utamanya, jika aromaterapi diberikan dalam bentuk uap.
  • Sakit kepala

Salah satu mmanfaat aromaterapi tau minyak esensial adalah meredakan sakit kepala, namun jika berlebihan dapat menimbulkan efek samping. Beberapa orang melaporkan merasa sakit kepala ketika terlalu lama menghirup jenis aromaterapi tertentu.Itu sebabnya, penggunaan aromaterapi dan minyak esensial harus benar-benar dipahami sebelumnya. Konsultasikan terlebih dahulu dengan pakarnya, sesuaikan pula dengan kondisi tubuh.Untuk berdiskusi lebih lanjut seputar mmanfaat aromaterapi an minyak esensial, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
stresaromaterapipola hidup sehat
Healthline. https://www.healthline.com/health/what-is-aromatherapy
Diakses pada 26 September 2020
Emedicine Health. https://www.emedicinehealth.com/aromatherapy_and_essential_oils/article_em.htm#is_aromatherapy_approved_by_the_us_food_and_drug_administration_fda_for_use_as_a_cancer_treatment_in_the_united_states
Diakses pada 26 September 2020
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/326732#side-effects
Diakses pada 26 September 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait