logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Bayi & Menyusui

Cara Menggunakan dan Mensterilkan Pompa ASI yang Benar

open-summary

Pompa ASI membantu mempermudah Anda memerah ASI sekaligus untuk menjaga agar produksi ASI tidak berhenti. Ketahui cara menggunakan breast pump yang tepat supaya tidak sakit.


close-summary

5 Jul 2021

| Larastining Retno Wulandari

Ditinjau oleh dr. Karlina Lestari

Pompa ASI adalah alat yang berguna untuk memerah air susu

Pompa ASI membantu memerah air susu agar bisa segera diberikan pada bayi

Table of Content

  • Manfaat menggunakan pompa ASI
  • Jenis pompa ASI beserta keunggulan dan kelemahannya
  • Cara menggunakan pompa ASI
  • Cara mensterilkan pompa ASI

Pompa ASI adalah salah satu perlengkapan menyusui yang penting dimiliki oleh ibu yang bekerja atau sering bepergian agar proses menyusui tetap lancar.

Advertisement

Sebab dengan bantuan alat pompa ASI atau breast pump, Anda bisa terus memastikan bayi mendapat ASI eksklusif tanpa takut terhalang jarak.

Selain itu, ada banyak lagi manfaat serta tips menggunakan pompa ASI yang perlu Anda ketahui.

Manfaat menggunakan pompa ASI

Menyusui lewat payudara adalah cara pemberian ASI yang paling direkomendasikan. Meski begitu, memompa ASI kerap jadi alternatif bagi beberapa ibu yang tidak bisa menyusui langsung.

Memerah ASI dengan pompa pun nyatanya memiliki manfaat tersendiri bagi ibu dan bayinya.

Beberapa manfaat yang bisa Anda dapatkan saat memompa ASI adalah:

1. Meningkatkan produksi air susu

no caption
Pompa ASI membantu merangsang produksi ASI

Cara melancarkan ASI yang terpenting adalah dengan selalu mengeluarkan air susu segera dari payudara.

Sebab, bila ASI sudah terasa "kosong”, maka tubuh pun segera memproduksi ASI agar suplai ASI tetap berjalan.

Jadi, semakin sering Anda memompa ASI, payudara akan cepat kosong dan semakin banyak pula air susu baru yang diproduksi.

2. Mencegah pembengkakan payudara

Rutin pompa ASI mengurangi pembengkakan payudara
Rutin pompa ASI mengurangi pembengkakan payudara

Dikutip dari La Leche League GB, saat bayi selesai menyusu, tak jarang suplai ASI langsung bertambah lagi. Bila ingin diberikan pada bayi, terkadang ia masih kenyang sehingga menolak ASI. 

Jadi, ASI pun akan terasa penuh di payudara dan menyebabkan payudara membengkak. Untuk menghindarinya, Anda bisa segera memompa ASI.

3. Mencukupi kebutuhan ASI bayi yang sulit menyusui langsung

Pompa ASI membantu bayi sumbing yang tidak bisa mengisap payudara
Pompa ASI membantu bayi sumbing yang tidak bisa mengisap payudara

Ada beberapa kondisi yang membuat bayi tidak bisa menyusui langsung, salah satunya adalah bayi prematur.

Bayi prematur diketahui cenderung memiliki masalah kesulitan mengisap payudara dan menelan ASI dengan baik.

Padahal, bayi prematur sangat membutuhkan ASI karena mereka lebih rentan mengalami infeksi.

Dikutip dari riset terbitan Revista da Associacao Medica Brasileira, kandungan imunoglobulin A pada ASI mampu memperkuat sistem kekebalan tubuh agar terlindungi dari infeksi.

Tidak hanya pada bayi prematur, ada beberapa kondisi bayi yang menyulitkan untuk menyusui dari payudara langsung, seperti tongue-tie, lip-tie, dan bibir sumbing.

Jenis pompa ASI beserta keunggulan dan kelemahannya

Sebelum memilih pompa ASI yang bagus, ada beberapa jenis breast pump yang bisa Anda temukan di pasaran, yakni:

1. Pompa ASI manual

Pompa ASI manual mengandalkan tuas tangan untuk memerah dari payudara
Pompa ASI manual mengandalkan tuas tangan untuk memerah dari payudara

Pompa ASI manual adalah alat perah yang mengandalkan tenaga tangan Anda sendiri dengan cara menekan tuas atau pegangannya berkali-kali.

Beberapa keunggulan breast pump manual adalah:

  • Bentuknya ringan dan simple sehingga mudah dibawa saat bepergian.
  • Harganya cenderung lebih murah karena tidak membutuhkan teknologi canggih.
  • Tidak menimbulkan suara mesin yang berisik.
  • Tekanan pompanya menyerupai gerakan bibir bayi saat mengisap sehingga terasa lebih nyaman.
  • Komponennya mudah dibersihkan.

Baca Juga

  • Kenali Berbagai Manfaat Daun Katuk Selain untuk Melancarkan ASI
  • Perlengkapan ASI dan MPASI yang Diperlukan Bayi, Orang Tua Harus Tahu
  • Pentingnya Nutrisi untuk Ibu Menyusui, Ini Makanan yang Jadi Sumbernya

Namun, alat pompa manual juga memiliki kelemahan seperti:

  • Tidak cocok untuk keperluan sehari-hari
  • Waktu memeras lebih lama karena Anda perlu terbiasa dengan gerakan memerahnya agar ASI keluar banyak.
  • Bikin cepat lelah karena memakai tenaga sendiri.
  • Breast pump manual hanya bisa digunakan untuk satu sisi payudara saja.

2. Pompa ASI elektrik

Tenaga pompa ASI listrik atau baterai
Tenaga pompa ASI listrik atau baterai

Pompa ASI elektrik adalah alat perah yang menggunakan tenaga listrik, bisa dengan baterai atau terhubung langsung dengan arus listrik.

Arus listrik tersebut membuat breast pump “mengisap” payudara untuk mengeluarkan ASI.

Pompa payudara elektrik memiliki keunggulan, seperti:

  • Hanya butuh waktu memompa sebentar saja.
  • Bisa digunakan pada dua sisi payudara sekaligus.
  • Cocok untuk pemakaian rutin.
  • Daya “isapan” mesin bisa disesuaikan.
  • Tidak membuat capek atau sakit.
  • Bisa langsung digunakan tanpa harus membiasakan gerakan memompa.

Beberapa kelemahan pompa elektrik yang dapat Anda pertimbangkan adalah:

  • Ukurannya lebih besar sehingga repot dibawa ke mana-mana.
  • Menimbulkan suara mesin yang berisik,
  • Sulit dibersihkan karena beberapa komponen terlihat rumit,
  • Sangat membutuhkan aliran listrik sehingga sulit jika jauh dari stop kontak atau baterai habis.

Cara menggunakan pompa ASI

Agar mendapatkan hasil perah yang maksimal, Anda harus mengetahui cara memerah ASI dengan pompa manual dan elektrik. Perlu diketahui, keduanya memerlukan teknik yang berbeda.

1. Cara menggunakan pompa ASI manual

Ikutilah langkah memompa ASI manual berikut ini:

  • Cuci tangan Anda dengan sabun dan air mengalir
  • Letakkan cup pelindung puting, pastikan puting benar-benar di dalam cup
  • Pegang cup pelindung dengan satu sisi tangan, letakkan tangan lainnya di tuas pemerah ASI
  • Gerakkan tuas pompa hingga mendapatkan kekuatan isapan yang sesuai dengan Anda
  • Pastikan Anda tetap tenang agar suplai ASI tetap terjaga
  • Masukkan jari di antara payudara dengan cup pelindung agar segel vakum terbuka. Lanjutkan dengan melepas pelindung dari puting payudara.
  • Segera cuci semua alat-alat yang pompa, termasuk wadah susu, katup, dan cup pelindung puting.

2. Cara menggunakan pompa ASI elektrik

Bila ingin menggunakan pompa payudara elektrik, ikuti langkah-langkah berikut:

  • Cuci tangan dengan air mengalir dan sabun
  • Pasang cup pelindung payudara, wadah untuk ASI, dan pompanya
  • Letakkan pelindung payudara tepat di tengah payudara, pastikan harus pas dan tidak menyakitkan. Pilihlah corong cup lebih besar 3-4 milimeter daripada puting.
  • Pastikan Anda tetap rileks dan bila perlu pikirkan waktu bersama bayi Anda agar merangsang produksi ASI.
  • Nyalakan alat pompa ASI dan atur tekanannya agar pas dan tidak menyakitkan. Tunggu hingga air susu mengalir.
  • Matikan pompa, lalu segera cuci semua peralatan sesuai dengan instruksi pada setiap produk.

Cara mensterilkan pompa ASI

Selalu cuci tangan sebelum mensterilkan pompa ASI
Selalu cuci tangan sebelum mensterilkan pompa ASI

Agar tidak menjadi sarang bakteri dan jamur, Anda harus rutin membersihkan alat pompa agar steril. Lantas, bagaimana cara mensterilkannya dengan benar?

1. Cuci tangan terlebih dahulu

Selalu cuci tangan dengan sabun dan air hangat yang mengalir setidaknya selama 20 detik. Lakukan ini sebelum menyentuh komponen alat pompa payudara.

2. Bongkar alat-alat pompa satu per satu

Hal ini memudahkan Anda untuk memastikan agar tidak ada jamur pada wadah ASI dan bagian lainnya.

Bila Anda mencurigai adanya jamur, segera ganti alat tersebut. Jamur terbukti susah dihilangkan sehingga berisiko menimbulkan infeksi.

3. Cuci pompa setiap kali digunakan

Isi baskom dengan sabun dan air panas di wastafel khusus untuk pompa ASI. Gosok bagian pompa dengan sabun dan air panas. Angkat pompa dan bilas sisa sabun dengan air panas yang mengalir.

Pastikan air sudah turun dari sampai tidak menetes lagi, lalu lap dengan tisu atau handuk bersih.

Hindari menggunakan handuk yang telah dipakai sebelumnya agar kuman tidak menempel di pompa payudara.

Letakkan di wadah yang telah dibersihkan dengan sabun dan air mengalir. Pastikan wadah sudah kering dan alat pompa ASI diberi alas tisu atau handuk bersih.

Terakhir, selalu pastikan kebersihan setiap alat dan wadah penyimpanan breast pump agar Si Kecil terhindar dari risiko infeksi bakteri dan jamur.

Bila Anda memiliki pertanyaan lebih lanjut mengenai cara pemberian ASI untuk bayi, konsultasikan dengan dokter anak terdekat atau chat dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ

Download aplikasinya sekarang di Google Play dan Apple Store.

Advertisement

produksi asiasi eksklusifmanfaat asiasi perah

Referensi

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved