Poliamori adalah Status Hubungan yang Tak Setia, Benarkah?


Polyamory (poliamori) adalah hubungan terbuka yang dijalankan satu individu dengan beberapa orang sekaligus. Seperti apa hubungan ini? Apakah pasangan yang menjalani hubungan ini tidak setia?

(0)
05 Feb 2020|Arif Putra
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Poliamori adalah hubungan terbuka dengan lebih dari satu pasanganPolyamori merupakan hubungan romantis yang dijalani dengan lebih dari satu pasangan
Saat memutuskan untuk membaca artikel ini, Anda mungkin sedang mempertimbangkan untuk menjalani hubungan polyamory bersama pasangan. Poliamori memang berlawanan dengan monogami. Pada hubungan monogami, Anda berpacaran dengan satu orang dan tidak terpikir untuk jatuh cinta dengan orang lain. Bagaimana dengan polyamory?

Apa itu polyamory?

Polyamory (poliamori) adalah bentuk hubungan romantis, emosional, atau bahkan seksual dengan lebih dari satu orang pada waktu yang bersamaan. Poliamori merupakan salah satu jenis hubungan non-monogami atau hubungan terbuka yang bersifat konsensual, selain open relationship.Bentuk hubungan dengan lebih dari satu pasangan ini tidak sama dengan perselingkuhan. Sebab, poliamori merupakan hubungan yang didasarkan pada persetujuan masing-masing pihak yang terlibat dalam hubungan tersebut.
Poliamory adalah hubungan banyak pasangan
Poliamori bisa diterapkan oleh pasangan lintasi orientasi seksual
Hubungan polyamory bisa dijalani oleh kelompok orientasi seksual mana pun, seperti heteroseksual, pasangan gay, atau lesbian. Hubungan poliamori juga mungkin dilakukan oleh lintas orientasi. Misalnya, ada pria biseksual yang berpacaran dengan wanita heteroseksual sekaligus menjalin hubungan dengan pria homoseksual.Hubungan poliamori bisa saja memiliki hierarki. Artinya, dalam hubungan tersebut ada pihak yang lebih diprioritaskan dibandingkan pasangan lainnya. Namun, tak menutup pula kemungkinan pasangan dalam hubungan tersebut memiliki derajat yang sama.

Perbedaan poliamori dengan bentuk hubungan lain

Anda mungkin bertanya-tanya, “Apakah polyamory sama dengan poligami? Atau samakah dengan open relationship?” Jawaban untuk pertanyaan tersebut adalah tidak, dan berikut ini pembahasannya.

1. Perbedaan polyamory dengan poligami

Hubungan non-monogami yang paling sering dicampuradukkan adalah mungkin poliamori dan poligami. Walau terlihat mirip, poliamori bukanlah poligami.Poligami pada dasarnya bentuk ikatan pernikahan antara satu orang dengan beberapa pasangan sekaligus. Jika ia memiliki beberapa istri, maka hubungan ini disebut sebagai poligini. Sedangkan apabila ia memiliki beberapa suami, hubungan tersebut dikenal dengan poliandri.Sementara itu, hubungan poliamori bisa dijalani oleh orang yang sudah menikah, namun juga banyak diterapkan pada orang yang tidak menikah. Poliamori juga terbuka pada berbagai gender dan orientasi seksual, lain halnya dengan poligami yang cenderung berlaku di kelompok heteroseksual.Selain itu, poligami seringkali dilakukan karena alasan agama. Hal ini tidak berlaku pada hubungan poliamori.

2. Perbedaan polyamory dengan open relationship

Open relationship merupakan bentuk hubungan non-monogami di mana pasangan Anda boleh berhubungan seks dengan orang lain. Hubungan seks tersebut seringkali tidak melibatkan perasaan. Anda boleh bercinta, namun tak boleh jatuh cinta.Open relationship memperbolehkan Anda berhubungan seks dengan orang lain. Sedangkan poliamori memperbolehkan Anda jatuh cinta dengan orang lain. Di sinilah perbedaannya. Inti dari poliamori adalah Anda boleh memiliki hubungan dengan lebih dari satu orang, walau hubungan tersebut juga bisa bersifat seksual.Meski demikian, penting untuk diingat bahwa beberapa pasangan poliamori juga ada yang menjalani open relationship.

Istilah khas dalam hubungan poliamori

Apabila hubungan poliamori terdengar baru bagi Anda, hubungan ini pun memiliki beberapa istilah khas tertentu, seperti:
  • Primary, merujuk pada pasangan utama dalam hubungan poliamori yang memiliki hierarki.
  • Secondary. Seperti di lagu Jadikan Aku yang Kedua, pasangan sekunder dalam poliamori hierarki menempati posisi di bawah pasangan utama.
  • Triad atau throuple, yakni hubungan poliamori yang dijalankan oleh tiga orang, dapat berupa satu orang mencintai dua orang sekaligus, atau tiga orang yang saling mencintai satu sama lain. Hubungan ini tergambarkan dalam sebuah film berjudul Vicky Christina Barcelona yang diperankan Scarlett Johansson.
  • Quad, yakni hubungan poliamori yang melibatkan empat orang sekaligus.
  • Full quad, yaitu hubungan poliamori empat orang di mana setiap pihak saling mencintai bahkan berhubungan seks satu sama lain;
  • Compersion. Compersion dapat diartikan sebagai lawan dari rasa cemburu, bahwa Anda merasa senang saat pasangan berkencan dengan orang lain.
  • Metamour, yaitu pacar dari pasangan Anda. Hanya saja, Anda tidak memiliki ketertarikan terhadap metamour tersebut.
Polyamory
Triad merupakan hubungan poliamori yang dijalani oleh tiga orang

Poliamori adalah hubungan non-monogami, apakah cocok untuk saya?

Hubungan poliamori memang terdengar unik dan sangat baru bagi beberapa orang. Hubungan ini pun memiliki beberapa kunci agar tak ada pihak yang tersakiti, seperti:
  • Kepercayaan satu sama lain
  • Komunikasi
  • Persetujuan, karena poliamori harus bersifat konsensual
  • Saling menghormati
Selain itu, ada beberapa aturan yang perlu Anda dan pasangan pahami sebelum menjalani hubungan poliamori. Aturan tersebut, termasuk:
  • Frekuensi pasangan untuk menemui pasangannya yang lain.
  • Topik yang diangkat oleh pasangan. Apakah Anda mengizinkan jika ia membicarakan pacarnya yang lain? Atau Anda tidak ingin mendengarnya?
  • Penyingkapan status hubungan poliamori Anda terhadap orang lain, seperti orangtua, mertua, dan teman-teman dekat Anda.
  • Boleh tidaknya pasangan memberikan bentuk kasih sayang (seperti ciuman) saat Anda ada di dekatnya
  • Hubungan seks yang harus aman
Poliamori sejatinya tidak cocok untuk dijalani semua pasangan. Anda harus senantiasa jujur dan terbuka agar tidak ada hati yang tersakiti, apapun bentuk hubungannya.

Risiko hubungan poliamori

Dalam sebuh riset psikologi, terdapat beberapa kemungkinan risiko dari hubungan terbuka polyamory terutama dalam hubungan pernikahan.
  • Memengaruhi keputusan peradilan jika bercerai
Pasangan menikah yang menganut hubungan poliamori akan memiliki kendala dalam hak asuh anak jika bercerai nanti. Pasalnya, hakim cenderung tidak akan memberikan hak asuh anak pada individu yang menjalani hubungan terbuka jenis ini. Hal tersebut dikarenakan pandangan pribadi yang menganggap bahwa poliamori dapat berdampak negatif terhadap perkembangan anak.
  • Berdampak negatif terhadap kehidupan profesional dan karier
Studi tersebut juga menyatakan bahwa individu yang menjalani hubungan polyamory berisiko dipecat dari pekerjaannya karena dianggap tidak sesuai dengan norma sosial.
  • Kerumitan dalam rumah tangga
Menyeimbangkan waktu untuk rumah tangga dengan satu pasangan dan pasangan lainnya akan menimbulkan kerumitan. Jika seseorang tidak dapat memutuskan prioritas, hal ini akan berujung pada konflik di berbagai pihak.

Catatan dari SehatQ

Poliamori adalah hubungan dengan banyak orang atas persetujuan Anda dan pasangan. Bagaimanapun, hubungan ini tidak cocok untuk dijalankan oleh semua orang. Ada risiko yang bisa terpercik dalam hubungan ini, walau ada pula manfaat yang dirasakan oleh praktisi poliamori.
pernikahanpercintaanmenjalin hubungan
Healthline. https://www.healthline.com/health/polyamorous
Diakses pada 5 Februari 2020
Verywell Mind. https://www.verywellmind.com/what-does-polyamorous-mean-21882
Diakses pada 5 Februari 2020
Verywell Mind. https://www.verywellmind.com/what-is-an-open-relationship-4177930
Diakses pada 5 Februari 2020
Pshychology Today. https://www.psychologytoday.com/intl/blog/the-polyamorists-next-door/201509/five-disadvantages-polyamory
Diakses pada 10 Februari 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait