logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
Forum
Kesehatan Mental

Penelitian dari Oxford: Polusi Udara Bisa Sebabkan Gangguan Kesehatan Mental

open-summary

Penelitian dari University of Oxford menunjukkan bahwa paparan polusi udara bisa memicu gangguan mental, yang meliputi depresi, gangguan kecemasan, psikosis, bahkan gangguan neurokognitif.


close-summary

Ditinjau secara medis oleh dr. Reni Utari

1 Sep 2023

Paparan polusi udara diyakini bisa memicu gangguan mental

Menurut penelitian paparan polusi udara bisa memicu gangguan mental

Table of Content

  • Penelitian Oxford menunjukkan polusi udara sebabkan gangguan mental
  • Studi lain yang mendukung kaitan polusi udara dan kesehatan mental

Buruknya kualitas udara di sejumlah wilayah Indonesia patut diwaspadai. Bukan hanya berdampak negatif terhadap kesehatan fisik, polusi udara bisa berpengaruh pada kesehatan mental seseorang. Hal ini dibuktikan oleh penelitian baru dari University of Oxford yang dipublikasikan dalam British Journal of Psychiatry.

Advertisement

Penelitian Oxford menunjukkan polusi udara sebabkan gangguan mental

Penelitian yang dipimpin oleh profesor Kam Bhui dari departemen psikiatri University of Oxford, menemukan bahwa paparan polusi udara bisa menyebabkan depresi, gangguan kecemasan, psikosis (sulit membedakan kenyataan dan imajinasi), bahkan gangguan neurokognitif seperti demensia.

Secara khusus, partikel udara dalam polusi, termasuk bioaerosol, menjadi penyebab terjadinya hal tersebut. Materi partikulat ini merupakan bagian dari serangkaian faktor risiko lingkungan yang berpengaruh terhadap kesehatan mental.

Terdapat indikasi bahwa anak-anak dan remaja yang terpapar polusi udara berisiko terkena dampak paling parah serta mengalami masalah kesehatan mental yang signifikan di masa depan.

Hal tersebut juga dipengaruhi oleh kualitas lingkup perumahan yang buruk, kepadatan penduduk yang berlebihan, kemiskinan, kurangnya ruang hijau, serta kerentanan sosial dan psikologi individu, seperti kurangnya akses terhadap dukungan, pengasuhan, atau tempat yang aman.

Namun, dampak polusi udara terhadap kesehatan mental hanya mendapat sedikit perhatian daripada efeknya pada kesehatan fisik. Padahal, tak hanya penelitian di atas, ada beberapa studi lain yang menunjukkan hubungan antara polusi udara dan kesehatan mental. 

Baca Juga: 5 Kandungan Berbahaya dari Polusi Udara yang Dihirup Setiap Hari

Studi lain yang mendukung kaitan polusi udara dan kesehatan mental

Sebuah riset besar terhadap warga Amerika Serikat dan Denmark dalam jurnal PLOS Biology menemukan bahwa paparan polusi udara secara signifikan dikaitkan dengan peningkatan risiko gangguan kejiwaan, termasuk depresi, skizofrenia, gangguan bipolar, dan gangguan kepribadian. Para peneliti berpendapat bahwa hal ini dipicu oleh peradangan saraf.

Sementara, studi lain dari Harvard University menambahkan bukti yang menghubungkan polusi udara dengan masalah mental. Paparan polusi udara PM 2,5, nitrogen oksida, serta nitrogen dioksida dinilai dapat meningkatkan risiko demensia.

Selain itu, dampak polusi udara bisa memperburuk kondisi kesehatan mental anak. Sebuah riset yang diterbitkan oleh Environmental Health Perspectives menunjukkan bahwa paparan polusi udara tingkat tinggi dalam jangka pendek berkaitan dengan peningkatan kunjungan ke unit gawat darurat psikiatri di kalangan anak-anak karena gangguan penyesuaian, gangguan kecemasan, serta percobaan bunuh diri.

Buruknya kualitas udara di sejumlah wilayah Indonesia, terutama Jakarta juga disinyalir dapat berdampak pada gangguan kesehatan mental. 

Dilansir dari laman Jakarta Rendah Emisi, sebagian besar penduduk Jakarta telah terpapar PM 2,5 (partikel udara berukuran sangat kecil) dalam jangka panjang, yaitu sekitar 40,00 µg/m3 setiap hari. Padalah, ambang batas aman yang direkomendasikan oleh WHO adalah 10 µg/m3. 

Tingkat depresi penduduk dengan rentang usia 15 tahun ke atas di DKI Jakarta juga cukup tinggi. Menurut data Kementerian Kesehatan RI, prevalensi gangguan jiwa ini mencapai angka 5,9%, yakni hampir 500.000 orang.

Dengan adanya keterkaitan antara paparan polusi udara dan gangguan mental, penting untuk meningkatkan kualitas udara secara maksimal.

Advertisement

gangguan mentalkesehatan mentalpolusi udaraberita

Ditulis oleh Dina Rahmawati

Referensi

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq
    FacebookTwitterInstagramYoutubeLinkedin

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Perusahaan

Dukungan

Butuh Bantuan?

Jam operasional:
07:00 - 20:00 WIB

Hubungi Kami+6221-27899827

© SehatQ, 2023. All Rights Reserved