Polusi Udara Bisa Munculkan Polip Hidung? Ini Penjelasannya

Polip hidung dapat disebabkan oleh polusi udara
Polip hidung dapat diatasi dengan obat kortikosteroid semprot

Sudah bukan rahasia lagi bahwa polusi udara dapat memicu berbagai masalah pernapasan. Masalahnya, orang dengan penyakit pernapasan, seperti asma, alergi rinitis, maupun sinusitis kronis seringkali juga memiliki benjolan di dalam hidung yang disebut dengan penyakit polip hidung.

Polip adalah daging yang tumbuh di rongga hidung maupun sinus (kantung udara di dalam hidung). Mereka biasanya tidak berbahaya, bahkan seringkali tidak Anda sadari keberadaannya karena tidak menimbulkan gejala apa pun jika hanya berukuran kecil.

Ketika polip hidung berukuran lebih besar, Anda mungkin akan merasakan gejala tertentu. Gejala tersebut, di antaranya hidung gatal, hidung tersumbat, pilek yang tak kunjung sembuh, hingga kehilangan kemampuan untuk mencium bau.

Penyebab polip hidung yang banyak terjadi di Indonesia

Proses terjadinya polip hidung yang dipengaruhi oleh polusi udara cukup panjang. Awalnya, udara kotor yang Anda hirup dari udara tercemar polusi akan mengakibatkan iritasi pada lapisan mukosa, yakni lapisan basah pada rongga hidung yang berfungsi melindungi hidung dan sinus dari benda asing.

Ketika lapisan mukosa ini teriritasi, ia akan menjadi kemerahan dan bengkak, serta menyebabkan Anda mengalami pilek yang tidak kunjung sembuh. Jika iritasi ini tidak segera ditangani, maka polip hidung akan terbentuk pada lapisan mukosa tersebut.

Penyebab polip hidung bermacam-macam, sebagian darinya berhubungan erat dengan kualitas udara yang buruk. Berikut enam penyebab polip hidung secara keseluruhan:

  • Asma: penyakit kronis yang menyebabkan peradangan pada saluran pernapasan sehingga Anda sulit untuk bernapas.

  • Sinusitis kronis: sinusitis yang berlangsung sangat lama atau berulang.

  • Alergi rinitis: inflamasi pada hidung yang terjadi ketika sistem imun bereaksi atas masuknya alergen di udara melalui sistem pernapasan.

  • Fibrosis kistik, yakni kelainan genetik yang mengakibatkan lendir di dalam tubuh lebih lengket dan kental dari biasanya.

  • Sindrom Churg-Strauss, yakni penyakit langka yang menyebabkan pembengkakan pada pembuluh darah.

  • Alergi terhadap obat-obatan yang mengandung antiperadangan non-steroid (NSAID) semisal ibuprofen atau aspirin.

Faktor keturunan juga memainkan peranan penting sebagai penyebab polip hidung. Hal ini berhubungan dengan gen yang mengakibatkan lapisan mukosa selalu mengalami peradangan ketika bertemu dengan benda asing yang masuk ke dalam hidung.

Bagaimana cara mencegah dan mengatasi penyakit polip hidung?

Untuk mencegah terjadinya polip hidung, Anda tentu harus mengindari faktor pemicunya. Untuk pemicu yang berhubungan dengan polusi udara, seperti asma, sinusitis kronis, maupun alergi rinitis, Anda bisa mengenakan masker untuk menyaring partikel yang terdapat pada polusi udara.

Tidak semua masker dapat menjalankan tugasnya sebagai penyaring partikel jahat di udara. Untuk itu, perhatikan hal-hal ini ketika Anda memilih masker polusi:

  • Pilih masker yang setidaknya memiliki level N95 (mampu menyaring 95% partikel debu di udara).

  • Pastikan masker yang Anda beli sesuai dengan kontur wajah agar tidak ada celah bagi debu untuk masuk ke saluran pernapasan.
  • Pilih masker yang tetap bisa membuat Anda bernapas dengan baik, bukan malah membuat pengap atau sesak napas.

  • Pastikan masker bisa menyaring partikel debu halus, misalnya PM2.5.

Jika penyakit polip sudah terlanjur terjadi, Anda bisa memeriksakan diri ke dokter untuk mendapat pengobatan yang tepat. Pengobatan pertama yang mungkin Anda dapatkan adalah kortikosteroid semprot yang berfungsi mengempiskan polip, bahkan menghilangkan benjolan penyebab hidung tersumbat tersebut.

Dokter juga bisa meresepkan kortikosteroid oral, seperti prednisone, untuk diminum dalam kurun satu minggu. Sayangnya, polip yang mengempis bisa kambuh lagi jika Anda menderita alergi, iritasi, atau asma sehingga Anda kemungkinan besar harus mengulang pengobatan yang sama.

Oleh karena itu, Anda juga dapat meminum obat yang mengandung antihistamin untuk meredakan gejala alergi dan antibiotik untuk meredakan infeksi agar polip hidung tidak kembali lagi. Namun benjolan di dalam hidung sudah terlalu besar, polip harus diangkat dengan jalan operasi.

Asthma and Allergy Foundation of America. https://www.aafa.org/nasal-polyps.aspx
Diakses pada 10 September 2019

Healthline. https://www.healthline.com/health/nasal-polyps#causes
Diakses pada 10 September 2019

Times of India. https://m.timesofindia.com/life-style/health-fitness/health-news/planning-to-buy-a-mask-to-fight-air-pollution-here-is-your-quick-guide/amp_articleshow/66556545.cms
Diakses pada 10 September 2019

WebMD. https://www.webmd.com/allergies/nasal-polyps-symptoms-and-treatments#2-4
Diakses pada 10 September 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed