logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Penyakit

Mengenal Polineuropati, Penyebab Kerusakan pada Beberapa Saraf Perifer

open-summary

Polineuropati adalah penyakit saraf atau kerusakan dari beberapa saraf secara bersamaan. Diabetes, penyakit hati dan ginjal, infeksi, hingga cedera bisa menjadi faktor risiko terjadinya polineuropati. Akibatnya, saraf tepi Anda pun mengalami gangguan.


close-summary

14 Jan 2022

| Atifa Adlina

Ditinjau oleh dr. Anandika Pawitri

polineuropati adalah kerusakan saraf

Kenali polineuropati, kerusakan saraf perifer yang bisa memengaruhi fungsi tubuh

Table of Content

  • Apa itu polineuropati?
  • Jenis polyneuropathy
  • Penyebab polineuropati
  • Ciri-ciri polineuropati
  • Bagaimana mendiagnosis polineuropati?
  • Apa saja pengobatan polyneuropathy?
  • Apakah polineuropati berbahaya?

Polineuropati adalah penyakit atau kerusakan yang terjadi pada beberapa saraf perifer secara bersamaan. 

Advertisement

Saraf perifer atau saraf tepi adalah saraf yang berperan dalam menghubungkan saraf pusat ke berbagai organ tubuh manusia. Apa saja gejala, penyebab, serta perawatannya? Apakah polineuropati adalah penyakit berbahaya? Simak penjelasan lengkapnya dalam artikel ini.

Apa itu polineuropati?

Polineuropati (polyneuropathy) adalah kerusakan dari beberapa saraf perifer yang terjadi pada waktu bersamaan. Kerusakan  bisa memengaruhi saraf tepi di bagian tubuh seperti kulit, otot, dan juga organ-organ dalam.

Apabila saraf perifer mengalami kerusakan, akibatnya sinyal tidak terkirim ke otak. Akibatnya, polyneuropathy sering menyebabkan kelemahan dan sensasi kebas (mati rasa dan nyeri) di tangan dan kaki.

Kerusakan pada beberapa saraf tepi juga dapat memengaruhi area dan fungsi tubuh lainnya termasuk pencernaan, buang air kecil, dan sirkulasi.

Meski begitu, polineuropati tidak berpengaruh pada saraf di bagian otak atau tulang belakang.

Jenis polyneuropathy

Gangguan sistem saraf perifer ini paling umum terjadi pada orang dewasa, khususnya orang-orang usia lanjut

Mengutip dari Healthline, ada dua jenis polyneuropathy, yaitu akut dan kronis. Berikut adalah penjelasannya:

1. Polineuropati akut

Polyneuropathy akut terjadi secara tiba-tiba dan gejalanya cukup parah.

Ini adalah jenis polineuropati yang umum terjadi ketika Anda mempunyai reaksi autoimun atau infeksi yang mengakibatkan kerusakan saraf.

Kemungkinan, penyebabnya adalah gangguan seperti sindrom Guillain-Barre. Umumnya, penanganan kondisi polineuropati tergolong cepat.

2. Polineuropati kronis

Polineuropati kronis  gejalanya bertahan lama dan pengobatannya membutuhkan waktu. Penyebabnya belum diketahui secara pasti. Bahkan beberapa kasus tidak memiliki penyebab yang jelas. 

Baca Juga

  • Mengenal Vaksin Corona Oxford, Calon Vaksin Covid-19 yang Tengah Diuji Klinis
  • Patch Test, Prosedur Pemeriksaan Alergi Tanpa Metode Suntik
  • Saraf Kejepit Bisa Ditangani dengan 13 Cara Aman Ini

Penyebab polineuropati

Penyebab polineuropati sebenarnya hingga kini belum diketahui pasti. Pada kasus-kasus yang penyebabnya tidak diketahui, kondisi ini disebut dengan polineuropati idiopatik.

Namun, ada beberapa hal yang mungkin dapat meningkatkan faktor risiko seseorang mengalami kerusakan pada beberapa saraf tepi sekaligus. Faktor risiko polineuropathy dibagi menjadi dua, yaitu

  • Acquired polyneuropathy: kerusakan saraf terjadi akibat cedera atau infeksi. Penyebab lainnya adalah karena penyakit lain yang tidak diobati atau terjadi komplikasi. Contohnya, kekurangan vitamin, diabetes, kanker.
  • Hereditary polyneuropathy: kerusakan saraf terjadi karena faktor keturunan. Biasanya terjadi secara perlahan dan bertahap, seperti penyakit Charcot-Marie-Tooth.

Selain itu, penyebab polyneuropathy bisa dibedakan berdasarkan jenis, seperti:

Penyebab polineuropati akut

  • Gangguan autoimun, saat tubuh menyerang myelin di sel saraf.
  • Mengonsumsi antibiotik, antikonvulsan, dan obat penenang tertentu.
  • Kanker, terutama yang memengaruhi sistem saraf seperti multiple myeloma.

Penyebab polineuropati kronis

Seringkali, penyebab polyneuropathy kronis tidak diketahui apa penyebabnya. Akan tetapi, bisa juga disebabkan oleh:

  • Terlalu banyak minum alkohol.
  • Diabetes dan tidak mengontrol kadar gula darah.
  • Kekurangan nutrisi atau vitamin.
  • Mengalami gagal ginjal.
  • Mengalami kanker, termasuk kanker paru-paru.

Ciri-ciri polineuropati

Gejala polineuropati pada setiap orang bisa berbeda, tergantung dari jenis dan tingkat keparahan kerusakannya. 

Sebagai contoh, gejala polineuropati akut muncul tiba-tiba dan kemungkinan, gejala hanya terjadi selama beberapa hari atau minggu.

Namun pada kondisi polineuropati kronis, gejalanya berkembang pelan-pelan dan terjadi dalam waktu tertentu. Bisa sampai berbulan-bulan hingga tahunan tergantung penyebab awalnya.

Beberapa ciri-ciri atau gejala polyneuropathy yang umum muncul adalah:

  • Sensasi parestesia (kesemutan, sensasi panas, gatal atau mati rasa tanpa penyebab yang jelas).
  • Rasa nyeri tajam secara tiba-tiba.
  • Ada rasa terbakar atau kesemutan terutama di kaki dan tangan.
  • Sensitif terhadap sentuhan (allodynia).
  • Mati rasa.
  • Kaki atau lengan terasa lemah.
  • Sulit untuk berjalan lurus, sehingga mudah tersandung.

Bagaimana mendiagnosis polineuropati?

Pada umumnya, cara mendiagnosis polineuropati adalah lewat pemeriksaan fisik lengkap untuk mengetahui bagian tubuh mana yang mengalami kerusakan saraf dan kelemahan otot.

Selain itu, kemungkinan dokter juga akan melakukan tes dengan menggunakan energi listrik pada saraf dan otot sebagai cara melihat tingkat kerusakan.

Tes darah, sampel urine, dan juga biopsi area kerusakan saraf juga mungkin akan dokter lakukan untuk mengetahui penyebab serta tingkat polineuropati.

Apa saja pengobatan polyneuropathy?

Pengobatan polyneuropathy harus disesuaikan dengan penyebab kerusakan saraf dan tergantung di bagian tubuh mana Anda merasakan gejala.

Apabila merasakan nyeri dan ketidaknyamanan, dokter awalnya mungkin memberikan obat pereda nyeri atau antiinflamasi nonsteroid (NSAID).

Namun secara umum, pilihan pengobatan polineuropati adalah:

1. Mengubah gaya hidup

Mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat adalah cara menjaga kesehatan saraf yang paling direkomendasikan untuk membantu meringankan gejala.

Anda bisa mulai dari mengurangi asupan alkohol, olahraga rutin setiap hari, mendapatkan tidur yang cukup, mendapatkan paparan sinar matahari secukupnya supaya menerima asupan vitamin D, sampai makan makanan yang kaya vitamin B kompleks.

Dokter mungkin juga merekomendasikan Anda minum suplemen vitamin neurotropik yang bagus untuk kesehatan saraf.

2. Terapi fisik

Jika penyebab polyneuropathy adalah cedera, dokter akan merekomendasikan Anda untuk melakukan terapi fisik. Ini akan membantu Anda agar bisa kembali mengendalikan tubuh.

Selain itu, terapi fisik juga bisa membantu Anda mengetahui bagaimana meredakan nyeri saraf dan sensasi tubuh lainnya akibat cedera.

3. Terapi autoimun

Polineuropati juga bisa disebabkan oleh penyakit autoimun. Kemungkinan, dokter juga akan menyarankan perawatan terapi yang berbeda, seperti:

  • Pemberian kortikosteroid,
  • Menyuntikkan immunoglobulin melalui intravena,
  • Pertukaran plasma untuk menghilangkan racun dari darah.

4. Pemberian insulin

Apabila kondisi polineuropati disebabkan oleh diabetes, dokter akan merekomendasikan perawatan untuk membantu mengendalikan gula darah.

Beberapa perawatan, seperti obat minum atau suntikan insulin.

Apabila perawatan lainnya gagal, dokter mungkin akan merekomendasikan transplantasi sel penghasil insulin.

5. Operasi

Apabila sel kanker atau tumor menyebabkan munculnya polyneuropathy, mungkin dokter akan merekomendasikan tindakan operasi untuk mengangkat sel tersebut.

Perlu Anda ketahui bahwa kemoterapi dapat membantu menghilangkan tumor atau sel kanker yang membuat terjadinya tekanan pada saraf.

Apakah polineuropati berbahaya?

Seberapa bahaya polineuropati sebenarnya tergantung pada usia dan penyakit yang mendasarinya.

Polineuropati kemungkinan tidak membahayakan dan bisa sembuh seutuhnya apabila Anda mendapatkan penanganan sejak dini, sebelum rasa sakitnya terlalu parah.

Mengobati gejala lebih awal adalah cara terbaik agar kondisi ini tidak menimbulkan risiko kesehatan lainnya yang bisa memengaruhi hidup Anda.

Ingin mengetahui lebih banyak mengenai kondisi polineuropati? Tanyakan langsung pada dokter di aplikasi Kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App store dan Google Play.

Advertisement

penyakitmasalah sarafsistem saraf

Referensi

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 24 Jam

Hubungi Kami+6221-27899827

© SehatQ, 2023. All Rights Reserved