Nyeri otot dapat pula merupakan suatu gejala radang otot kronis, seperti polimiositis
Polimiositis sering menyerang orang-orang di atas 30 tahun

Nyeri otot merupakan kondisi yang sering dialami akibat adanya peradangan pada otot dan jaringan sekitarnya. Kondisi ini umumnya membaik setelah beristirahat. Sebagian besar nyeri otot disebabkan karena tarikan atau cedera pada otot, tetapi nyeri otot juga berpotensi menjadi gejala radang otot kronis, seperti polimiositis.

Penyebab pasti dari radang otot belum diketahui. Banyak pendapat yang menghubungkan polimiositis dengan reaksi autoimun atau infeksi virus. Pada beberapa kasus, konsumsi obat tertentu, seperti statin, dapat meningkatkan risiko terjadinya radang otot.

Polimiositis paling sering terjadi pada usia 31-60 tahun dan jarang dijumpai pada usia <18 tahun. Wanita lebih sering terkena polimiositis dibandingkan pria. Penderitanya dapat mengalami kesulitan dalam melakukan aktivitas sehari-hari, seperti naik turun tangga dan bangun dari kursi.

Radang otot yang semakin parah akan menyebabkan nyeri dan kelemahan otot. Hal ini dapat berlangsung selama beberapa hari, minggu, hingga bulanan, dan cenderung semakin parah apabila tidak diobati.

Gejala Polimiositis

Pada polimiositis, kelemahan otot dimulai dari bagian tengah tubuh kemudian ke lengan dan jari.  Gejala yang dapat ditemukan, yaitu:

  • Kelemahan pada otot, terutama bagian tengah tubuh, seperti leher, pundak, punggung, pinggang, lengan atas, dan tungkai atas. Terkadang dapat ditemukan kelemahan pada jari tangan dan kaki.
  • Mudah terjatuh dan sulit untuk bangun saat jatuh
  • Nyeri otot dan kaku
  • Mudah lelah dan badan terasa tidak enak
  • Sulit menelan (disfagia) dan sulit bernapas. Hal ini terjadi apabila mengenai otot di tenggorokan dan dada (jarang terjadi)
  • Penurunan berat badan dan malnutrisi apabila terdapat kesulitan makan dan menelan dalam waktu lama

Pengobatan Polimiositis

Pengobatan polimiositis bergantung pada gejala, usia, dan kondisi kesehatan secara umum. Tingkat keparahan penyakit yang dialami juga memengaruhi pengobatan dokter. Penyakit ini tidak dapat disembuhkan. Akan tetapi, berbagai cara dapat dilakukan untuk mengontrol gejala dan mencegah kondisi semakin buruk. Pengobatan yang dapat diberikan, di antaranya adalah:

1. Obat Anti-Inflamasi

Umumnya menggunakan steroid sebagai anti-inflamasi (peradangan). Gejala akan mengalami perbaikan dalam 4-6 minggu. Dosis obat yang Anda konsumsi kemudian akan dikurangi untuk menurunkan efek samping yang dapat terjadi. Ikutilah aturan dosis yang diberikan oleh dokter dalam mengonsumsi obat ini. Steroid dalam dosis tinggi dapat menyebabkan peningkatan berat badan, peningkatan tekanan darah, diabetes, katarak, dan osteoporosis.

2. Obat Imunosupresi

Mekanisme yang mendasari terjadinya kondisi ini dicurigai merupakan autoimun. Mengonsumsi obat imunosupresi dapat menekan kekebalan tubuh sehingga radang otot dapat berkurang.

3. Fisioterapi

Latihan fisik dengan bantuan dari fisioterapi yang telah diatur secara khusus dapat membantu pergerakan dan menguatkan otot. Selain itu, latihan juga diperlukan untuk mencegah terjadinya atrofi (pengecilan) otot dan kaku sendi.

4. Istirahat

Beristirahat cukup dapat membantu meredakan gejala nyeri otot yang dialami. Oleh karena itu, peran istirahat sangat vital dalam proses pemulihan penyakit ini.

5. Menggunakan Alat Bantu

Penggunaan penyangga dan alat khusus dapat membantu mendukung otot dan membantu pergerakan pada penderita dengan kelemahan otot.

Sebagian penderita polimiositis yang memberikan respons baik terhadap pengobatan terbukti mengalami perbaikan kualitas hidupnya. Namun, pada sebagian lainnya, pengobatan yang diberikan tidak cukup untuk mengurangi gejala dan dapat menyebabkan terjadinya komplikasi.

Salah satu komplikasi yang dapat dialami adalah kesulitan bernapas dan menelan. Pada penderita dengan gangguan menelan dan bicara, dapat dilakukan terapi bicara agar dapat berkomunikasi dengan baik.

The Myositis Association. https://www.myositis.org/about-myositis/types-of-myositis/polymyositis/
Diakses pada April 2019

Johns Hopkins Medicine Health Library. https://www.hopkinsmedicine.org/health/conditions-and-diseases/polymyositis
Diakses pada April 2019

NHS. https://www.nhs.uk/conditions/myositis/
Diakses pada April 2019

NORD (National Organization for Rare Disorders). https://rarediseases.org/rare-diseases/polymyositis/
Diakses pada April 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed