Polimenorea Adalah Kelainan Siklus Menstruasi, Kenali Penyebabnya

(0)
09 Oct 2020|Dina Rahmawati
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Polimenorea adalah siklus menstruasi yang lebih pendek dari 21 hariPolimenorea dapat menyebabkan menstruasi yang lebih sering
Siklus menstruasi umumnya berkisar antara 24-38 hari. Namun, sebagian wanita bisa mengalami masalah pada siklus menstruasinya, baik lebih cepat atau lambat. Polimenorea adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan siklus menstruasi kurang dari 21 hari. Polimenorea dapat terjadi secara alami, tapi dalam beberapa kasus bisa menjadi gejala dari kondisi yang mendasarinya. Kelainan ini bisa membuat penderitanya mengalami menstruasi yang lebih sering (dua kali atau lebih dalam sebulan) hingga bahkan memengaruhi kesuburan. 

Benarkah polimenorea sebabkan susah hamil?

Wanita yang menderita polimenorea kemungkinan lebih sulit untuk hamil karena ovulasi dapat terjadi lebih awal dari biasanya atau pada waktu yang tidak teratur. Penderita kelainan ini dapat berovulasi pada waktu yang berbeda setiap bulan sehingga kesulitan menentukan masa subur.Sebagian wanita juga memiliki fase luteal (fase di mana tubuh sedang mempersiapkan kehamilan) yang lebih pendek. Kondisi tersebut menyebabkan terlalu singkatnya waktu untuk terjadi pembuahan dan implantasi.Sebuah studi pada tahun 2016 menunjukkan bahwa wanita berusia 21-45 tahun memiliki peluang yang lebih kecil untuk hamil dalam satu siklus menstruasi jika siklusnya kurang dari 26 hari. Akan tetapi, jangan berkecil hati sebab masih ada kemungkinan untuk hamil jika kondisi ini segera ditangani.

Penyebab polimenorea

Sejumlah hal yang berpotensi menyebabkan polimenorea, di antaranya:

1. Stres

Stres dapat memicu polimenorea
Stres merupakan penyebab umum dari polimenorea dan kelainan menstruasi lainnya karena bisa memengaruhi keseimbangan hormon dalam tubuh. Jika stres dapat dikendalikan, polimenorea pun bisa teratasi.Untuk mengatasi stres, Anda bisa melakukan teknik relaksasi, yoga, berolahraga, menggeluti hobi, atau menghabiskan waktu bersama teman. Selain itu, Anda juga dapat mengonsumsi obat yang diresepkan oleh dokter.

2. Perimenopause

Polimenorea juga dapat disebabkan oleh perimenopause, yakni kondisi menjelang menopause. Selain perubahan siklus menstruasi, perimenopause dapat menimbulkan gejala berupa hot flashes, perubahan suasana hati, perubahan berat badan, dan kelelahan. Kondisi ini umumnya terjadi di usia 40-an, tapi beberapa wanita bisa mengalaminya sejak usia 30-an. Bantuan medis dapat membantu mengendalikan gejala perimenopause yang mengganggu.

3. Infeksi menular seksual

Infeksi menular seksual, seperti klamidia dan gonore, dapat menyebabkan polimenorea. Selain itu, IMS juga bisa menimbulkan gejala berupa nyeri perut, keputihan abnormal, gatal di area vagina, sensasi terbakar saat buang air kecil, dan lainnya.Jika tidak ditangani, IMS bisa menyebabkan masalah kesehatan yang serius. Oleh sebab itu, segera periksakan kondisi ini ke dokter. IMS biasanya diobati dengan menggunakan antibiotik.

4. Endometriosis

Endometriosis adalah suatu kondisi di mana sel-sel yang melapisi rahim ditemukan di area lain, seperti ovarium atau saluran tuba. Kondisi ini juga bisa menyebabkan polimenorea, menstruasi yang berat dan nyeri, bercak di antara periode menstruasi, serta nyeri saat berhubungan intim. Endometriosis umumnya ditangani dengan obat-obatan atau pembedahan.Beberapa kondisi lain, seperti fibroid, polip, adenomiosis, radang panggul kronis, malnutrisi, dan kanker organ reproduksi wanita, juga dapat memicu terjadinya polimenorea. 

Cara mengatasi polimenorea

Pil kontrasepsi membantu memperpanjang siklus haid
Wanita yang menderita polimenorea bisa mengalami anemia karena menstruasi yang sering dan berat. Kondisi tersebut juga bisa menyebabkan kelelahan, sulit berkonsentrasi, lemas, pusing, pucat, atau sesak napas. Oleh sebab itu, polimenorea harus segera ditangani.Pengobatan untuk polimenorea tergantung pada penyebab yang mendasarinya. Ketika penyebab tersebut diatasi, maka gejala-gejalanya bisa berhenti. Akan tetapi, jika tidak ada penyebab yang mendasari, Anda tak perlu mendapat perawatan khusus.Anda dapat mengonsumsi pil kontrasepsi untuk memperpanjang siklus menstruasi apabila terganggu dengan polimenorea dan tidak mencoba untuk hamil. Sementara, jika Anda sedang mencoba hamil, jangan ragu untuk berkonsultasi pada dokter kandungan.Untuk berdiskusi lebih lanjut seputar polimenorea, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
siklus haidhaidmenstruasigangguan menstruasi
NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK282/
Diakses pada 25 September 2020
Healthline. https://www.healthline.com/health/polymenorrhea#treatment
Diakses pada 25 September 2020
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/polymenorrhea#treatment
Diakses pada 25 September 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait