logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Parenting

Seputar Pola Asuh Permisif dan Dampaknya bagi Anak

open-summary

Pola asuh permisif tak banyak aturan dan cenderung memberi kebebasan pada anak. Dampaknya, anak dapat menjadi kurang pandai mengambil keputusan, kurang bisa menahan emosi, hingga sulit mengatur waktu atau kebiasaan.


close-summary

4.83

(6)

5 Feb 2020

| Azelia Trifiana

Ditinjau oleh dr. Reni Utari

Pola asuh permisif cenderung lebih santai dan tidak menerapkan aturan yang wajib diikuti anak

Orangtua yang menerapkan pola asuh permisif justru menjadi sosok teman, bukan sosok orangtua

Table of Content

  • Contoh pola asuh permisif
  • Dampak pola asuh permisif
  • Bagaimana menyiasati pola asuh permisif?

Jika melihat orangtua yang dekat dengan anak mereka dan tidak banyak aturan, bisa jadi mereka menerapkan pola asuh permisif. Orangtua dengan pola asuh permisif tidak menuntut perilaku dewasa dari anak-anak mereka, justru menjadi sosok ‘teman’ alih-alih ’orangtua’. Lantas, apa pengertian pola asuh permisif?

Advertisement

Pola asuh permisif adalah gaya pengasuhan yang membebaskan, tidak menuntut, dan mengizinkan anak melakukan segala yang diinginkannya ataupun membuat keputusan. Jenis pola asuh ini kebalikan dari helicopter parenting yang cenderung overparenting

Pada pola asuh permisif, bukannya terus-menerus memberi aturan pada anak, orangtua lebih santai dan tidak menerapkan aturan atau struktur tertentu yang harus diikuti anak. 

Pengasuhan permisif juga memberi kasih sayang yang melimpah pada anak sehingga identik dengan memanjakannya.

Contoh pola asuh permisif

Setelah mengetahui pengertian permisif parenting, orangtua harus memahami ciri-ciri pola asuh permisif. Sebab, mungkin saja Anda menerapkannya dalam mengasuh anak sehari-hari. Beberapa contoh pola asuh permisif adalah:

  • Tidak banyak menerapkan aturan
  • Ketika ada aturan, bisa jadi tidak konsisten
  • Sangat dekat dan menyayangi anak
  • Terlihat seperti teman, bukan orangtua
  • Mendukung dan responsif terhadap anak
  • Kerap menggunakan hadiah agar anak melakukan sesuatu
  • Lebih mengutamakan kebebasan anak ketimbang tanggung jawab
  • Meminta pendapat anak pada keputusan-keputusan besar
  • Jarang menerapkan segala jenis konsekuensi.

Setiap pola asuh tentu memiliki kelebihan dan kekurangan, begitu pula dengan pola asuh permisif. Dalam pola asuh permisif, orangtua tidak banyak menuntut anak untuk mengikuti aturan tertentu. Konsekuensinya, anak belum belajar mengenal kedisiplinan.

Dampak pola asuh permisif

Dengan pola asuh permisif, jelas anak tidak akan belajar mengenai aturan bahkan dari lingkungan terdekat mereka, yaitu keluarga. Akibatnya, anak tidak terbiasa mengenal tanggung jawab dan kedisiplinan.

Menurut beberapa penelitian, dampak pola asuh permisif adalah:

1. Tidak memiliki tata krama

Pola asuh permisif menyebabkan anak tidak memiliki tata krama yang baik. Ia berperilaku seenaknya karena tidak diarahkan oleh orangtua. Hal ini juga bisa membuat anak kurang memiliki rasa tanggung jawab.

2. Kurang berprestasi

Mengingat orangtua dengan pola asuh permisif tidak banyak menerapkan ekspektasi, mereka tidak memiliki target. Berdasarkan sejumlah penelitian, pola asuh permisif berdampak pada anak yang kurang berprestasi secara akademik.

3. Cenderung egois

Kebebasan dari orangtua membuat anak dengan pola asuh permisif cenderung egois. Ia tidak memikirkan hal lain selain dirinya sendiri. Anak juga mungkin akan menuntut saat sesuatu tidak berjalan sesuai keinginannya.

4. Kurang pandai mengambil keputusan

Selain itu, kebiasaan orangtua dengan pola asuh permisif yang tidak menerapkan aturan di rumah membuat anak kurang pandai mengambil keputusan. 

Lebih jauh lagi, anak jadi tidak piawai memecahkan masalah. Hal ini dapat menyebabkan mereka memiliki keterampilan sosial yang buruk.

5. Tidak terampil bersosialisasi

Anak yang dibesarkan oleh orangtua permisif cenderung memiliki lebih sedikit empati sehingga membuatnya tidak terampil bersosialisasi. Mereka juga umumnya menunjukkan lebih banyak perilaku antisosial.

6. Kurang bisa memahami emosi

anak pemarah
Pola asuh permisif menyebabkan anak kurang bisa menahan emosi

Mengingat anak dengan pola asuh permisif tidak terbiasa menghadapi beragam emosinya sendiri secara efektif, mereka menjadi tidak terlatih memahami emosi. Utamanya, ketika ada hal-hal yang memicu stres atau kondisi sulit.

7. Cenderung berperilaku nakal

Karena merasa tidak ada aturan, anak-anak yang dibesarkan dengan pengasuhan permisif lebih cenderung berperilaku nakal bahkan terlibat dalam hal yang buruk, seperti mengonsumsi minuman beralkohol atau penyalahgunaan obat-obatan terlarang.

8. Impulsif dan agresif

Orangtua yang permisif tidak mengontrol atau mengatur perilaku anaknya. Alhasil, anak kurang menyadari batasan perilaku yang dapat diterima. Hal ini membuatnya lebih mungkin berperilaku impulsif dan agresif.

9. Tidak bisa mengatur waktu atau kebiasaan

Anak yang dibesarkan dengan pola asuh permisif tidak terbiasa dengan batasan atau aturan. Salah satu contoh pola asuh permisif, yaitu anak tidak diberi batasan dalam bermain games atau menonton televisi. 

Akibatnya, ia bisa melakukan kebiasaan yang kurang baik tersebut terlalu lama hingga menciptakan kebiasaan yang tidak sehat. 

10. Berisiko kelebihan berat badan

Orangtua dengan pola asuh permisif sering kali tidak menerapkan aturan mengenai apa yang anak makan. 

Hal ini bisa membuatnya banyak mengonsumsi makanan atau camilan tidak sehat. Ketika anak kurang bergerak dan banyak ngemil, ia berisiko kelebihan berat badan atau obesitas.

Baca Juga

  • Cara Membatasi Anak Bermain Gadget yang Efektif
  • Sederhana, Ini Cara Menghormati Orang Tua yang Bisa Diterapkan Sehari-hari
  • Teknik Pomodoro, Teknik Belajar yang Efektif dan Efisien

Bagaimana menyiasati pola asuh permisif?

Siasati pola asuh permisif dengan menerapkan aturan
Ajari anak untuk memahami konsekuensi dari perbuatannya

Orangtua yang menerapkan pola asuh permisif tidak sepenuhnya salah karena setiap orangtua memiliki gaya parenting mereka masing-masing. Meski demikian, ada beberapa cara untuk menyiasati pola asuh permisif, seperti:

  • Buat aturan sederhana di rumah

Untuk membiasakan anak dengan aturan serta struktur, ciptakan aturan di rumah. Tujuannya adalah agar anak tahu apa ekspektasi orangtua terhadap mereka.

  • Buat mereka paham apa konsekuensi dari perbuatan

Selain aturan, ajarkan juga konsekuensi dari setiap perbuatan mereka. Contoh konsekuensi yang logis adalah membatasi akses terhadap hal yang mereka sukai atau time-out yang diberikan jika melanggar aturan.

  • Konsisten

Meskipun sedikit sulit bagi orangtua dengan pola asuh permisif, sebisa mungkin lakukan hal-hal di atas dengan konsisten. 

Meski demikian, tak perlu mengesampingkan kebiasaan Anda yang cenderung penyayang dan dekat dengan anak. Bantu anak memahami mengapa perlu ada aturan dan konsekuensi.

  • Beri hadiah perilaku yang baik

Ketika anak mulai mengikuti aturan yang diterapkan di rumah, sesekali berikan hadiah sederhana untuk membantu mereka memahami konsekuensi.

Bagi orangtua dengan pola asuh permisif, coba adaptasi beberapa aturan dalam pola asuh otoritatif. 

Tujuannya bukan untuk membuat aturan yang berpotensi menjauhkan anak dan orangtua, tetapi sebaliknya untuk membimbing mereka mengenal apa itu aturan dan tanggung jawab.

Berikan struktur dan juga dukungan dengan cara yang seimbang. Dengan demikian, mereka memiliki kemampuan untuk bertahan menghadapi segala hal berat di luar sana.

Sementara itu, apabila Anda ingin bertanya seputar kesehatan anak, jangan ragu untuk bertanya dengan dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ secara gratis. Unduh di App Store atau Google Play sekarang juga.

Advertisement

tips parentinggaya parentingmembesarkan anak

Referensi

Terima kasih sudah membaca.

Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?

(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

Kumpulan Artikel dan Forum

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved