Poison Ivy, Tanaman Beracun Penyebab Ruam


Poison ivy adalah tanaman yang minyak dalam getahnya yaitu urushiol merupakan iritan yang bisa menyebabkan reaksi alergi dan ruam. Bahkan, reaksi alergi bisa muncul meski tidak menyentuh langsung tanaman berdaun runcing ini.

0,0
08 Sep 2021|Azelia Trifiana
Daun poison ivyDaun poison ivy
Pernah mendengar seseorang mengalami reaksi alergi akibat poison ivy? Ini adalah tanaman yang minyak dalam getahnya yaitu urushiol merupakan iritan yang bisa menyebabkan reaksi alergi dan ruam. Bahkan, reaksi alergi bisa muncul meski tidak menyentuh langsung tanaman berdaun runcing ini.Minyak urushiol ini bisa tertinggal di peralatan berkebun, sepatu, bulu hewan peliharaan, dan banyak lagi. Tanpa sengaja bergesekan dengan jejak dari daun beracun ini dapat menyebabkan iritasi kulit hingga rasa gatal luar biasa.

Gejala alergi poison ivy

Reaksi alergi yang muncul akibat tanaman beracun ini disebut dengan dermatitis kontak. Artinya, telah terjadi kontak dengan iritan urushiol meski tidak secara langsung.Gesekan dengan tanaman maupun bekasnya di benda lain akan menimbulkan garis kemerahan. Selain itu, gejala yang biasanya muncul adalah:
  • Bengkak
  • Kemerahan
  • Rasa gatal
  • Luka yang terasa nyeri
  • Kesulitan bernapas
Umumnya, ruam kemerahan akan muncul dalam rentang waktu 12 jam sejak pertama kali kontak dengan poison ivy. Dalam beberapa hari selanjutnya, ruam akan semakin banyak.Seberapa parahnya ruam di kulit bergantung pada berapa banyak urushiol yang mengenai kulit.

Diagnosis dan cara penanganan

Umumnya, dokter bisa dengan mudah mendiagnosis seseorang terkena daun beracun hanya dengan melihat area kulit. Tidak perlu ada pemeriksaan lebih lanjut seperti biopsi.Hanya saja, mungkin dokter akan ragu menegakkan diagnosis keracunan poison ivy atau masalah kulit lain seperti psoriasis. Sebab, gejalanya serupa yaitu ruam kemerahan di kulit.Namun perbedaannya adalah ruam akibat psoriasis biasanya akan kembali muncul meski sudah pernah sembuh. Sebab, ini adalah penyakit autoimun kronis.Setelah terkonfirmasi bahwa ruam muncul karena reaksi terpapar tanaman beracun, biasanya tidak perlu penanganan medis dari dokter. Hanya saja ketika area yang terpapar cukup luas, maka perlu pemberian obat kortikosteroid atas resep dokter.Jika terjadi infeksi bakteri di area kulit yang mengalami ruam, dokter akan memberikan resep antibiotik. Namun, kasus ini sangat jarang terjadi.

Penanganan sendiri di rumah

Belum ada obat khusus untuk menangani keracunan atau alergi poison ivy. Meski demikian, biasanya kondisi ini akan mereda setelah dua sampai tiga pekan.Beberapa langkah penanganan yang bisa dilakukan adalah:
  • Membasuh kulit dan pakaian

Segera cuci area kulit yang mungkin telah bersentuhan dengan daun beracun. Tujuannya adalah mengurangi endapan minyak urushiol sehingga reaksi alerginya pun tidak terlalu parah.Selain itu, pastikan pula mencuci seluruh pakaian yang melekat di tubuh. Meski ruam memang tidak bisa menyebar ke area kulit lainnya, endapan minyak dari tanaman beracun ini bisa.
  • Konsumsi antihistamin

Anda juga bisa mengonsumsi obat antihistamin yang dijual bebas di pasaran. Obat ini dapat dikonsumsi meski tidak ada resep dokter. Efek dari antihistamin dapat mengurangi rasa gatal serta membuat Anda bisa tidur lebih nyenyak.
  • Mengoleskan lotion

Secara topikal, oleskan lotion jenis calamine atau hidrokortison untuk mengurangi rasa gatal. Penting untuk tidak menggaruk ruam di kulit – segatal apapun itu – karena dapat memperburuk situasi. Mungkin akan terasa nyaman untuk sementara, namun ketika kulit jadi luka karenanya, ini akan menjadi pintu masuknya bakteri penyebab infeksi.
  • Menenangkan kulit

Ada beberapa cara untuk menenangkan kulit yang mengalami iritasi, ruam, atau nyeri. Contohnya dengan berendam air hangat, memberikan kompres dingin, dan juga kompres hangat untuk meredakan rasa gatal.
  • Aplikasikan lidah buaya

Untuk meredakan sensasi terbakar yang muncul sebagai reaksi alergi poison ivy, Anda bisa mengoleskan gel lidah buaya. Cara ini dapat dilakukan beberapa kali dalam sehari untuk mengurangi rasa tidak nyaman.

Apakah poison ivy menular?

Tak perlu panik ketika ada anggota keluarga atau teman yang mengalami keracunan poison ivy. Sebab, kondisi ini tidak menular dari satu orang ke orang lainnya.Hanya saja, ada skenario penularan yang lain. Utamanya, ketika ada endapan minyak urushiol di perabotan, bulu hewan, atau pakaian dan bersentuhan dengan bagian tubuh lainnya.Risiko menyebarnya reaksi alergi juga makin tinggi apabila pakaian yang dikenakan tidak langsung dicuci. Jadi, pastikan mencuci semua hal yang diperkirakan terkena minyak dari tanaman beracun ini.

Catatan dari SehatQ

Salah satu cara menghindari terpapar racun poison ivy adalah dengan berjaga-jaga agar tidak menyentuhnya. Ciri-cirinya, biasanya tanaman beracun ini tampak seperti semak-semak setinggi 15-60 centimeter.Permukaannya cenderung berkilau, sementara daunnya berbentuk runcing dengan tiga sudut. Ini pula yang menjawab asal mula ungkapan, “Leaves of three, let it be”.Untuk berdiskusi lebih lanjut seputar cara membedakan reaksi alergi akibat poison ivy dan psoriasis, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
menjaga kesehatanhidup sehatpola hidup sehat
Healthline. https://www.healthline.com/health/outdoor-health/poison-ivy-pictures-remedies
Diakses pada 25 Agustus 2021
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/poison-ivy/symptoms-causes/syc-20376485
Diakses pada 25 Agustus 2021
AAD. https://www.aad.org/public/everyday-care/itchy-skin/poison-ivy/what-rash-looks-like
Diakses pada 25 Agustus 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait