Mengenal Podiatri, Dokter Spesialis yang Khusus Menangani Masalah pada Kaki


Podiatris adalah seorang dokter yang bertugas untuk memeriksa, mengobati, dan merawat masalah pada kaki, seperti pergelangan kaki, sendi, dan tulang. Di Indonesia sendiri, belum ada pendidikan khusus podiatri. Namun, tersedia banyak seminar yang membahas mengenai masalah kaki.

0,0
dokter podiatri menangani masalah kaki (podiatris)Podiatris adalah sebutan seorang dokter yang menangani masalah kaki
Pernah mendengar istilah podiatri atau dokter spesialis kaki? Podiatri merupakan spesialis kedokteran yang khusus menangani masalah pada kaki. Dokter yang mengambil spesialisasi ini disebut podiatris. Simak lebih lanjut mengenai peran ahli podiatri berikut ini. 

Apa itu podiatris?

Podiatris, disebut juga dokter kaki, adalah dokter yang mengambil spesialisasi untuk mengatasi masalah kaki. Ini termasuk pergelangan kaki sakit, persendian, tulang, dan tubuh bagian bawah.Sayangnya, di Indonesia sendiri belum ada sekolah dokter podiatri. Itu sebabnya, Anda mungkin perlu ke luar negeri jika berminat terhadap cabang ilmu kedokteran ini.Dokter spesialis masalah kaki akan mendapatkan gelar Doctor of Podiatric Medicine (DPM).Seperti dokter gigi, di luar negeri seorang podiatris langsung mengambil sekolah khusus podiatri.Mereka tidak mengambil sekolah pendidikan dokter umum untuk mendapatkan gelar tersebut. Di Amerika sendiri, seorang podiatris juga harus memiliki sertifikasi dan lisensi dari lembaga tertentu. Melansir dari American Association of Colleges of Podiatric Medicine, untuk menjadi dokter podiatri dibutuhkan 3-4 tahun sekolah podiatri dan 3 tahun untuk menjalani masa residensi.

Kondisi kesehatan apa saja yang membutuhkan dokter kaki?

Seperti yang telah disebutkan, seorang “dokter kaki” bertugas untuk mendiagnosis dan mengobati masalah kaki, ankle, persendian, dan anggota gerak bagian bawah.Beberapa kondisi kesehatan yang dapat diatasi oleh seorang podiatris, antara lain:
  • Artritis, seperti osteoarthritis, gout (asam urat), rheumatoid arthritis, dan post-traumatic arthritis
  • Masalah kaki diabetes, seperti infeksi, luka, neuropati, penyembuhan luka lambat, dan artropati Charcot
  • Deformitas kaki, seperti kaki datar, kaki melengkung, bunion, dan hammertoe
  • Cedera kaki dan pergelangan kaki, seperti keseleo, tegang otot, dan patah tulang
  • Nyeri tumit dan telapak kaki, seperti Achilles tendinitis, plantar fasciitis
  • Morton’s neuroma, yakni pertumbuhan jaringan saraf jinak yang mengakibatkan nyeri kaki
  • Gangguan kuku dan kulit kaki, seperti kapalan, kuku tumbuh ke dalam, onikomikosis, kutil
  • Cedera olahraga, seperti memar, dislokasi, keseleo, fraktur, dan ruptur tendon.
Seorang ahli podiatri mampu mendiagnosis, merawat, mengobati, dan mencegah berbagai masalah yang berkaitan dengan tulang, sendi, otot, kulit, jaringan ikat, saraf, dan sirkulasi bagian tubuh bagian bawah. Selain itu, podiatris juga memiliki kemampuan melakukan tindakan bedah maupun non-bedah. Sebagaimana dokter lainnya, podiatris juga menggunakan tes laboratorium dan tes pencitraan untuk menegakkan diagnosis.

Tindakan apa saja yang dilakukan oleh dokter kaki?

Selain melihat gejala klinis, podiatri juga akan melakukan berbagai tes untuk menunjang pemeriksaan dan menegakkan diagnosis, di antaranya:
  • Arthrography, untuk menentukan penyebab nyeri ligamen, tulang rawan, dan tendon
  • Tes darah, untuk mengukur peradangan, deteksi pembekuan darah, identifikasi penyakit autoimun
  • Rontgen, untuk mengidentifikasi patah tulang atau kelainan tulang
  • CT scan, untuk melihat gambaran yang lebih detail
  • Doppler, untuk mengidentifikasi penyumbatan pembuluh darah kaki
  • Elektromiografi (EMG), untuk mengidentifikasi gangguan otot atau saraf
  • Tes fleksibilitas, untuk mengukur rentang gerak sendi dan menilai fungsi neuromuskular
  • Aspirasi sendi, untuk mendiagnosis infeksi dan peradangan seperti pada asam urat
  • Magnetic resonance imaging (MRI), untuk memvisualisasikan cedera sendi dan jaringan lunak
Setelah menegakkan diagnosis berdasarkan hasil pemeriksaan dan uji pendukung, dokter dapat melakukan perawatan dan pengobatan sesuai dengan kondisi Anda.Ahli podiatri mungkin akan memberikan obat, rehabilitasi medik, rekomendasi gerakan latihan, hingga pembedahan jika dibutuhkan.

Catatan dari SehatQ

Meski belum ada sekolahnya di Indonesia, terdapat beberapa seminar kedokteran dan kesehatan dengan tema podiatri. Beberapa dokter atau tenaga kesehatan lainnya yang memiliki minat terhadap masalah kaki, dapat mengikutinya.Jika Anda memiliki masalah atau merasakan kaki sakit, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter umum di rumah sakit.  Jika memerlukan penanganan lebih lanjut, dokter umum akan merujuk Anda ke dokter spesialis sesuai kondisi kesehatan Anda.Misalnya jika kaki Anda mengalami cedera fraktur, dokter umum akan merujuk Anda ke dokter spesialis ortopedi. Sementara itu, jika masalah di kaki Anda muncul akibat luka diabetes, dokter umum akan merujuk Anda ke dokter spesialis penyakit dalam. Masih ada pertanyaan terkait dokter kaki atau masalah kesehatan kaki lainnya? Anda bisa berkonsultasi secara online menggunakan fitur chat dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download aplikasinya di App Store dan Google Play sekarang!
kakipenyakit kakikaki xokaki keramkaki rata
Verywell Health. https://www.verywellhealth.com/do-you-need-a-podiatrist-1337680
Diakses pada 1 Agustus 2021
Healthline. https://www.healthline.com/health/what-is-a-podiatrist#medical-training
Diakses pada 1 Agustus 2021
American Association of Colleges of Podiatric Medicine. https://www.aacpm.org/wp-content/uploads/2016-CIB.pdf
Diakses pada 1 Agustus 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait