Pneumonia pada Bayi Bisa Dikenali dengan Gejala-gejala Berikut


Pneumonia pada bayi tdak boleh dianggap remeh. Pasalnya. kondisi ini membutuhkan perawatan intensif jika sudah parah. Orang tua harus menanganinya sedini mungkin saat buah hati menunjukkan gejalanya.

(0)
18 Nov 2020|Dedi Irawan
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Pneumonia pada bayi mungkin diatasi dengan pemberian oksigenPneumonia pada bayi bisa memicu sulit bernapas
Pneumonia pada bayi adalah gangguan pernapasan yang tidak boleh disepelekan. Pasalnya, kondisi ini adalah penyakit serius yang membutuhkan penanganan khusus. Ketika kantung udara yang berada di dalam paru-paru terisi nanah dan cairan lainnya, kemungkinan besar telah terjadi infeksi. Infeksi yang melanda paru-paru dalam dunia medis disebut sebagai pneumonia. Kondisi ini akan membuat oksigen di dalam tubuh sulit mencapai aliran darah.Penyebab infeksi ini umumnya adalah bakteri atau virus. Penyakit ini ditularkan melalui cairan yang ada di tenggorokan, hidung, atau mulut yang dikeluarkan melalui batuk. Penularan bahkan bisa terjadi dari mereka yang tidak sadar bahwa dirinya sudah memiliki penyakit ini.Pneumonia pada bayi mungkin juga tertular melalui kontak dekat dengan orang dewasa. Penderita mungkin memercikkan cairan dari mulut saat bermain dengan si Kecil. Bisa juga saat penderita mencium atau saling menempelkan wajah dengan bayi.

Ciri-ciri pneumonia pada bayi

Penderita radang paru-paru kemungkinan akan mengalami demam sebagaimana umumnya kondisi yang disebabkan oleh infeksi. Gejala lain yang mungkin diderita bayi saat menderita pneumonia adalah kulit berkeringat dan memerah. Si Kecil juga bisa kehilangan nafsu makan dan tidak bersemangat. Wajahnya tampak pucat dan lemas serta lebih sering menangis dari biasanya.Dikutip dari Kids Health, untuk mengenal lebih dalam, pahami gejala pneumonia pada bayi yang lebih spesifik seperti di bawah ini:
  • Mengalami kesulitan bernapas ditandai dengan napas cepat dan tersengal,
  • Bayi sering batuk
  • Gemetar menggigil hingga hidung tersumbat
  • Kehilangan nafsu makan yang dapat menyebabkan dehidrasi
  • Otot pernapasan di area tulang rusuk mengalami peningkatan aktivitas,
  • Melebarnya lubang hidung si Kecil
  • Dada si Kecil mengalami nyeri terutama saat batuk atau mengambil napas dalam,
  • Mengalami mengi atau napas berbunyi
  • Kuku dan bibir berwarna kebiruan yang disebabkan menurunnya sirkulasi oksigen dalam aliran darah
Jika Anda tak yakin meski anak mengalami aneka kondisi di atas, sebaiknya lakukan Rontgen untuk memastikannya.

Penyebab pneumonia pada bayi dan faktor risikonya

Sebagaimana disebutkan sebelumnya bahwa infeksi ini umumnya disebabkan virus atau bakteri. Adapun bakteri dan virus yang bisa menyebabkan kondisi ini adalah:
  • Streptococcus pneumoniae
  • Pneumonia mikoplasma
  • Respiratory syncytial virus (RSV)
  • Streptokokus grup B
  • Staphylococcus aureus
  • Virus parainfluenza
  • Virus influenza
  • Adenovirus
Pada kasus yang jarang, kondisi ini mungkin juga disebabkan oleh infeksi jamur. Pada anak-anak yang berusia di bawah 5 tahun, penyebab paling umum adalah RSV.Anda harus memiliki kewaspadaan berlipat ganda akan penyakit radang paru-paru ini apabila anak punya kondisi berikut:
  • Memiliki penyakit yang membuat sistem kekebalan tubuh melemah, misal kanker
  • Menderita penyakit bawaan tertentu seperti asma atau fibrosis kistik
  • Memiliki masalah pada paru-paru atau saluran napas lainnya
  • Khusus bayi di bawah 1 tahun, berada di sekitar perokok akan meningkatkan risiko apalagi jika sang Ibu adalah perokok aktif
Pneumonia akan lebih berisiko jika bayi mengalami kondisi seperti yang telah disebutkan. Untuk itu, jika Anda melihat adanya gejala pneumonia pada bayi, segeralah berkonsultasi pada dokter.

Pengobatan dan pencegahan pneumonia pada bayi

Jika si Kecil mendapatkan infeksi pneumonia yang disebabkan virus, maka tidak perlu mengonsumsi antibiotik. Namun jika penyebabnya bakteri, konsumsi antibiotik untuk pneumonia di rumah harus dilakukan. Jenis antibiotik yang diresepkan akan disesuaikan dengan bakteri yang menjadi penyebabnya.Jika si Kecil terkena kondisi ini disertai demam tinggi tak kunjung reda, mengalami kesulitan saat bernapas maka segera bawa ke rumah sakit. Kondisi lain yang mengharuskan Anda membawa si Kecil ke rumah sakit antara lain:
  • Karena pernasapan bermasalah sehingga butuh terapi oksigen
  • Infeksi paru-paru telah menyebar ke aliran darah
  • Terjadi infeksi kronis sehingga sistem kekebalan tubuhnya melemah
  • Muntah terus-menerus sehingga tak bisa mengonsumsi obat
  • Mengalami pneumonia yang kambuh lagi
  • Mengalami batuk rejan atau terus-menerus
Pada kasus yang lebih parah, si Kecil kemungkinan akan mendapatkan perawatan di ruang unit perawatan intensif (ICU).Jika si Kecil memerlukan perawatan di rumah, perhatikan beberapa hal berikut:
  • Berikan obat penurun demam, namun harus disesuaikan dengan usia anak Anda
  • Demam di bawah 38 derajat Celcius tidak memerlukan perawatan rumah sakit, kecuali si Kecil merasa tak nyaman atau sulit bernapas
  • Cukupi kebutuhan cairan si Kecil agar terhindar dari dehidrasi
  • Pastikan si kecil banyak istirahat
  • Hindari memberikan obat tanpa resep dokter
  • Jauhkan anak dari perokok
Cegahlah pneumonia pada anak sedini mungkin dengan melakukan vaksinasi. Anda juga harus menjaga agar lingkungan dan benda-benda yang bisa disentuh bayi bersih. Pastikan jauhkan si Kecil dari lingkungan yang terpapar asap rokok.Jika Anda ingin tahu lebih banyak pneumonia pada bayi dan gangguan pernapasan lainnya, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
mengatasi bayi rewelbayi menangissesak napaspneumonia
Kids Health. https://kidshealth.org/en/parents/pneumonia.html
Diakses pada 18 November 2020
Nation Wide Children. https://www.nationwidechildrens.org/conditions/pneumonia
Diakses pada 18 November 2020
Healthy Children. https://www.healthychildren.org/English/health-issues/conditions/chest-lungs/Pages/Pneumonia.aspx
Diakses pada 18 November 2020
Cedars Sinai Hospital. https://www.cedars-sinai.org/health-library/diseases-and-conditions---pediatrics/p/pneumonia-in-children.html
Diakses pada 18 November 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait