Cinta Platonik: Mungkinkah Bersahabat Tanpa Baper yang Bikin Pelik?

Platonik adalah bentuk hubungan dua orang yang sebenarnya mereka bisa tertarik satu sama lain
Hubungan platonik merupakan hubungan antar dua orang yang sebenarnya berpotensi untuk 'saling sayang'

Beberapa orang mungkin akan jatuh dalam hubungan platonik. Pada hubungan ini, Anda menjaga agar hubungan persahabatan tetap pada jalurnya – walau Anda mungkin saja berisiko untuk menaruh hati pada sahabat sendiri. Memangnya bisa, berteman dekat dengan orang lain namun tidak pakai istilah ‘baper’?

Apa itu persahabatan platonik?

Persahabatan platonik adalah persahabatan antara dua orang yang bisa memiliki kecenderungan untuk ‘tertarik’ satu sama lain. Definisi lain dari kamus Cambridge menyebutkan, platonik adalah hubungan saling ‘sayang’ antara dua orang namun tidak bersifat seksual (loving but not sexual).

Dari kedua pengertian di atas, persahabatan platonik dapat dilihat sebagai hubungan saling mengasihi antara dua pihak, yang mungkin mereka memiliki potensi untuk saling tertarik – namun keduanya menjaga agar hubungan tersebut tidak menjelma menjadi seksual.

Seseorang mungkin pernah merasakan tensi seksual terhadap sahabatnya. Namun, ia menjaga rasa tersebut tak merusak hubungan yang sudah dijalani, walau mungkin perasaan tersebut bisa saja bersifat timbal balik. Apabila perasaan tersebut muncul namun keduanya memutuskan untuk menjaga pertemanan yang sudah ada, hubungan tersebut adalah persahabatan platonik.

Jenis persahabatan yang bukan platonik

Dengan definisi platonik yang tricky bagi beberapa orang, beberapa bentuk persahabatan berikut ini bukanlah hubungan platonik:

1. Friends with benefits

Urban dictionary mendenifisikan friends with benefits (FWB) sebagai hubungan bukan pacaran antara dua orang, namun keduanya terlibat dalam aktivitas seksual. Menjadi hubungan yang saat ini dipilih banyak orang, FWB bukanlah persahabatan platonik.

2. Persahabatan dengan motif tersembunyi

Anda mungkin pernah menjalin pertemanan dengan seseorang dengan harapan bisa mengencani orang tersebut nantinya. Walau perbedaan ini mungkin cenderung tips bagi beberapa orang, pertemanan dengan motif seperti ini bukanlah persahabatan platonik.

persahabatan platonik
Persahabatan dengan motif tersembunyi tidak bisa dimasukkan sebagai hubungan platonik

3. Persahabatan pascaputus

Persahabatan pascaputus atau post-breakup friendship mungkin mulai normal dilakukan banyak pasangan, setelah mereka putus cinta. Walau kadang perasaan sayang tersebut masih tersisa, persahabatan setelah putus bukanlah platonik.

4. Persahabatan dengan harap-harap cemas

Katakanlah seseorang tiba-tiba jatuh cinta dengan sahabatnya. Kemudian, ia memegang ‘harapan’ untuk bisa suatu saat berkencan dengan temannya tersebut. Persahabatan dengan adanya harapan romantis ini tidak bisa disebut sebagai hubungan platonik.

Tips jika Anda tengah menjalani persahabatan platonik

Persahabatan platonik sangat mungkin berjalan dengan baik, walau beberapa orang mungkin akan skeptis dan yakin bahwa hubungan ini sulit dilakukan. Berikut ini tips jika pertemanan yang Anda jalani mengarah pada hubungan platonik:

1. Ketahui batasan pertemanan

Batasan menjadi salah satu hal yang krusial dalam menjaga hubungan platonik. Kebutuhan akan ‘batasan’ dalam hubungan tersebut mungkin dapat berbeda. Untuk itu, tak ada salahnya untuk bertanya pada rekan Anda mengenai batas-batas aspek hubungan, seperti candaan yang membuatnya tak nyaman, pembicaraan mengenai topik tertentu (seperti seks), hingga bahasa tubuh.

2. Perhatikan cara Anda menggoda sahabat

Flirting atau perilaku genit mungkin menjadi hal yang sering terjadi dalam hubungan, termasuk persahabatan platonik. Menggoda sahabat sendiri tak ada salahnya, asal Anda yakin betul bahwa godaan tersebut tak melewati batas pertemanan.

Sebaliknya, jika Anda merasa sahabat Anda mengeluarkan perilaku genit terus-menerus, yang membuat Anda tak nyaman, bicarakanlah hal ini dengan terbuka dan terus terang.

3. Hindari perasaan ‘terlalu nyaman’ satu sama lain

Gaya persahabatan dapat berbeda antara satu dengan yang lain. Kontak fisik seperti berpelukan, misalnya, mungkin tak dianggap masalah dalam beberapa kasus pertemanan. Hanya saja, Anda disarankan untuk menghindari perasaan terlalu nyaman dengan sahabat sendiri agar hubungan platonik yang dibina bisa berjalan dengan baik tanpa adanya momen awkward.

4. Hormati status masing-masing

Apabila Anda atau sahabat memiliki pasangan masing-masing, menjaga persahabatan platonik mungkin akan menemui sedikit tantangan. Menghormati pasangan untuk hindari kecemburuan bisa dilakukan dengan beberapa cara.

Misalnya, jika Anda sedang berpacaran, Anda mungkin bisa memberitahu pasangan terkait rencana nongkrong dengan sahabat Anda. Menemuinya secara berkelompok dengan teman-teman lain mungkin akan lebih disarankan, alih-alih bertemu berdua saja.

Kemudian, Anda juga bisa meyakinkan pasangan bahwa Anda memang menyayangi sahabat Anda sebagai teman. Berpura-pura terhadap pasangan dikhawatirkan akan membuatnya curiga jika Anda menghabiskan waktu bersama sahabat.

Apabila sahabat Anda memiliki pacar atau pasangan, Anda tentu harus menghormati hubungan romantis yang ia jalani. Jangan menuntutnya untuk mengutamakan Anda, terlebih jika ia sedang menghabiskan waktu dengan kekasihnya.

Catatan dari SehatQ

Persahabatan platonik bisa sangat mungkin berjalan dengan baik. Yang terpenting, seperti bentuk hubungan lainnya, Anda dan sahabat harus bersikap terbuka dan memahami batasan masing-masing. Hal ini akan perlu diperhatikan, apabila Anda atau sahabat Anda memiliki pacar yang juga harus dihormati perasaannya.

Cambridge Dictionary. https://dictionary.cambridge.org/dictionary/english/platonic
Diakses pada 5 Mei 2020

Healthline. https://www.healthline.com/health/platonic-friendship
Diakses pada 5 Mei 2020

Urban Dictionary. https://www.urbandictionary.com/define.php?term=friends%20with%20benefits
Diakses pada 5 Mei 2020

Artikel Terkait