Mengenal Plano Test, Uji Kehamilan Lewat Urine Maupun Darah


Plano test adalah pemeriksaan yang untuk mengonfirmasi kehamilan dengan cara mendeteksi ada atau tidaknya hormon kehamilan (hCG). Ya, ini dalah pemeriksaan kehamilan yang sebenarnya umum dilakukan.

0,0
18 Sep 2020|Asni Harismi
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Plano test bisa dilakukan menggunakan sampel darah maupun urine.Plano test untuk mendeteksi kehamilan dapat dilakukan dengan sampel urine maupun darah.
Plano test adalah jenis pemeriksaan untuk mengonfirmasi kehamilan dengan cara mendeteksi hormon kehamilan (human chorionic gonadotropin atau hCG). Hal ini pun dipaparkan pada penelitian terbitan Universitas Sumatera Utara.Pengujian ini penting jika Anda berencana mengikuti program hamil. Hormon ini biasanya mulai terdeteksi pada hari ke-26 setelah terjadi proses pembuahan dan meningkat dengan drastis pada hari ke-30 hingga ke-60, tapi menurun di hari ke-100 hingga ke-130.Biaya yang dipatok berbeda-beda, tergantung fasilitas kesehatan tempat Anda menjalaninya. Namun jika Anda melakukannya di laboratorium milik pemerintah, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara menetapkan, biayanya berkisar antara Rp 15.000 (lab keliling) hingga Rp 35.000 (lab lain milik pemerintah).

Jenis-jenis plano test

Pengujian ini bisa dilakukan di rumah dengan alat tes kehamilan sederhana (test pack atau strip test), maupun di rumah sakit dengan mengambil sampel darah yang diperiksa di laboratorium. Jenis-jenis plano test adalah sebagai berikut:

1. Pengambilan sampel darah

Sampel darah diambil untuk mengetahui kadar hCG saat plano test
Pada metode ini, tujuan plano test adalah untuk mengetahui kadar beta-hCG di dalam tubuh Anda.Lewat tes ini, hCG sudah bisa terdeteksi secepat-cepatnya 11 hari setelah pembuahan. Oleh karena itu, jenis tes memaparkan hasil tes kehamilan secara tepat akurat dan tepat untuk dibandingkan dengan test pack.Metode dengan sampel darah juga bisa mengetahui usia kehamilan, mendeteksi kondisi abnormal (misalnya kehamilan ektopik), potensi keguguran, hingga Sindrom Down pada janin.Lewat plano test ini, level hCG di dalam tubuh Anda akan terlihat secara detail dan dinyatakan dalam mili-unit internasional hormon hCG per mililiter darah (mIU/mL). Kadar hCG itu bisa memperlihatkan usia kehamilan Anda, dengan acuan berikut ini:
  • 4 minggu: 0-750 mIU/mL
  • 5 minggu: 200-7.000 mIU/mL
  • 6 minggu: 200-32.000 mIU/mL
  • 7 minggu: 3.000-160.000 mIU/mL
  • 8-12 minggu: 32.000-210.000 mIU/mL
  • 13-16 minggu: 9.000-210.000 mIU/mL
  • 16-29 minggu: 1.400-53.000 mIU/mL
Jika Anda tidak hamil, kadar hCG seharusnya di bawah 10 mIU/mL. Apabila hasil menunjukkan nilai hCG  di bawah rata-rata, kemungkinan ada yang salah dengan perkiraan waktu konsepsi, potensi keguguran, hingga kehamilan ektopik.Sebaliknya, jika hasil menunjukkan kadar hCG di atas rata-rata, bisa jadi Anda mengalami kehamilan anggur atau kehamilan kembar (dua atau lebih). Untuk memastikannya, dokter mungkin akan melakukan pemeriksaan tambahan, seperti pemindaian ultrasonografi (USG).

2. Pemeriksaan urine

Tes plano bisa dilakukan dengan test pack urine
Selain mengalir dalam darah, hormon hCG juga dikeluarkan lewat urine. Oleh karena itu, cara menggunakan plano test adalah dengan memakai alat pemeriksaan tes rumahan alias test pack.Alat sederhana ini banyak dipilih oleh wanita karena praktis, murah, dan mudah digunakan.Berdasarkan penelitian yang dipaparkan pada Jurnal Kesehatan Kusuma Husada, agar hasil pemeriksaan kehamilan ini akurat, Anda harus mengikuti cara pakai yang tertera di kemasan test packBiasanya, cara pakai uji kehamilan menggunakan urine adalah sebagai berikut:
  • Tampung sampel urine Anda di wadah
  • Masukkan stik ke dalam sampel sampai tanda garis
  • Diamkan sebentar hingga urine meresap dan naik ke bagian atas test pack
  • Angkat stik, kemudian baca hasilnya
Berbeda dari pengambilan sampel darah, hasil plano test dengan alat rumahan ini hanya berupa tanda positif (atau dua garis) atau negatif. Jangan membaca hasil test pack yang sudah didiamkan lebih dari 3 menit, karena bisa menunjukkan test pack positif palsu.Yang dimaksud positif semu adalah hasil tes positif padahal Anda tidak sedang hamil. Hasil ini bisa muncul karena adanya evaporasi yang mengakibatkan munculnya hasil test pack samar.Anda juga bisa mendapat hasil negatif, padahal positif hamil, jika kadar hCG dalam urine masih sedikit (misalnya karena usia kehamilan masih sangat muda). Apabila Anda yakin tengah hamil, lakukan pemeriksaan kembali dengan stik ini dalam beberapa hari kemudian, atau kunjungi dokter untuk menjalani tes USG.Meski demikian, jika digunakan dengan benar, test pack mampu menunjukkan akurasi 99.9%.

Faktor yang memengaruhi hasil plano test

Gangguan pada organ reproduksi mampu memengaruhi hasil plano test
Selalu ada risiko kesalahan hasil, baik itu dengan urine maupun darah. Pada tes menggunakan darah misalnya, hasil Anda bisa menunjukkan positif semu maupun negatif semu kehamilan jika:

1. Sedang mengonsumsi obat yang mengandung hCG

Adanya kandungan obat ini di dalam darah dapat menaikkan kadar hCG Anda, meski tidak sedang hamil. Obat yang mengandung hCG misalnya obat fertilitas, misalnya suntikan choriogonadotropin alfa.

2. Tumor sel germinal

Tumor ini bisa bersifat jinak atau malah berkembang menjadi kanker, dan biasanya ditemukan pada organ reproduksi wanita.

3. Gangguan organ pituitari 

Organ ini bekerja dengan cara mensekresi hormon ke aliran darah pituitari menghasilkan hormon untuk reproduksi wanita seperti FSH dan LH dimana jika ia terganggu akan mempengaruhi kadar HCG.Positif semu pada pemeriksaan dengan stik plano test memang jarang ditemui, tetapi bisa saja terjadi karena alasan yang sama di atas. Kadar hCG juga biasanya masih tinggi saat Anda baru keguguran atau mengalami hamil anggur.

Catatan dari SehatQ

Plano test adalah metode tes untuk mengetahui kadar hormon hCG atau hormon kehamilan. Namun, bukan tidak mungkin jika tingginya kadar hCG ternyata tidak hamil.Hal ini mungkin menjadi indikasi agar Anda menjalani pemeriksaan lain di luar tes ini. Selalu ikuti saran dokter, terutama jika Anda memiliki gejala lain, seperti sakit perut dan haid tidak teratur.Apabila Anda ingin mengetahui lebih lanjut mengenai pengujian ini, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
tes kehamilanmerencanakan kehamilanperlengkapan kehamilanpemeriksaan kehamilantest pack
Universitas Sumatra Utara. http://repository.usu.ac.id/bitstream/handle/123456789/27096/Chapter%20II.pdf?sequence=4&isAllowed=y
Diakses pada 3 September 2020
Kementerian Kesehatan RI. https://ktki.kemkes.go.id/info/sites/default/files/Lampiran%20Salinan%20PP%20Nomor%2064%20Tahun%202019.pdf
Diakses pada 3 September 2020
Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara. https://sipp.menpan.go.id/pelayanan-publik/jawa-timur/kota-probolinggo/labkesling/jenis-pelayanan-pemeriksaan-laboratorium
Diakses pada 3 September 2020
Healthline. https://www.healthline.com/health/hcg-blood-test-quantitative
Diakses pada 3 September 2020
Universitas Kusuma Husada Surakarta. http://jurnal.ukh.ac.id/index.php/JK/article/download/54/99/
Diakses pada 3 September 2020
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/327284
Diakses pada 3 September 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait