Pipi Bayi Merah karena Eksim Susu, Benarkah Disebabkan Alergi ASI?


Eksim susu atau dermatitis atopik adalah kondisi yang memicu munculnya ruam merah pada wajah bayi. Kenali penyebabnya agar dapat memilih cara pengobatan yang tapat untuk si Kecil.

0,0
Eksim susu adalah kondisi munculnya ruam pada kulit wajah bayiBayi yang mengalami eksim susu akan muncul ruam merah di pipi
Eksim susu selama ini kerap kali dikaitkan dengan alergi ASI, padahal anggapan tersebut tidak benar. Disebabkan oleh berbagai macam faktor, kondisi ini tidak dapat disembuhkan. Namun, ada sejumlah cara yang dapat dilakukan oleh orangtua untuk mengatasi eksim susu pada bayi. 

Apa itu eksim susu?

Dikutip dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), eksim susu adalah penyakit kelainan kulit yang sering terjadi pada anak dan bayi. Kondisi ini umumya akan diikuti dengan gejala seperti kulit kering, kemerahan, bersisik dan gatal pada satu atau beberapa tempat seperti wajah, leher, lipatan siku/lutut hingga pergelajngan kaki untuk periode yang cukup lama (kronik).Dalam dunia kedokteran, kondisi ini lebih dikenal dengan sebutan eksim atau dermatitis atopik. Penamaan eksim susu atau ruam ASI sendiri muncul dari dugaan orang-orang yang menyebut bahwa masalah kulit ini terjadi karena reaksi alergi setelah meminum susu atau wajah bayi yang terkena cipratan ASI. Selain memunculkan ruam merah, eksim juga dapat menyebabkan kulit pecah-pecah, bahkan terkadang mengeluarkan cairan atau darah.

Penyebab eksim susu

Meski belum diketahui secara pasti, eksim susu diduga terjadi karena faktor genetik. Satu dari lima bayi memiliki risiko mengalami eksim. Namun risiko meningkat hingga 3 – 4 dari 5 bayi bila salah satu atau kedua orang tua memiliki riwayat alergi atau dermatitis atopik.Selain eksim yang dapat dipicu oleh faktor genetik, ada sejumlah pemicu eksim yang dapat menimbulkan kekhawatiran orang tua. Beberapa penyebab umum eksim pada bayi meliputi:
  • Kulit lembap karena susu, air liur, atau keringat
  • Terkena debu
  • Mengusap wajah bayi dengan kain kotor
  • Bulu hewan peliharaan
  • Paparan asap rokok
  • Sabun bayi yang digunakan untuk mandi
  • Alergi makanan, seperti telur, susu, atau ikan
  • Cuaca sekitar yang terlalu panas atau dingin
  • infeksi
Menurut fase terjadinya dermatitis atopik, eksim susu yang terjadi pada bayi usia 2 bulan hingga 2 tahun umumnya akan muncul simetris pada kedua pipi dan kemudian menyebar ke dahi, kulit kepala, telinga hingga leher. Adapaun alergen yang mungkin menjadi penyebab eksim pada fase ini adalah makanan, seperti susu sapi, telur, soya dan gandum.Meski begitu, masih dibutuhkan banyak penelitian untuk mengetahui apa yang jadi penyebab eksim. Apabila anak menderita eksim, Anda tak perlu khawatir kondisi tersebut akan menulari orang lain karena dermatitis atopik bukanlah penyakit menular.

Bolehkah bayi yang mengalami eksim susu tetap minum ASI?

Bayi yang mengalami eksim susu tetap boleh minum ASI
Bayi tetap boleh minum ASI meski mengalami eksim susu
Melihat faktor pemicu terjadinya eksim, bayi Anda tetap diperbolehkan untuk meminum ASI. Apalagi, ASI memberikan banyak manfaat untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi Anda.ASI mengandung antibodi yang membantu bayi Anda melawan virus dan bakteri. Selain itu, bayi yang meminum ASI eksklusif dalam 6 bulan pertama pasca kelahiran cenderung lebih kebal terhadap infeksi telinga, gangguan pernapasan, dan diare.Namun, Anda perlu memastikan terlebih dulu apakah penyebab eksim pada bayi Anda bukan disebabkan oleh alergi ASI. Untuk memastikan hal tersebut, berkonsultasilah dengan dokter anak untuk mengetahui faktor pemicu kumatnya eksim pada bayi Anda. 

Cara mengobati eksim susu pada bayi

Eksim susu merupakan kondisi yang tidak bisa disembuhkan. Namun, sejumlah cara dapat Anda lakukan untuk mengatasi kondisi ini. Beberapa cara menghilangkan ruam susu pada bayi di antaranya:

1. Mandi air hangat

Untuk meringankan gejala eksim, Anda dapat memandikan bayi menggunakan air hangat dengan suhu 36-37 derajat Celcius dengan durasi mandi 10-15 menit. Hindarilah penggunaan sabun dengan bahan sintetis. Pilihlah sabun yang mengandung pelembab, pH 5,5-6 dan tidak menggunakan pewarna maupun pewangi. Jangan lupa untuk menepuk bayi Anda dengan lembut menggunakan handuk bersih hingga air tidak menempel lagi pada kulitnya. Setelah selesai, oleskan pelembap pada kulit bayi Anda. Mengoleskan pelembap pada kulit bayi membantu menjaga kulitnya supaya tidak kering.

2. Oleskan salep untuk ruam ASI pada bayi

Menurut penelitian, salep kulit cukup efektif untuk mengatasi eksim. Pilihlah salep untuk ruam ASI pada bayi yang menggunakan bahan alami. Selain itu, hindari produk salep eksim dengan bahan pewangi dan pengawet karena dapat mengakibatkan iritasi pada kulit bayi Anda.

3. Cari tahu pemicunya

Penting bagi Anda untuk mengetahui faktor yang kemungkinan besar jadi pemicu eksim pada bayi. Mengetahui faktor pemicunya dapat mempermudah Anda untuk melakukan langkah penanganan lanjutan.Beberapa faktor umum yang memicu eksim seperti keringat, sabun yang tidak cocok untuk kulit bayi, wewangian, air liur, keringat, hingga bahan pakaian yang membuat anak Anda kepanasan. Selain itu, stres pada bayi juga bisa memicu kumatnya eksim.

4. Menutup ruam dengan kain basah

Untuk mengaplikasikan cara ini, mandikan bayi terlebih dahulu dan keringkan kulitnya dengan lembut. Setelah kering, oleskan pelembap pada kulit bayi.Basahi kain kasa dengan menggunakan air hangat, lalu tempelkan di area tempat ruam muncul. Lapisi kasa basah tersebut memakai kain tipis yang kering dan diamkan selama 3 hingga 5 jam. 

5. Melakukan perawatan kulit rutin

Perawatan kulit untuk mengatasi eksim ASI bisa dilakukan di rumah secara rutin. Pilihlah baju bayi yang ringan, lembut dan menyerap keringat untuk dikenakan setiap hari. Hindari bahan iritan seperti deterjen, sabun cair pencuci piring dan disinfektan saat mencuci baju bayi.Jaga suhu ruangan agar tidak terlalu panas atau dingin agar tidak memperparah kondisi ruam ASI. Pastikan juga rumah Anda bersih dari alergen seperti kutu, tungau, binatang peliharaan hingga serbuk bunga.Meski begitu, Anda perlu berkonsultasi terlebih dulu dengan dokter anak jika ingin menerapkan cara ini. Cara ini kadang diterapkan dengan menambahkan krim steroid yang telah diresepkan dokter. Namun, pemberian krim steroid harus di bawah pengawasan medis yang ketat.

Kapan harus pergi ke dokter?

Mengatasi eksim susu pada anak memang bisa Anda lakukan sendiri di rumah. Namun, ada beberapa kondisi yang mengharuskan Anda untuk meminta bantuan atau pencerahan dari dokter anak, antara lain:
  • Ruam menyebabkan gatal dan rasa tidak nyaman pada bayi Anda
  • Keluar cairan atau darah dari ruam yang muncul pada kulit bayi Anda
  • Sudah melakukan perawatan sendiri di rumah, namun kondisinya tidak kunjung membaik atau bahkan semakin parah
  • Bayi Anda kesulitan untuk tidur karena efek gatal dan tidak nyaman pada ruam
  • Muncul nanah pada ruam akibat eksim
Untuk berdiskusi lebih lanjut terkait eksim dan cara mengatasinya, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
tumbuh kembang bayimerawat bayiruam kuliteksimeksim atopikperkembangan bayi
Healthline. https://www.healthline.com/health/parenting/baby-eczema-treatment
Diakses pada 2 Oktober 2020
WebMD. https://www.webmd.com/parenting/baby/nursing-basics
Diakses pada 2 Oktober 2020
Raising Children. https://raisingchildren.net.au/guides/a-z-health-reference/eczema
Diakses pada 2 Oktober 2020
Baby Centre. https://www.babycentre.co.uk/a541297/baby-eczema-causes-symptoms-treatments-and-creams
Diakses pada 2 Oktober 2020
What to Expect. https://www.whattoexpect.com/first-year/baby-care/baby-skin-care/eczema.aspx
Diakses pada 2 Oktober 2020
IDAI. https://www.idai.or.id/artikel/klinik/keluhan-anak/dermatitis-atopik-lesi-kemerahan-dengan-rasa-gatal Diakses pada 27 November 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait