Pioderma gangrenosum biasanya diawali dengan luka kecil kemerahan yang tak lama akan berubah menjadi luka terbuka berukuran besar
Salah satu gejala awal pioderma gangrenosum adalah munculnya luka lebam

Pioderma gangrenosum adalah kondisi langka munculnya luka berukuran besar di kulit, seringnya di bagian kaki. Pemicu pioderma diyakini berkaitan erat dengan sistem kekebalan tubuh seseorang. 

Hal yang perlu diwaspadai dari pioderma gangrenosum adalah waktu antara pertama kali muncul luka hingga menjadi parah bisa jadi sangat cepat. Terlebih jika orang yang mengalaminya juga menderita penyakit lain seperti radang panggul.

Gejala pioderma gangrenosum

Pada 50% kasus pioderma, ukuran dan bentuk luka bisa berbeda-beda. Namun satu yang sama: terasa sangat sakit. Pioderma gangrenosum biasanya diawali dengan luka kecil kemerahan yang tak lama akan berubah menjadi luka terbuka berukuran besar.

Beberapa gejala pioderma gangrenosum adalah:

  • Muncul lebam berwarna merah atau ungu
  • Lebam berubah menjadi luka terbuka
  • Ada pembengkakan di area luka
  • Bagian pinggir luka berwarna biru atau ungu
  • Bisa diawali dengan benjolan berisi nanah
  • Demam
  • Nyeri sendi
  • Merasa lesu

Pioderma bisa terjadi di bagian tubuh mana pun, tak hanya kaki. Luka yang bernanah ini bisa juga muncul di kepala, leher, dada, tangan hingga penis. Biasanya, lokasi tumbuhnya luka bisa menjadi bahan diagnosis dokter tentang faktor pemicu terjadinya pioderma.

Contohnya jika seseorang mengalami pioderma di tangan, bisa jadi berhubungan dengan penyakit leukemia. Sementara pada luka terbuka di tangan dan kaki, kerap berhubungan dengan penderita penyakit radang panggul.

Meski demikian, penyebab pasti terjadinya pioderma gangrenosum adalah hal yang masih menjadi bahan penelitian dunia medis. Pioderma gangrenosum disebut sebagai penyakit idiopatik atau tidak diketahui pemicunya, namun disebut-sebut berkaitan dengan masalah kekebalan tubuh.

Ketika seseorang mengalami masalah autoimun, maka kekebalan alami tubuh akan menyerang jaringan tubuh yang sehat meski tanpa sebab apapun. 

Pada beberapa kasus, munculnya pioderma juga bisa terjadi setelah mengalami trauma berat atau usai menjalani operasi. Istilah untuk kondisi ini adalah pathergy.

Siapa yang rentan mengalaminya?

Faktor risiko terbesar mengalami pioderma adalah perempuan dibandingkan dengan laki-laki. Biasanya, pioderma terjadi pada perempuan berusia 20-50 tahun. 

Hanya sedikit kasus anak-anak dan remaja yang menderita pioderma, prevalensinya kurang dari 4%. Selain itu, faktor risiko mengalami pioderma juga besar pada penderita radang panggul, artritis, atau masalah pada darah.

Ketika seseorang menderita pioderma, dokter akan melakukan pemeriksaan detail lewat evaluasi klinis. Riwayat medis, tes darah, biopsi kulit, hingga rangkaian tes mikroskopik akan diperlukan untuk tahu jaringan tubuh mana yang terkena pioderma.

Bagaimana cara mengatasinya?

Apabila terjadi komplikasi, pioderma gangrenosum bisa menyebabkan infeksi luas, luka parah, sakit yang tidak tertahankan, depresi, hingga menurunnya pergerakan tubuh. Itulah mengapa sejak gejala awal muncul, penting untuk segera memeriksakan diri untuk tahu cara mengatasinya.

Sebenarnya, tidak ada satu metode pasti untuk mencegah terjadinya pioderma gangrenosum. Jika seseorang menderita pioderma, sebisa mungkin lakukan hal-hal seperti:

  • Jaga agar kulit tidak mengalami luka
  • Kontrol penyakit yang menjadi pemicu terjadinya pioderma
  • Hindari trauma yang bisa menyebabkan luka baru muncul
  • Sebisa mungkin memastikan area luka pada posisi lebih tinggi
  • Bagi orang yang pernah mengalami pioderma, perlu diberi obat kortikosteroid sebelum menjalani operasi

Secara medis, cara mengatasi pioderma gangrenosum adalah:

  • Oleskan krim anti-peradangan dan balsem mengandung kortikosteroid
  • Konsumsi obat mengandung kortikosteroid (suntik atau oral)
  • Konsumsi obat pengendali sistem imun
  • Memakai perban penutup luka khusus
  • Pemberian obat pain killer terutama saat proses mengganti perban

Jenis perawatan medis yang diberikan pada penderita pioderma akan berbeda-beda bergantung pada kondisi penyakitnya. Penelitian terhadap obat yang bisa menyembuhkan pioderma juga terus dilakukan.

Lebih jauh lagi, mengalami luka yang begitu nyeri dan perlu waktu lama untuk sembuh tentu menguras emosi dan mental seseorang. Bahkan, potensi mengalami depresi itu ada. Penderita bisa merasa stres dengan kemungkinan pioderma gangrenosum muncul kembali atau penampakan luka yang mengganggu.

Untuk itu, jangan ragu bertanya kepada dokter untuk dukungan mental profesional atau support group yang bisa membantu melewati masa-masa sulit saat menderita pioderma gangrenosum.

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/pyoderma-gangrenosum/diagnosis-treatment/drc-20350392
Diakses 25 Februari 2020

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/pyoderma-gangrenosum/symptoms-causes/syc-20350386
Diakses 25 Februari 2020

Rare Diseases. https://rarediseases.org/rare-diseases/pyoderma-gangrenosum/
Diakses 25 Februari 2020

Artikel Terkait