Ragam Pengobatan PPOK untuk Atasi Penyakit Paru Obstruktif Kronis, dari Medis hingga Herbal


Tujuan utama pengobatan PPOK adalah mencegah kondisi semakin memburuk, meningkatkan fungsi paru, dan meredakan gejala yang dialami. Meski tak bisa disembuhkan, berbagai terapi yang dijalani mampu meningkatkan kualitas hidup penderita penyakit paru obstruktif kronis. Beberapa pilihan pengobatan, seperti minum obat, terapi oksigen, dan herbal.

0,0
pengobatan dan terapi ppokPengobatan PPOK bertujuan untuk mencegah kondisi memburuk dan meringankan gejala
Penyakit paru obstruktif kronis atau PPOK dapat membuat penderitanya kesulitan bernapas. Kondisi ini bisa terus memburuk seiring berjalannya waktu. Pengobatan PPOK bertujuan membuat pernapasan lebih lancar dan memperbaiki kualitas hidup penderitanya. Kenali lebih jauh tentang pengobatan PPOK, mulai dari obat-obatan medis, terapi dan tindakan medis, perubahan gaya hidup, hingga obat herbal berikut ini.

Ragam pengobatan PPOK 

Tidak hanya membuat Anda kesulitan bernapas, penyakit paru kronis juga dapat mengganggu aktivitas Anda sehari-hari. Pengobatan PPOK bertujuan untuk membuat napas Anda lebih lega, sehingga bisa melakukan aktivitas dengan lancar.Terapi PPOK juga dilakukan untuk mencegah gejala PPOK kambuh atau semakin memburuk (eksaserbasi).Terdapat beberapa model pengobatan yang biasa diberikan dokter, antara lain: 

1. Obat-obatan medis untuk mengatasi PPOK

Obat untuk PPOK dapat berbentuk hirup atau minum
Obat untuk PPOK dapat berbentuk hirup atau minum
Pemberian obat-obatan pada penderita PPOK bertujuan mengobati gejala, seperti mengatasi peradangan di saluran pernapasan, membuat napas lebih mudah, dan melawan infeksi. Obat PPOK harus dikonsumsi secara teratur dan sesuai dengan resep dokter. Berikut ini beberapa jenis obat PPOK:
  • Bronkodilator
Bronkodilator adalah jenis obat yang mampu merilekskan otot-otot di sekitar saluran pernapasan. Bronkodilator mampu meredakan batuk dan sesak napas, serta membuat Anda bernapas lebih mudah.
  • Steroid inhalasi 
Steroid inhalasi merupakan pemberian obat kortikosteroid dengan cara menghirupnya dari hidung agar langsung masuk ke paru-paru. Salah satunya adalah terapi uap atau nebulizerJenis obat ini mampu mengurangi peradangan saluran napas dan mencegah perburukan kondisi PPOK (eksaserbasi). Selain terapi uap, inhaler juga bisa digunakan untuk pemberian obat steroid inhalasi.Obat ini biasanya diberikan kepada orang yang sering mengalami eksaserbasi PPOK. Contoh obat steroid inhalasi untuk PPOK, antara lain flutikason dan budesonide. Terkadang, dokter juga mungkin saja menggabungkan steroid inhalasi dengan bronkodilator untuk mengatasi gejala PPOK.
  • Steroid oral
Sesuai namanya, steroid oral merupakan pemberian jenis obat kortikosteroid melalui mulut, alias diminum. Jenis obat ini biasanya diberikan kepada penderita PPOK dengan eksaserbasi akut, sedang, atau berat.Kortikosteroid oral diberikan jangka pendek yaitu sekitar 5 hari untuk mencegah perburukan PPOK lebih lanjut.
  • Phosphodiesterase-4 inhibitor 
Phosphodiesterase-4 inhibitor biasanya diberikan pada kondisi PPOK parah dan gejala bronkitis kronis.Obat ini mampu mengurangi peradangan saluran napas dan melemaskan saluran udara pernapasan. 
  • Antibiotik
Antibiotik adalah jenis obat yang digunakan untuk mengatasi infeksi bakteri, terutama jika terjadi di saluran pernapasan. Antibiotik biasanya digunakan untuk pencegahan atau mengatasi episode PPOK yang memburuk.  

2. Terapi oksigen 

Salah satu pengobatan PPOK adalah terapi oksigen
Salah satu pengobatan PPOK adalah terapi oksigen
Bagi penderita PPOK yang kesulitan bernapas, salah satu jenis pengobatan yang diberikan adalah terapi oksigenTerapi ini akan memberikan oksigen tambahan sehingga Anda lebih mudah bernapas. Jadi, Anda bisa beraktivitas normal, tidur lebih nyenyak, dan lebih fokus. Terapi oksigen bisa dilakukan dengan berbagai cara, yaitu:
  • Menggunakan kanula yang terpasang di kedua lubang hidung dan terhubung ke tabung oksigen
  • Menggunakan masker wajah yang menutupi hidung dan mulut, dan terhubung ke tabung oksigen. Ini digunakan jika Anda membutuhkan lebih banyak oksigen
  • Pembedahan dengan membuat lubang di tenggorokan (trakea), lalu terhubung ke tabung oksigen melalui selang. Cara ini disebut terapi transtrakeal. Ini digunakan pada kondisi yang sangat serius. 
  • Menggunakan tangki oksigen portabel berukuran kecil atau sedang yang bisa dengan mudah Anda bawa. Terapi ini bisa Anda lakukan di rumah bahkan di mana pun saat bepergian.

3. Rehabilitas paru

Ketika penderita PPOK mulai terengah-engah saat berjalan atau menaiki tangga, dokter mungkin akan merekomendasikan rehabilitasi paru (pulmonary rehab) sebagai pengobatan PPOK. Rehabilitasi paru adalah sebuah program yang bertujuan membangun kebugaran tubuh dan membuat penderita PPOK bernapas lebih baik. Program ini akan meliputi beragam aspek, yaitu:Sebelum menjalankan program rehabilitasi paru, dokter akan melakukan tes dan memberikan rujukan. Selanjutnya, Anda akan didampingi oleh tim medis dalam menentukan rencana program yang sesuai dengan kondisi Anda. 

4. Vaksinasi 

Dalam jurnal yang diterbitkan oleh StatPearls Publishing, vaksinasi influenza tahunan direkomendasikan untuk semua penderita PPOK. Pasalnya, flu atau pneumonia bisa memperburuk kondisi PPOK. Meskipun bukan termasuk pengobatan, vaksinasi perlu dilakukan oleh penderita PPOK. Vaksinasi bisa menjadi upaya mencegah komplikasi PPOK dan eksaserbasi.

5. Tindakan medis lain untuk PPOK

Pada kondisi yang lebih parah, di mana gejala tidak bisa lagi dikendalikan, tindakan medis berikut ini mungkin direkomendasikan dokter dalam mengobati PPOK:
  • Bulektomi
  • Operasi pengurangan volume paru-paru
  • Transplantasi paru 

6. Mengubah gaya hidup

Olahraga yang tepat dapat mencegah perburukan gejala PPOK
Olahraga yang tepat dapat mencegah perburukan gejala PPOK
Gaya hidup sehat turut membantu proses penyembuhan dan pengobatan PPOK. Dalam hal ini, gaya hidup sehat bisa membuat penderita PPOK hidup lebih nyaman, berkualitas, dan tetap sehat.Beberapa perubahan gaya hidup untuk mendukung pengobatan PPOK, antara lain menghindari asap rokok, berolahraga teratur, dan pola makan sehat, seperti makanan tinggi protein.Untuk jenis olahraga, Anda sebaiknya berkonsultasi dulu dengan dokter. Pasalnya, salah memilih jenis olahraga malah akan semakin membuat Anda terengah-engah dan sesak napas

7. Konsumsi bahan alami

Tidak hanya pengobatan medis, beberapa bahan alami juga diketahui memiliki sifat farmakologis yang mampu meringankan gejala penyakit paru kronis. Meskipun memerlukan penelitian lanjutan, beberapa bahan alami berikut ini memiliki potensi sebagai obat herbal untuk PPOK: 
  • Thyme
  • Daun ivy
  • Ginseng
  • Kunyit
  • Sage merah 
 Meski beberapa bahan herbal bisa membantu meredakan gejala yang muncul akibat PPOK, Anda tetap tidak boleh menghentikan pengobatan medis yang dianjurkan oleh dokter.Obat herbal untuk PPOK boleh digunakan hanya sebagai pendamping pengobatan utama dan selama dokter mengizinkan. Konsultasikanlah ke dokter sebelum mengonsumsi herbal.Beberapa bahan herbal mungkin saja berinteraksi dengan obat yang dokter berikan, sehingga dapat memengaruhi cara kerjanya.

Apakah penyakit paru-paru kronis bisa sembuh? 

Penyakit paru obstruktif kronis atau PPOK tidak dapat disembuhkan. Kerusakan paru yang sudah terjadi tidak akan bisa dikembalikan. Akan tetapi, jangan berkecil hati terlebih dulu karena PPOK bisa dikendalikan. Namun, pengobatan PPOK yang tepat dapat meringankan gejala dan meningkatkan kualitas hidup penderitanya.Meskipun tidak dapat sembuh, beragam pengobatan PPOK bisa Anda diskusikan dengan dokter untuk tujuan berikut:
  • Meringankan gejala PPOK
  • Memperlambat penurunan fungsi paru
  • Meningkatkan fungsi paru
  • Mengurangi episode kekambuhan dan kesakitan akibat PPOK
  • Meminimalkan risiko komplikasi 
  • Meningkatkan kualitas hidup 

Apa saja komplikasi PPOK? 

Komplikasi PPOK sangat mungkin terjadi jika pengobatan tidak dilakukan dengan baik. Beberapa komplikasi penyakit paru obstruktif kronis antara lain:
  • Infeksi paru, seperti pneumonia
  • Kerusakan paru
  • Kanker paru
  • Hipertensi paru
  • Acute respiratory distress syndrome (ARDS)
  • Gangguan jantung dan pembuluh darah
  • Gagal napas 
  • Kelemahan tangan dan kaki
  • Osteoporosis
  • Diabetes
  • Depresi dan cemas
  • Gangguan tidur
  • Penurunan berat badan
Penyebab PPOK yang utama adalah paparan asap rokok atau kebiasaan merokok. Itu sebabnya, ketimbang mengobati, akan lebih baik jika mencegahnya.Akan tetapi, Anda tak perlu bersedih hati jika telanjur didiagnosis mengalami PPOK. Pengobatan PPOK yang tepat dapat mengurangi risiko perburukan gejala dan mencegah komplikasi yang membahayakan nyawa.Terapi untuk PPOK umumnya akan menyesuaikan dengan tingkat keparahan dan gejala yang Anda alami. Jika masih ada pertanyaan seputar pengobatan PPOK, Anda juga bisa berkonsultasi dengan dokter melalui aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download aplikasinya di App Store dan Google Play sekarang!
penyakit paru-parupenyakit paru obstruktif kronisppok
Web MD. https://www.webmd.com/lung/copd/what-are-treatments-for-copd
Diakses pada 17 September 2021
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/copd/diagnosis-treatment/drc-20353685
Diakses pada 17 September 2021
The European Respiratory Journal. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/16880367/
Diakses pada 17 September 2021
StatPearls. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK559281/
Diakses pada 17 September 2021
Healthline. https://www.healthline.com/health/copd/diet-nutrition#avoid-certain-items
Diakses pada 17 September 2021
Healthline. https://www.healthline.com/health/copd/herbs-supplements#Herbs%20and%20Supplements
Diakses pada 17 September 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait