Pilihan Obat Nyeri Haid Paling Ampuh yang Bisa Dibeli Bebas di Apotek

Obat nyeri haid yang ampuh biasanya berasal dari golongan obat AINS
Obat nyeri haid yang ampuh bisa dibeli di apotek

Kebanyakan perempuan pasti tahu rasanya tidak bisa beraktivitas maksimal akibat nyeri haid yang dirasakan. Tidak hanya sakit di bagian perut, tapi rasa tidak nyaman yang bisa menjalar ke seluruh tubuh. Beruntung, kondisi ini bisa reda jika Anda memilih obat nyeri haid paling ampuh.

Obat yang digunakan untuk meredakan nyeri haid tidak berbeda dari nyeri yang disebabkan oleh kondisi lain seperti sakit gigi atau nyeri sendi. Umumnya, obat-obatan ini masuk ke dalam golongan obat antiinflamasi non-steroid (OAINS) dan bisa dibeli secara bebas di apotek. Berikut ini penjelasan lebih lengkapnya untuk Anda.

Jenis obat nyeri haid yang bisa dikonsumsi

Cara paling praktis untuk meredakan nyeri haid memang dengan mengonsumsi obat pereda nyeri. Namun perlu diingat bahwa selain obat, ada juga cara alami yang bisa dicoba untuk meredakan rasa sakit di sekitar perut dan punggung selama menstruasi.

Jika cara alami tersebut tidak juga berhasil meredaka gejala, maka Anda bisa mulai beralih ke obat-obatan seperti di bawah ini. Namun ingat, sebelumnya, pastikan Anda tidak ada alergi terhadap obat-obatan ini, ya.

1. Ibuprofen

Selain bisa digunakan untuk meredakan demam, sakit punggung, atau sakit gigi, ibuprofen juga bisa digunakan untuk meredakan nyeri haid. Sebagai obat yang masuk dalam golongan OAINS, ibuprofen bekerja dengan cara mengurangi produksi hormon yang menjadi penyebab munculnya peradangan dan nyeri ditubuh.

Obat ini bisa diminum setelah makan dan harus sesuai dengan dosis yang tertera pada kemasan. Jangan minum ibuprofen melebihi dosis yang dianjurkan meski nyeri haid yang dirasakan cukup parah. Sebab pada beberapa orang, obat ini bisa memberikan efek samping berupa perdarahan dan gangguan ginjal.

2. Asam mefenamat

Sama seperti ibuprofen, asam mefenamat juga termasuk sebagai obat golongan OAINS. Karena bersifat asam, obat ini harus diminum setelah Anda makan. Jika memiliki gangguan asam lambung, ada baiknya jika Anda berkonsultasi terlebih dulu dengan dokter sebelum mengonsumsi obat ini.

Asam mefenamat adalah obat yang hanya bisa digunakan untuk jangka pendek, yaitu kurang dari 7 hari, untuk meredakan nyeri yang sifatnya ringan hingga sedang.

3. Naproxen

Naproxen adalah salah satu obat nyeri haid yang dianggap ampuh. Juga masuk ke dalam golongan OAINS, obat ini sebaiknya dikonsumsi dalam dosis yang terkecil terlebih dahulu. Jika mempunyai riwayat asma, Anda tidak disarankan untuk mengonsumsi obat ini.

4. Aspirin

Aspirin juga bisa jadi salah satu pilihan untuk meredakan nyeri haid. Namun obat ini tidak boleh dikonsumsi oleh anak yang masih berusia di bawah 16 tahun. Sama seperti naproxen, obat ini pun sebaiknya tidak dikonsumsi oleh Anda yang punya riwayat asma serta gangguan lambung, ginjal, dan hati.

5. Paracetamol

Berbeda dari keempat obat di atas, paracetamol tidak termasuk dalam golongan OAINS. Jadi jika Anda memiliki alergi terhadap obat-obatan golongan tersebut, paracetamol bisa menjadi salah satu alternatif penggantinya. Obat ini tidak hanya bisa redakan demam, tapi juga rasa sakit tingkat ringan hingga sedang.

Apabila Anda termasuk yang rutin merasakan nyeri haid, mengonsumsi obat satu hari sebelum menstruasi tiba dan dilanjutkan selama 2-3 hari kemudian, bisa membantu mengontrol rasa sakit

Anda juga dapat mengompres area perut atau punggung bawah dengan handuk dan air hangat atau mandi air hangat untuk membuat nyeri jadi lebih cepat reda. Anda juga disarankan untuk lebih banyak istirahat, tidak mengonsumsi terlalu banyak garam, kafein, serta alkohol. Terakhir, memijat punggung atau perut juga dinilai efektif untuk membantu meredakan nyeri haid.

Jika nyeri haid tak kunjung reda setelah minum obat, apa yang harus dilakukan?

Apabila Anda sudah minum obat nyeri haid tapi kondisi ini tidak kunjung mereda setelah 2-3 hari, maka sebaiknya segera hubungi dokter. Nyeri haid adalah hal yang normal terjadi, tapi kondisi ini juga bisa disebabkan oleh penyakit seperti endometriosis, fibroid rahim, atau adenomyosis. Sehingga agar nyeri bisa mereda, kondisi-kondisi ini haruslah diobati.

Saat pertama kali datang untuk pemeriksaan, dokter akan menanyakan soal gejala serta siklus menstruasi yang biasa Anda alami. Dokter juga mungkin akan melakukan pemeriksaan fisik dengan melihat kondisi pinggul, vagina, dan leher rahim Anda serta pemeriksaan penunjang dengan USG.

Apabila ditemukan tanda-tanda yang mengarah pada suatu penyakit, maka dokter akan menentukan diagnosis yang paling tepat dan memberikan pengobatan sesuai dengan kondisi Anda. Jika nyeri haid yang Anda rasakan disebabkan oleh endometriosis dan fibroid rahim, misalnya, maka dokter akan memberikan perawatan dengan melakukan prosedur operasi khusus.

Obat nyeri haid yang paling ampuh memang bisa berbeda tiap orangnya. Ada banyak kondisi yang bisa memengaruhi tubuh seseorang dalam menerima obat yang masuk ke dalamnya. Jika memang nyeri haid yang Anda alami parah dan tidak kunjung reda, jangan ragu untuk memeriksakannya ke dokter. Sebab meski sering terjadi, bisa saja ada penyakit yang bersembunyi di baliknya.

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/menstrual-cramps/symptoms-causes/syc-20374938
Diakses pada 29 Mei 2020

WebMD. https://www.webmd.com/women/menstrual-cramps#1
Diakses pada 29 Mei 2020

Drugs. https://www.drugs.com/condition/dysmenorrhea.html
Diakses pada 29 Mei 2020

NHS. https://www.nhs.uk/conditions/period-pain/
Diakses pada 29 Mei 2020

Artikel Terkait