Ini dia nama obat demam yang bisa Anda beli secara bebas di apotek
Ada empat jenis obat demam yang bisa Anda beli tanpa resep

Demam atau panas badan seringkali muncul saat seseorang mengalami gangguan kesehatan. Demam sendiri bukanlah penyakit, melainkan gejala yang timbul sebagai akibat dari suatu penyakit. Sehingga, jika Anda minum obat demam, yang reda adalah gejalanya, bukan penyakitnya.

Secara normal, demam adalah mekanisme yang terjadi saat tubuh mencoba melawan infeksi akibat bakteri, virus, jamur, atau komponen lain yang berbahaya. Sehingga jika demam yang dirasakan masih ringan, dokter biasanya tidak menyarankan Anda langsung minum obat penurun panas. Sebab, naiknya suhu tubuh ini justru berguna untuk membunuh penyebab penyakit.

Namun, saat suhu tubuh terus naik dan disertai berbagai gejala lain yang membuat Anda merasa tidak enak badan, obat demam dinilai berguna untuk mencegah kejang dan mengurangi keparahan gejala.

Jenis obat demam yang bisa dibeli bebas di apotek

Jenis obat demam yang bisa dibeli bebas adalah paracetamol dan obat-obatan dari golongan antiinflamasi non-steroidal (AINS) seperti ibuprofen, naproxen, dan aspirin.

1. Paracetamol

Paracetamol atau bisa juga disebut dengan acetaminophen adalah obat penurun panas sekaligus pereda nyeri. Obat ini tersedia dalam berbagai sediaan, mulai dari tablet, kapsul, puyer, hingga sirup.

Paracetamol aman untuk dikonsumsi oleh bayi berusia di atas 6 bulan hingga orang dewasa, tapi tentu dengan dosis yang berbeda. Anda harus ikuti instruksi dosis yang ada dikemasan dan jangan mengonsumsi melebihi dosis yang disarankan.

Pada beberapa orang, obat ini bisa menimbulkan efek samping berupa:

  • Mual
  • Muntah
  • Susah tidur
  • Alergi
  • Gatal-gatal dan kemerahan

Apabila Anda termasuk orang yang secara teratur mengonsumsi obat-obatan lain, berhati-hatilah saat minum paracetamol. Sebab, obat ini bisa menimbulkan interaksi yang berbahaya apabila dikonsumsi bersamaan dengan:

  • Obat pengencer darah seperti warfarin
  • Obat turberkulosis atau TBC yang bernama isoniazid
  • Obat kejang, seperti carbamazepine dan phenytoin

2. Ibuprofen

Selain bisa membantu menurunkan panas, obat ini juga dapat meredakan peradangan atau inflamasi dan nyeri di tubuh. Obat ini sudah bisa dikonsumsi oleh anak berusia 6 bulan ke atas dan orang dewasa dengan dosis yang berbeda. Yang penting, selalu ikuti dosis yang tertera di dalam kemasan.

Secara umum ibuprofen aman untuk dikonsumsi, meski bagi beberapa orang bisa menimbulkan efek samping berupa sakit perut. Karena itu, biasanya Anda disarankan minum obat ini setelah makan.

Berhati-hatilah dalam mengonsumsi ibuprofen apabila Anda juga sedang menggunakan obat pegencer darah seperti warfarin secara teratur. Obat ini juga sebaiknya tidak dikonsumsi bersamaan dengan beberpa jenis obat lain seperti:

  • Celecoxib
  • Warfarin
  • Cyclosporine, obat yang bisa menurunkan daya tahan tubuh
  • Diuretik dan obat darah tinggi lainnya

3. Naproxen

Obat demam selanjutnya adalah naproxen. Obat ini baru boleh dikonsumsi oleh anak berusia 12 tahun ke atas. Penggunaan naproxen untuk anak di bawah 12 tahun harus melalui konsultasi dokter terlebih dahulu.

Sama seperti ibuprofen, naproxen juga merupakan obat golongan AINS. Selain menurunkan panas, obat ini juga bisa meredakan peradangan atau inflamasi dan mengurangi rasa nyeri.

Efek samping naproxen mirip dengan efek samping ibuprofen, yaitu bisa menimbulkan sakit perut. Sehingga, Anda disarankan untuk mengonsumsi obat ini setelah makan.

4. Aspirin

Dibanding dengan obat penurun panas golongan AINS lainnya, aspirin cenderung lebih keras, sehingga tidak boleh dikonsumsi oleh anak-anak tanpa konsultasi dokter. Obat ini hanya boleh dikonsumsi secara bebas oleh orang dewasa berusia 18 tahun ke atas.

Selain sakit perut, aspirin juga berpotensi menimbulkan efek samping yang lebih serius seperti perdarahan dan tukak lambung. Sama seperti obat-obatan lainnya, aspirin juga tidak luput dari potensi alergi.

Kapan harus minum obat demam dan kapan tidak disarankan?

Seperti yang telah disinggung di atas, obat demam sebaiknya tidak langsung diberikan begitu Anda atau Si Kecil mengalami kenaikan suhu badan. Pertama-tama, Anda perlu mengukur terlebih dahulu suhu tubuh secara pasti menggunakan termometer.

Setelah mengetahui suhu badan, selanjutnya Anda bisa mengikuti panduan perawatan demam berdasarkan usia berikut ini:

• 0-3 bulan

Jika anak berusia 0-3 bulan mengalami demam, periksa suhu melalui rektal atau anusnya. Jika suhunya mencapai 38°C atau lebih, segera hubungi dokter, meski kenaikan suhu badan tidak disertai dengan gejala lainnya.

• 3-6 bulan

Untuk bayi berusia 3-6 bulan, ambil temperatur anak secara rektal. Jika suhu badan sudah naik dari normal namun belum melebihi 38,9°C, sebaiknya jangan berikan obat demam terlebih dahulu. Biarkan anak istirahat yang banyak dan banyak minum. Ketika suhu badannya sudah melebihi 38,9°C, segera bawa ke dokter.

• 6-24 bulan

Pada anak yang sudah memasuki usia 6-24 bulan obat demam seperti paracetamol dan ibuprofen sudah bisa mulai diberikan apabila suhu tubuhnya mencapai lebih dari 38,9°C. Segera hubungi dokter jika demam tak juga reda 24 jam setelah minum obat penurun panas.

• 2-17 tahun

Pada anak berusia 2-3 tahun, ukur suhunya secara rektal sedangkan pada anak di atas usia 3 tahun suhu sudah bisa diambil secara oral. Jika suhu tubuhnya sedikit di atas normal namun belum melebihi 38,9°C, maka obat demam belum perlu diberikan.

Pada kondisi ini, biarkan anak beristirahat yang cukup dan minum air yang banyak. Namun apabila demam yang dialami membuat anak merasa sangat tidak nyaman atau kesakitan, segera hubungi dokter.

Sementara itu, apabila suhu tubuh anak di atas 38,9°C, maka Anda bisa memberikan paracetamol, ibuprofen, atau naproxen. Segera hubungi dokter apabila demam tidak juga reda tiga hari setelah minum obat penurun panas.

• Di atas 18 tahun

Orang dewasa yang suhu badannya naik tapi belum melebihi 38,9°C, disarankan untuk banyak istirahat dan minum air putih. Anda disarankan tidak minum obat demam kecuali suhu tubuh sudah melebihi 38,9°C.

Semua jenis obat demam yang disebutkan di atas, bisa dikonsumsi orang yang sudah berusia di atas 18 tahun. Jika minum lebih dari satu jenis obat, pastikan Anda tidak mengonsumsi dua jenis paracetamol secara bersamaan, misalnya paracetamol untuk obat demam dan obat batuk sekaligus.

Segera hubungi dokter jika suhu tubuh naik hingga di atas 39,4°C. Anda juga disarankan untuk segera memeriksakan diri ke dokter jika demam tidak kunjung reda setelah tiga hari.

Perlu diingat bahwa mekanisme tubuh dalam menghadapi demam bisa berbeda bagi setiap orang. Pada beberapa anak, suhu tubuh sedikit melebihi normal sudah bisa memicu kejang. Sehingga, panduan di atas bisa saja dimodifikasi sesuai anjuran dokter atau kondisi masing-masing orang.

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/fever/in-depth/fever/art-20050997
Diakses pada 7 Mei 2020

Healthline. https://www.healthline.com/health/infection/fever-reducers
Diakses pada 7 Mei 2020

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/168266
Diakses pada 7 Mei 2020

Artikel Terkait