6 Pilihan Makanan Penambah Berat Badan Bayi yang Menyehatkan

(0)
31 Jul 2020|Nenti Resna
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Salah satu makanan penambah berat badan bayi adalah telurTelur dapat membantu meningkatkan berat badan bayi
Salah satu indikator tumbuh kembang bayi yang baik adalah bertambahnya berat badan secara ideal. Pada saat berusia 1 tahun, bayi harus menambah berat badannya menjadi tiga kali lipat berat lahirnya.Jika bayi mengalami kenaikan berat badan yang tidak beraturan atau bahkan tidak naik sama sekali, sebaiknya Anda segera mengonsultasikan masalah ini dengan dokter anak. Di samping itu, Anda juga dapat memberikan beberapa makanan penambah berat badan bayi yang efektif meningkatkan bobot Si Kecil.

Makanan penambah berat badan bayi

Ada banyak faktor yang dapat menyebabkan penambahan berat badan bayi terlambat. Sebagai solusinya, menambahkan makanan berkalori tinggi dapat menjadi pilihan.Dilansir dari Mashed, bayi membutuhkan antara 50-55 kalori per pound (0,45 kg) berat badan per hari selama 6 bulan pertama. Selanjutnya, dibutuhkan sekitar 45 kalori per pound per hari.Terkadang, bayi hanya membutuhkan tambahan kalori dan lemak sehat untuk menambah berat badan agar tetap dalam kisaran normal. Berikut adalah beberapa makanan penambah berat badan bayi yang sehat.  

1. Air Susu Ibu (ASI) atau ASI yang diperkaya

Berdasarkan studi pada tahun 2018, bayi yang mengonsumsi ASI eksklusif setidaknya selama 6 bulan, memiliki pertumbuhan berat badan lebih seimbang (tidak berlebihan atau kekurangan) pada saat berusia 1 tahun. Diperkirakan hal ini berkaitan dengan kandungan enzim-enzim tertentu yang terdapat pada ASI.Apabila bayi membutuhkan asupan ASI lebih banyak tapi Anda kesulitan untuk memenuhinya, memperkaya ASI dengan susu formula bisa menjadi cara yang baik untuk meningkatkan kalori ASI sekaligus tetap mempertahankan manfaat terbaik ASI.

2. Keju

Mengenalkan makanan padat pada bayi di bawah 5 bulan bisa jadi berbahaya. Oleh karena itu, perkenalkan makanan padat mulai dari bayi berusia sekitar 5-7 bulan.Apabila bayi telah cukup usia untuk konsumsi makanan padat, keju bisa menjadi makanan tambahan yang baik untuk menambah kalori. Tambahkan keju pada berbagai jenis makanan atau camilan bayi. Tapi perlu diingat bahwa beberapa bayi mungkin alergi pada jenis makanan berbahan dasar susu.

3. Alpukat

Alpukat bisa menjadi sumber kalori yang sehat sebagai makanan penambah berat badan bayi. Selain itu, kandungan asam lemak omega-3 pada alpukat juga bermanfaat menyehatkan jantung. Tekstur alpukat yang lembut sangat cocok dikonsumsi oleh bayi yang baru mengenal makanan padat.

4. Telur

Kenalkan telur secara perlahan dan terpisah dari makanan lain karena makanan ini berpotensi menyebabkan alergi.Jika bayi tidak alergi, telur dapat diolah menjadi telur orak-arik sebagai makanan penambah berat badan bayi. Telur merupakan makanan yang tinggi kalori, dalam satu butir telur yang direbus mengandung 70 kalori.

5. Kacang dan selai kacang

Kacang atau selai kacang juga bisa menjadi penambah berat badan bayi yang sehat. Perlu diperhatikan cara pemberian kacang agar tidak membuat bayi tersedak.Sebaiknya campurkan satu sendok teh selai kacang dengan jenis makanan lain, misalnya bubur bayi, agar teksturnya lembut dan sesuai untuk bayi.

6. Ubi jalar

Pemanis buatan dan makanan yang terlalu banyak mengandung gula sebaiknya dijauhkan dari bayi. Sebagai alternatifnya, ubi jalar bisa menjadi pilihan camilan sehat untuk menambah berat badan bayi.Kebutuhan bayi Anda mungkin akan berbeda dengan bayi lain. Apabila setelah diberi makanan penambah berat badan bayi belum ada perubahan, segera bawa bayi Anda ke dokter anak.

Pertumbuhan bayi berdasarkan penambahan berat badan

Ada perbedaan antara pertumbuhan bayi normal tapi kenaikan berat badannya lambat dengan bayi yang memiliki masalah kenaikan berat badan.Bayi yang secara alami lambat dalam kenaikan berat badan memiliki karakteristik berikut:
  • Tetap mengalami kenaikan berat badan secara stabil walaupun perlahan.
  • Tetap berada pada kurva pertumbuhan tertentu.
  • Perkembangan panjang tubuh dan lingkar kepala yang sesuai dengan laju pertumbuhan tipikal.
  • Bangun sendiri dan ingin menyusu sekitar 8 hingga 12 kali dalam 24 jam. Semakin bertambah usianya, mungkin semakin jarang menyusu.
  • Buang air besar atau kecil dengan frekuensi yang sama dengan bayi yang tumbuh lebih cepat.
Akan tetapi, Anda perlu khawatir apabila Si Kecil tidak naik berat badannya dan memiliki karakteristik berikut:
  • Apabila bayi tidak bertambah sekitar 30 gram per hari hingga usia 3 bulan.
  • Tidak bertambah sekitar 20 gram per hari antara 3 dan 6 bulan.
  • Mengalami penurunan berat badan dan tidak mendapatkan kembali berat lahir 10 sampai 14 hari setelah kelahiran.
  • Mengalami penurunan dalam tingkat pertumbuhan (berat, panjang, atau lingkar kepala) secara dramatis dari kurva sebelumnya.
Jika hal di atas terjadi, segera bawa bayi ke dokter anak untuk mendapatkan penanganan dan solusi yang tepat agar pertumbuhan Si Kecil terjaga.
mpasimakanan bayi
Parents
https://www.parents.com/baby/development/growth/baby-weight-gain/
Diakses 19 Juli 2020
Stanford Children
https://www.stanfordchildrens.org/en/topic/default?id=slow-or-poor-infant-weight-gain-90-P02880
Diakses 19 Juli 2020
Mashed
https://www.mashed.com/146569/the-best-foods-to-help-your-baby-gain-weight/
Diakses 19 Juli 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait