Salah satu cara mengobati sindrom iritasi usus besar adalah mengatur pola makan dengan tepat.
Sindrom iritasi usus besar adalah kondisi gangguan yang dapat memengaruhi kinerja usus besar

Irritable bowel syndrome (IBS) atau sindrom iritasi usus besar adalah kondisi gangguan yang dapat memengaruhi kinerja usus besar. Umumnya gejala sindrom iritasi usus besar, termasuk perut kram, sakit perut, perut kembung, kentut berlebihan, diare, sembelit, hingga ada lendir di feses. Lantas, adakah cara mengobati sindrom iritasi usus besar yang tepat dilakukan?

Cara mengobati sindrom iritasi usus besar

Sebenarnya, hingga saat ini belum ada cara mengobati sindrom iritasi usus besar yang tepat untuk dilakukan. Pengobatan irritable bowel syndrome atau sindrom iritasi usus besar hanya ditujukan untuk meringankan gejala yang ditimbulkan dengan melakukan pola hidup yang tepat dan sehat.

Berikut adalah cara mengobati sindrom iritasi usus besar yang bisa Anda lakukan di rumah.

1. Mengatur pola makan

Salah satu cara mengobati sindrom iritasi usus besar adalah mengatur pola makan dengan tepat. Mengatur pola makan yang tepat, termasuk:

  • Mengolah makanan yang dimasak sendiri di rumah.
  • Mengonsumsi makanan dengan porsi kecil, tetapi frekuensinya lebih sering.
  • Tidak telat makan.
  • Mengunyah makanan dengan baik, jangan terburu-buru.
  • Mencukupi kebutuhan air putih, paling tidak 8 gelas air putih.
  • Menghindari makanan berlemak dan makanan kaleng.
  • Mengonsumsi buah tidak lebih dari 3 porsi (satu porsi sekitar 80 g).

2. Menghindari makanan yang dapat memicu timbulnya gejala IBS

Jika Anda didiagnosis mengidap sindrom iritasi usus besar, ada beberapa jenis makanan yang perlu dihindari karena dapat memicu timbulnya gejala penyakit. Misalnya:

  • Makanan yang mengandung gas. Jika Anda mengalami gejala IBS, seperti perut kembung atau bergas, sebaiknya hindari makanan yang mengandung gas, seperti brokoli, kembang kol, kubis, dan kacang-kacangan. Ini termasuk juga menghindari minuman berkafein, minuman berkarbonasi, dan minuman beralkohol.
  • Makanan yang mengandung gluten. Beberapa hasil penelitian menyebutkan bahwa pasien sindrom iritasi usus besar tidak mengalami gejala diare setelah mengurangi konsumsi makanan yang mengandung gluten (seperti gandum).
  • Makanan yang mengandung karbohidrat. Pasien IBS mungkin ada yang sensitif terhadap beberapa jenis karbohidrat, seperti fruktosa, laktosa, dan lainnya yang dikenal dengan istilah FODMAPs. FODMAPs adalah sekelompok karbohidrat mengandung oligosakarida fermentasi, disakarida, monosakarida, dan poliol, yang dapat ditemui pada beberapa jenis biji-bijian, sayuran, buah, dan produk olahan susu.

Sebaiknya, Anda berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter atau ahli gizi sebelum memutuskan untuk membatasi atau mengurangi konsumsi makanan tersebut.

3. Meningkatkan konsumsi serat

Konsumsi serat, seperti biji-bijian utuh, sayuran, buah, dan kacang-kacangan dapat membantu mengurangi sembelit. Namun, di sisi lain, serat juga dapat memicu perut terasa kram dan kembung.

Oleh sebab itu, sebaiknya lakukan proses ini secara bertahap, jangan terburu-buru, karena dapat membuat gejala sindrom iritasi usus besar kian memburuk.

4. Mengonsumsi probiotik

Cara mengobati sindrom iritasi usus besar berikutnya adalah dengan mengonsumsi probiotik. Probiotik dapat membantu sistem pencernaan lebih sehat dengan mengembalikan keseimbangan bakteri normal dalam usus secara alami.

Beberapa hasil studi mengemukakan bahwa konsumsi probiotik dapat membantu mengendalikan gejala IBS, seperti perut kembung, sakit perut, dan diare. Anda dapat menemukan kandungan probiotik dalam yogurt atau beberapa jenis suplemen makanan.

5. Mengurangi stres

Pada beberapa kasus, sindrom iritasi usus besar dapat dipicu oleh kondisi stres. Stres memang bukan penyebab sindrom iritasi usus besar, tetapi sama halnya penyakit apa pun, stres bisa mengakibatkan gejala sindrom iritasi usus besar semakin memburuk.

Maka dari itu, penting untuk mengurangi stres sebagai salah satu cara mengobati sindrom iritasi usus besar. Misalnya, dengan relaksasi, yoga, atau meditasi, untuk membantu mengurangi gejala sindrom iritasi usus besar.

6. Melakukan olahraga secara rutin

Cara mengobati sindrom iritasi usus besar lainnya adalah dengan melakukan olahraga secara rutin. Selain dapat mengurangi stres dan depresi, olahraga dapat meningkatkan pergerakan usus sehingga Anda merasa lebih baik.

Anda bisa berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu untuk menentukan jenis olahraga yang boleh dan tidak boleh dilakukan untuk pasien IBS.

7. Mengonsumsi obat-obatan

Selain melakukan pola hidup yang tepat, cara mengobati sindrom iritasi usus besar juga perlu didukung oleh konsumsi obat-obatan tertentu. Pastikan Anda berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan rekomendasi obat-obatan yang sesuai dengan gejala sindrom iritasi usus besar yang Anda alami.

Obat-obatan untuk mengobati sindrom iritasi usus besar yang biasanya diresepkan oleh dokter, di antaranya:

  • Obat antidiare. Dokter Anda mungkin meresepkan obat antidiare, seperti loperamide. Obat ini dapat mengurangi gejala diare, tetapi tidak dapat mengatasi gejala IBS lainnya, seperti sakit perut atau sembelit.
  • Obat-obatan antikolinergik. Obat antikolinergik, seperti dicyclomine, dapat membantu meringankan sakit perut mirip kejang yang menyakitkan. Obat ini terkadang diresepkan juga bagi pasien IBS dengan gejala diare. Meski aman, obat antikolinergik bisa menyebabkan efek samping, seperti sembelit hingga mulut kering.
  • Obat pencahar untuk sembelit. Jenis obat ini mungkin diresepkan bagi orang dengan sindrom iritasi usus besar yang cenderung menimbulkan sembelit. Pastikan Anda menggunakan obat pencahar ini sesuai dosis yang diresepkan oleh dokter.
  • Antidepresan trisiklik. Antidepresan trisiklik dapat membantu meringankan depresi serta menghambat aktivitas saraf yang berfungsi mengendalikan usus sehingga dapat mengurangi rasa sakit. Jika Anda mengalami diare dan sakit perut tanpa depresi, dokter mungkin meresepkan imipramine, desipramine, atau nortriptyline dengan dosis yang lebih rendah.
  • Antidepresan SSRI. Antidepresan selective serotonin reuptake inhibitor (SSRI), seperti fluoxetine atau paroxetine, dapat membantu meringankan pasien IBS yang depresi serta mengalami gejala sakit perut dan sembelit.
  • Obat sakit perut. Dokter mungkin akan meresepkan pregabalin atau gabapentin untuk membantu mengurangi gejala IBS berupa perut kembung dan sakit perut yang terasa parah.

Catatan dari SehatQ

Memang belum ada perawatan sindrom usus besar yang spesifik bagi setiap penderita sindrom iritasi usus besar (irritable bowel syndrome/IBS). Akan tetapi, ada beberapa cara mengobati sindrom iritasi usus besar untuk mengurangi gejala penyakit sehingga orang dengan IBS dapat menjalani hidup dengan normal.

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/irritable-bowel-syndrome/diagnosis-treatment/drc-20360064
Diakses pada 28 Mei 2020

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/irritable-bowel-syndrome/symptoms-causes/syc-20360016
Diakses pada 28 Mei 2020

NHS. https://www.nhs.uk/conditions/irritable-bowel-syndrome-ibs/diet-lifestyle-and-medicines/
Diakses pada 28 Mei 2020

John Hopkins Medicine. https://www.hopkinsmedicine.org/health/treatment-tests-and-therapies/irritable-bowel-syndrome-treatment
Diakses pada 28 Mei 2020

Artikel Terkait