Pilihan Alat Kontrasepsi Pria dan Wanita untuk Langgengkan Keluarga Berencana

Ada dua pilihan alat kontrasepsi untuk pria, yakni kondom dan tindakan vasektomi
Kondom pria merupakan salah satu alat kontrasepsi, yang efektif untuk mencegah terjadinya kehamilan

Pemerintah Republik Indonesa, melalui Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), kembali menggaungkan program Keluarga Berencana. Usaha membangkitkan program ini, ditandai dengan digelarnya The First International Conference on Indonesian Family Planning and Reproductive Health, 30 September-2 Oktober 2019 di Yogyakarta.

Program Keluarga Berencana (KB) memang penting dilakukan, sebagai usaha untuk mengendalikan laju pertumbuhan penduduk. Selain itu, dari sisi kesehatan, motto “dua anak lebih baik” bagi setiap keluarga, bertujuan agar sang ibu lebih mampu untuk produktif, serta untuk menurunkan risiko kematian ibu dan bayi.

Anda bisa mulai mendukung program pemerintah tersebut, dimulai dari keluarga sendiri. Program KB bisa dilakukan, salah satunya dengan memahami pilihan alat kontrasepsi, atau alat untuk mencegah terjadinya kehamilan. Ada beberapa macam alat kontrasepsi, untuk pria maupun wanita, yang bisa Anda pilih bersama pasangan.

Macam-macam alat kontrasepsi pria

Hingga saat ini, di Indonesia, terdapat dua jenis alat kontrasepsi untuk pria, demi mencegah terjadinya kehamilan. Alat kontrasepsi pria tersebut, berupa kondom serta metode vasektomi.

  • Kondom

Kondom merupakan alat kontrasepsi yang berfungsi mencegah kehamilan, dengan efektivitas hingga 98%. Tak hanya itu, kondom juga dapat melindungi Anda dari infeksi menular seksual, seperti herpes dan klamidia.

Untuk penggunaan kondom yang optimal, pastikan Anda memilih kondom yang berbahan dasar lateks atau polyurethane. Perhatikan pula tanggal kedaluwarsa alat kontrasepsi pria tersebut.

  • Vasektomi

Vasektomi atau streilisasi pria sebenarnya bukan alat, melainkan sebuah prosedur untuk menghindari kehamilan, dan dianggap paling efektif untuk pria.

Prosedur vasektomi dilakukan dengan memotong dan menutup tabung, yang dilewati sperma untuk mencapai testis. Ini merupakan metode kontrasepsi yang permanen untuk pria.

Jenis-jenis alat kontrasepsi wanita

Alat kontrasepsi wanita memang lebih banyak daripada alat kontrasepsi pria. Beberapa yang umum digunakan di Indonesia, yakni pil kombinasi, suntik progestin, implan progestin, kondom wanita, serta alat kontrasepsi bawah rahim.

  • Pil kombinasi

Pil kombinasi merupakan kontrasepsi oral, yang mengandung hormon progestin dan estrogen. Pil kombinasi ini mencegah kehamilan, dengan cara menghambat indung telur atau ovarium, untuk melepaskan sel telur. Selain itu, pil ini juga menebalkan lendir serviks, sehingga menghambat pembuahan dari sel sperma.

Berkonsultasilah dengan dokter, untuk mendapatkan pil kombinasi hormon ini. Sebelum pemberian resep, dokter akan melakukan pengecekan tekanan darah, serta mengkaji riwayat kesehatan dan obat yang dikonsumsi.

  • KB Suntik

Pilihan lain untuk alat kontrasepsi wanita, yakni suntik progestin. Suntik progestin, yang juga membantu menghambat pembuahan dan penebalan lendir serviks, memiliki efektivitas sebesar 99% dalam mencegah kehamilan.

Untuk hasil yang optimal, Anda bisa melakukan suntik progestin sekali 3 bulan.

  • Alat kontrasepsi bawah kulit

Alat kontrasepsi bawah kulit (AKBK) atau implan progestin, merupakan metode pencegah kehamilan, yang dilakukan dengan memasukkan tabung plastik kecil di bawah kulit lengan atas. Tabung tersebut berisi hormon progestin, yang dilepaskan dengan perlahan untuk menebalkan lendir serviks.

  • Kondom wanita

Tak hanya pria, wanita juga memiliki kondom yang dapat menghambat pembuahan sel telur untuk pencegahan kehamilan. Kondom wanita berbentuk kantong lembut yang memiliki cincin di kedua ujungnya.

Cincin yang tertutup ditempatkan di dalam vagina, dan yang terbuka berada di luar vagina. Penggunaan kondom wanita mirip dengan pemakaian tampon. Jika belum terbiasa, Anda bisa berkonsultasi dengan dokter mengenai penggunaan kondom ini.

  • Alat kontrasepsi bawah rahim

Alat kontrasepsi bawah rahim (AKDR), atau sering disebut sebagai intrauterine devices (IUD), juga menjadi pilihan alat kontrasepsi wanita non-hormonal. Alat ini berbentuk tabung yang ditempatkan di dinding rahim, untuk mencegah terjadinya pembuahan.

Terdapat dua jenis IUD, yakni yang bersifat hormonal, dan non-hormonal. IUD hormonal mengeluarkan hormon progestin. Sementara itu, IUD non-hormonal memiliki bentuk tertutup, dengan logam tembaga. Keduanya sama-sama efektif dalam mencegah kehamilan, dengan efektivitas 99%.

Penting untuk diingat, pemasangan kontrasepsi IUD hanya boleh dilakukan oleh tenaga medis profesional. Selain itu, Anda bisa menjalani pemasangan IUD, saat sedang tidak hamil

Catatan dari SehatQ

Program keluarga berencana (KB) tak hanya sebatas melindungi ekonomi negara, melainkan juga memberikan manfaat kesehatan untuk ibu dan bayi. Pilihan alat kontrasepsi, untuk menjalankan program KB, bisa Anda diskusikan bersama dengan pasangan. Beberapa di antaranya hanya boleh dilakukan dengan bantuan tenaga medis. Oleh karena itu, ada baiknya Anda berkonsultasi dengan bidan maupun dokter untuk mengetahui pilihan alat KB yang tepat.

Healthline. https://www.healthline.com/health/birth-control-iud
Diakses pada 4 Oktober 2019

Healthline. https://www.healthline.com/health/birth-control/birth-control-pill-vs-shot
Diakses pada 4 Oktober 2019

Kementerian Kesehatan RI. http://www.depkes.go.id/article/view/19070200001/menkes-lantik-kepala-bkkbn.html
Diakses pada 4 Oktober 2019

Kementerian Kesehatan RI. http://www.depkes.go.id/development/site/jkn/index.php?view=print&cid=20143250001&id=menkes-kontrasepsi-bukan-hanya-urusan-perempuan-laki-laki-juga-harus-berperan
Diakses pada 4 Oktober 2019

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/tests-procedures/combination-birth-control-pills/about/pac-20385282
Diakses pada 4 Oktober 2019

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/tests-procedures/contraceptive-implant/about/pac-20393619
Diakses pada 4 Oktober 2019

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/tests-procedures/female-condom/about/pac-20394129
Diakses pada 4 Oktober 2019

MetroTV News. https://www.metrotvnews.com/play/NgxC79p3-indonesia-kembali-gaungkan-program-kb
Diakses pada 4 Oktober 2019

The First International Conference on Indonesian Family Planning and Reproductive Health. http://icifprh.id/icifprh-on-news/
Diakses pada 4 Oktober 2019

Web MD. https://www.webmd.com/sex/birth-control/what-are-female-condoms
Diakses pada 4 Oktober 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed