Pilih Shampo untuk Dermatitis Seboroik dengan Bahan Aktif yang Ampuh

Shampo untuk dermatitis seboroik sebaiknya mengandung bahan-bahan aktif tertentu yang bisa membantu untuk mengatasinya
Keramas dengan shampo untuk dermatitis seboroik beberapa kali dalam seminggu agar gejalanya berkurang

Dermatitis seboroik adalah gangguan pada kulit yang menimbulkan bercak-bercak bersisik, kulit kemerahan dan di kulit kepala muncul ketombe. Meski tidak berbahaya, penyakit ini memang sangat mengganggu penampilan.

Dalam mengatasi ketombe, coba gunakan shampo untuk dermatitis seboroik. Namun pemilihan shampo ini tidak boleh sembarangan karena bahan aktif di dalamnya perlu dicermati agar tepat guna.

Sebelum mengetahui apa saja jenis bahan kimia yang sebaiknya ada dalam shampo untuk mengatasi dermatitis seboroik, ada baiknya kita mengenali masalah kulit ini lebih jauh dulu.

Kenapa dermatitis seboroik bisa muncul?

Para dokter sendiri tidak mengetahui pasti apa yang menjadi penyebab dermatitis seboroik. Diduga gangguan kulit ini muncul karena pengaruh faktor genetik serta respons dari sistem kekebalan tubuh atau alergi. Ada juga dugaan bahwa jamur jenis Malassezia di kulit kepala meninggalkan sisa metabolismenya yang kemudian menjadi ketombe. 

Selain menyerang di kulit kepala, dermatitis seboroik juga bisa memengaruhi bagian kulit tubuh yang banyak mengandung kelenjar minyak. Misalnya, pada wajah (terutama di sekitar alis), telinga, dan dada.

Terkadang, tanpa pengobatan apa pun, gangguan dermatitis seboroik bisa hilang sendiri. Meski begitu, masalah kulit ini juga bisa kambuh kembali. 

Gejala-gejala penyakit dermatitis seboroik meliputi gatal-gatal di kulit dan kulit memerah. Muncul bercak-bercak pada kulit yang dipenuhi kulit kering bersisik, dan muncul ketombe di rambut, kumis, serta jenggot. 

Dermatitis seboroik tidak bisa disembuhkan secara total. Pengobatan tetap bisa diberikan untuk mengurangi keluhan, seperti gatal-gatal sekaligus mencegah terjadinya infeksi pada kulit. Penanganan biasanya tergantung usia dan lokasi kulit yang terkena serangan. 

Bila terjadi pada orang dewasa, penggunaan shampo antiketombe atau shampo untuk dermatitis seboroik dengan bahan-bahan khusus bisa membantu mengatasi gejala-gejala yang terasa.

Bahan aktif dalam shampoo untuk dermatitis seboroik

Shampo yang dijual bebas biasanya sudah cukup ampuh untuk mengatasi serangan ketombe. Namun seringkali dibutuhkan juga pengobatan dari dokter guna meredakan keluhan-keluhan yang muncul di kulit selain kepala. 

Shampo antiketombe atau shampo untuk dermatitis seboroik umumnya mengandung bahan-bahan aktif sebagai berikut:

  • Selenium sulfide

Selenium sulfide berfungsi sebagai antijamur di kulit kepala. Bila digunakan minimal dua kali dalam seminggu, shampoo dengan kandungan bahan aktif ini akan mengurangi jumlah sel kulit mati yang menjadi ketombe, serta meredakan rasa gatal atau iritasi di kulit kepala. 

  • Pyrithione zinc

Shampo yang mengandung pyrithione zinc memiliki manfaat sebagai antimikroba sekaligus antijamur. Penggunaan shampoo juga mampu mengurangi gatal-gatal di kulit kepala.

Shampo untuk dermatitis seboroik yang dijual bebas umumnya memiliki kandungan pyrithione zinc sebesar satu sampai dua persen. 

  • Asam salisilat

Bahan aktif ini juga berperan sebagai antijamur, antibakteri, dan membantu pengelupasan sel-sel kulit mati. Tujuan penambahan asam salisilat dalam shampo adalah mengurangi penumpukan sel-sel kulit mati yang menjadi ketombe.

  • Ketoconazole

Bahan aktif ketoconazole biasa digunakan di dalam shampoo antiketombe. Fungsinya adalah mencegah pertumbuhan jamur dan sebagai anti peradangan ringan.

Ketika ketombe sudah teratasi, shampo dengan kandungan ketoconazole bisa tetap digunakan sebanyak satu atau dua kali dalam seminggu guna mengendalikan munculnya ketombe. 

  • Coal tar

Shampo dengan bahan aktif coal tar memiliki fungsi mencegah pertumbuhan jamur, mengurangi produksi minyak di kulit kepala dan mengurangi peradangan. Coal tar sama efektifnya dengan ketoconazole dalam mengatasi masalah ketombe. 

Shampo untuk dermatitis seboroik boleh digunakan setiap hari untuk mengatasi keluhan ketombe. Namun jika keluhan sudah mereda, cukup gunakan sekali atau dua kali seminggu.

Bisa juga dikombinasikan dengan pemakaian shampo biasa untuk mencegah ketombe parah muncul kembali. Selalu baca dan ikuti instruksi pemakaian yang tertera di kemasan shampo.

Tak hanya orang dewasa, dermatitis seboroik juga bisa terjadi pada bayi. Karena jenis kulit bayi lebih sensitif, penanganannya tentu saja berbeda dengan orang dewasa.

Dermatitis seboroik pada bayi

Dermatitis seboroik juga sering terjadi pada bayi, dan istilah lainnya adalah cradle cap. Gejalanya berupa munculnya kerak kekuningan atau kecoklatan di bagian kepala bayi yang ditumbuhi rambut, di dahi, di sekitar alis, dan di telinga. Jika munculnya di area lipatan kulit atau area yang tertutup popok, dermatitis seboroik pada bayi akan berupa kemerahan di kulit. 

Sama seperti dermatitis seboroik pada orang dewasa, dermatitis seboroik pada bayi pun tidak berbahaya. Gejalanya bisa hilang sendiri seiring pertambahan usia bayi. 

Untuk mengatasinya, Anda biasa cukup dengan mengeramasi kepala bayi tiap hari. Boleh juga mengoleskan minyak zaitun pada kerak-kerak di kepala buah hati. Setelah kerak melunak, gosoklah lembut hingga kerak rontok.

Bila ingin menggunakan shampo untuk dermatitis seboroik pada bayi, Anda sebaiknya mengonsultasikannya ke dokter terlebih dulu. Pasalnya, kulit kepala bayi jauh lebih sensitif dibandingkan dengan orang dewasa.

Healthline. https://www.healthline.com/health/shampoo-seborrheic-dermatitis
Diakses pada 25 Juni 2019

American Academy of Dermatology. https://www.aad.org/public/diseases/scaly-skin/seborrheic-dermatitis#treatment
Diakses pada 25 Juni 2019

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/seborrheic-dermatitis/symptoms-causes/syc-20352710
Diakses pada 25 Juni 2019

Banner Telemed