Pikiran Intrusif Adalah Pikiran yang Mengganggu Dalam Kepala, Ini Cara Mengatasinya


Pikiran intrusif adalah pikiran yang mengganggu dalam kepala. Pikiran ini seringkali muncul tiba-tiba menimbulkan rasa tidak nyaman bagi orang yang mengalaminya.

(0)
Pikiran intrusif sering mengganggu dan muncul tiba-tiba di kepalaPikiran intrusif adalah pikiran yang menganggu dalam kepala
Pernahkah Anda merasa terganggu dengan pikiran yang ada di dalam kepala sendiri? Sebagai contoh, Anda mungkin pernah memiliki pikiran untuk memukul wajah teman atau menghabiskan waktu berdua dengan pacar sahabat sendiri. Jika iya, pikiran tersebut merupakan bentuk pikiran intrusif.Pikiran intrusif adalah salah satu tanda adanya masalah kesehatan dalam diri Anda. Kondisi ini mungkin hanya lewat begitu saja, namun seringkali memicu rasa tak nyaman hingga stres pada orang yang mengalaminya.

Apa penyebab munculnya pikiran intrusif?

Pikiran ini dapat muncul begitu saja tanpa sebab di kepala Anda secara tiba-tiba. Namun, pada beberapa kasus, penyebab dari pikiran intrusif adalah adanya masalah kesehatan mental dalam diri Anda. Beberapa gangguan pada otak juga turut berkontribusi dalam munculnya pikiran ini.Sejumlah penyebab munculnya pikiran intrusif adalah sebagai berikut:Untuk mengetahui kondisi yang mendasarinya, konsultasikan diri Anda ke dokter. Mengetahui penyebabnya dapat mempermudah Anda dalam menentukan tindak penanganan agar pikiran intrusif tidak muncul kembali.

Jenis-jenis pikiran intrusif yang umum terjadi

Pikiran intrusif terbagi ke dalam beberapa jenis, yaitu:

1, Seksual

Ketika melihat lawan jenis, pikiran intrusif seksual seringkali terlintas dalam kepala. Meskipun begitu, Anda tidak perlu khawatir karena hal tersebut sangat wajar terjadi. Menurut ahli, Anda hanya harus menganggap pikiran itu sebagai angin lalu saja dan tidak perlu memikirkannya terlalu dalam.

2. Kekerasan

Terkadang, Anda mungkin mempunyai pikiran intrusif kekerasan seperti melukai diri sendiri maupun orang lain. Umumnya, pikiran tersebut hanya terlintas begitu saja di kepala tanpa ada keinginan untuk melakukan tindak lanjut. Namun, jika menemukan diri sendiri berkeinginan mewujudkannya secara nyata, mintalah bantuan profesional untuk mengelola emosi Anda.

3. Pikiran negatif

Berpikir negatif, baik tentang diri sendiri atau orang lain, adalah hal yang wajar. Anda mungkin menganggap diri sendiri sebagai orang yang gagal jika tidak berhasil mencapai tujuan tertentu. Pikiran ini biasanya akan hilang dengan sendirinya seiring berjalannya waktu. Namun, apabila pikiran itu berubah menjadi kecemasan berlebihan, berkonsultasilah ke psikiater atau psikolog.

4. Hubungan

Kekhawatiran yang muncul ketika menjalani hubungan kerap kali memunculkan pikiran intrusif dalam kepala. Contohnya, mungkin pernah terlintas di pikiran bahwa pasangan selingkuh atau sahabat Anda berkhianat di belakang.

Benarkah pikiran intrusif memengaruhi perilaku seseorang?

Pikiran intrusif umumnya tidak akan memengaruhi perilaku seseorang. Pikiran tersebut hanya terlintas begitu saja di kepala dan tidak mengarah pada tindakan. Mereka yang mengalaminya seringkali bekerja keras untuk melawan pikiran ini untuk mencegahnya terwujud.Jika mengalaminya, Anda tidak perlu berpikir terlalu dalam karena pikiran intrusif tidak memiliki makna yang berarti. Anda tidak harus melihatnya sebagai tanda atau peringatan akan sesuatu. Pikiran yang muncul terkadang bertentangan dengan sifat orang yang memikirkannya.

Cara mengatasi pikiran intrusif yang terus muncul di kepala

Cara terbaik untuk mengelola pikiran intrusif adalah dengan mengurangi kepekaan terhadap apa yang Anda pikirkan. Beberapa pilihan perawatan yang mungkin akan membantu, antara lain:
  • Terapi perilaku kognitif (CBT)

Terapi wicara sebagai bagian dari CBT adalah cara Anda mendiskusikan pikiran yang membuat stres dengan ahli kesehatan mental. Ahli kesehatan mental kemudian akan mengajarkan Anda cara untuk berpikir dan bereaksi terhadap pikiran intrusif.
  • Konsumsi obat-obatan tertentu

Untuk pikiran intrusif yang terjadi karena ketidakseimbangan senyawa kimia dalam otak, dokter mungkin akan meresepkan obat untuk. Kondisi ini umum terjadi pada penderita gangguan obsesif kompulsif dan depresi. Obat yang diberikan bisa berupa antidepresan dan penghambat reuptake serotonin selektif (SSRIs).
  • Self-care

Tindakan paling mudah yang bisa Anda lakukan untuk mengelola pikiran intrusif adalah dengan menganggapnya sebagai angin lalu. Perawatan diri dengan belajar mengelola stres dan metode koping juga dapat membantu frekuensi munculnya pikiran tersebut di dalam kepala Anda. 

Catatan dari SehatQ

Pikiran intrusif seringkali mengganggu pikiran, namun Anda sebaiknya hanya menganggapnya sebagai angin lalu saja. Jika pikiran ini muncul sebagai gejala dari masalah kesehatan tertentu, beberapa pilihan perawatan seperti terapi perilaku kognitif, konsumsi obat, hingga menerapkan self-care dapat membantu mengelolanya.Untuk berdiskusi lebih lanjut mengenai pikiran intrusif dan cara mengatasinya dengan tepat, tanyakan langsung ke dokter di aplikasi kesehatan SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
hubungan seksualkesehatan otakkekerasan
Healthline. https://www.healthline.com/health/mental-health/intrusive-thought
Diakses pada 17 April 2021
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/intrusive-thoughts
Diakses pada 17 April 2021
WebMD. https://www.webmd.com/mental-health/intrusive-thoughts
Diakses pada 17 April 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait