logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Kesehatan Mental

Mengenal Philophobia atau Takut Jatuh Cinta, Ketahui Tanda-Tandanya

open-summary

Philophobia adalah rasa takut akan jatuh cinta sehingga dapat menyebabkan Anda sulit menjalin dan mempertahankan hubungan dengan orang lain.


close-summary

1 Nov 2022

| Dina Rahmawati

Ditinjau oleh dr. Karlina Lestari

Philophobia adalah fobia akan jatuh cinta

Philophobia bisa membuat penderitanya sulit menjalin dan mempertahankan hubungan

Table of Content

  • Apa itu philophobia?
  • Penyebab philophobia
  • Gejala philophobia
  • Cara mengatasi philophobia

Jatuh cinta sering kali digambarkan sebagai hal yang indah. Namun, pengalaman ini justru bisa menakutkan bagi sebagian orang, terutama jika ada peristiwa yang buruk sebelumnya. Apabila Anda merasa sangat takut untuk jatuh cinta, waspadai adanya philophobia.

Advertisement

Apa itu philophobia?

Philophobia adalah rasa takut akan jatuh cinta sehingga dapat menyebabkan Anda sulit menjalin dan mempertahankan hubungan dengan orang lain. 

Fobia jatuh cinta ini memiliki banyak kesamaan dengan fobia lainnya, terutama yang bersifat sosial.

Sebetulnya, kondisi ini belum masuk sebagai gangguan mental yang berdiri sendiri dan belum ada dalam panduan diagnostik gangguan mental (DSM). 

Meski demikian, jika tidak diatasi, philophobia bisa mempengaruhi hidup Anda secara signifikan.

Tidak diketahui secara pasti berapa banyak orang yang mengalami fobia spesifik seperti ini. Penderitanya bisa jadi menyimpan ketakutan tersebut sendiri atau bahkan tidak menyadari memilikinya.

Penyebab philophobia

Philophobia adalah kondisi yang lebih sering dialami orang-orang yang memiliki trauma atau luka masa lalu. Fobia tersebut muncul karena takut rasa sakit yang pernah dialami akan terulang.

Selain itu, berikut adalah beberapa penyebab philophobia yang mungkin terjadi.

  • Hubungan di masa lalu

Hubungan di masa lalu yang traumatis dapat memicu fobia jatuh cinta. Misalnya, perselingkuhan, pengkhianatan, ataupun patah hati bisa menyebabkan Anda cenderung menghindari hubungan romantis.

Anak-anak yang menjadi korban perceraian, pengabaian, atau pelecehan pun dapat kesulitan merasakan cinta kepada orang lain.

  • Takut akan penolakan

Salah satu penyebab terjadinya philophobia adalah takut akan penolakan. Penolakan memiliki efek yang serupa di tubuh dengan rasa sakit fisik. 

Walaupun sebagian besar orang dapat mengatasinya, sering mendapatkan penolakan yang menyakitkan dari seseorang bisa menyebabkan trauma jatuh cinta.

  • Tekanan budaya

Budaya tertentu mengatur pernikahan tanpa mempertimbangkan rasa cinta. 

Pelakunya bisa saja menjadi takut untuk mencintai orang lain karena merasa tidak memiliki hak untuk menentukan siapa pasangannya.

Baca Juga

  • Victim Blaming Adalah Sikap Negatif yang Perlu Dihindari
  • 5 Trik Mengasah Social Intelligence, Coba Peka pada Orang Sekitar
  • Self Loathing atau Membenci Diri Sendiri, Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya

Gejala philophobia

wanita depresi
Philophobia dapat menyebabkan depresi atau isolasi sosial

Meskipun fobia jatuh cinta terdengar begitu pop, kondisi ini bisa membangkitkan gelapnya sisi psikologis seseorang. 

Risiko philophobia adalah depresi, isolasi sosial, atau bahkan penyalahgunaan obat-obatan terlarang.

Gejala philophobia juga bisa berbeda pada setiap orang. Namun, orang yang takut akan cinta ini umumnya memberikan berbagai reaksi berikut ini.

  • Tidak dapat memiliki hubungan romantis
  • Mengalami kecemasan ekstrem saat menjalin hubungan dan terus-menerus khawatir tentang berakhirnya hubungan
  • Merasa takut pada pasangan atau emosi mereka
  • Mendorong orang yang menyukai Anda untuk menjauh atau mengakhiri hubungan secara tiba-tiba.

Sementara itu, ketika mengalami perasaan cinta, berikut adalah gejala yang mungkin muncul.

  • Merasa sangat takut dan panik
  • Menghindari memikirkan dan membicarakan tentang hal tersebut
  • Berkeringat
  • Detak jantung meningkat drastis
  • Sulit bernapas
  • Pusing
  • Mulut kering
  • Sulit bergerak dan berfungsi seperti biasa
  • Tubuh gemetar
  • Mual
  • Muntah
  • Diare.

Orang-orang yang menderita philophobia bisa saja menyadari bahwa ketakutannya tidak mendasar. Namun, mereka tetap tidak bisa mengendalikan perasaan tersebut.

Cara mengatasi philophobia

Kondisi fobia umumnya bisa disembuhkan atau setidaknya dikurangi intensitasnya, termasuk fobia jatuh cinta. 

Langkah perawatan yang umum dilakukan adalah terapi, konsumsi obat-obatan, perubahan gaya hidup, maupun kombinasi ketiganya.

1. Terapi

Jenis terapi yang dapat dijalani untuk mengatasi philophobia adalah cognitive behavioral therapy (CBT) atau terapi perilaku kognitif

Pada sesi terapi ini, psikiater atau psikolog membantu pasien mengidentifikasi dan mengubah pikiran negatif yang muncul di kepala.

Selain itu, mereka juga membantu pasien untuk mengubah kepercayaannya terhadap cinta dan reaksinya saat merasakan cinta. 

Terapi ini dilakukan secara perlahan dan ditujukan untuk mengubah pola pikir dan perilaku secara keseluruhan.

2. Penggunaan obat tertentu

Pada sejumlah kasus, dokter dapat meresepkan obat antidepresan maupun obat untuk meredakan kecemasan para penderita fobia jatuh cinta. 

Namun, pengobatan ini biasanya tidak berdiri sendiri dan lebih dilakukan sebagai pendamping terapi.

3. Perubahan gaya hidup

Dokter juga dapat merekomendasikan langkah lain, seperti olahraga dan teknik relaksasi.

Rasa takut jatuh cinta bukanlah hal yang mudah untuk diakui. Terkadang, kita merasa terlalu segan untuk dipandang lemah, bahkan di hadapan diri sendiri. 

Namun, tidak ada salahnya jika perbaikan dimulai sejak dini. Para ahli pun tidak akan menghakimi kisah Anda ketika sesi terapi dimulai.

Ingat, philophobia adalah bagian dari kondisi mental. Jadi, tidak bijak rasanya jika diagnosis ini ditentukan dengan tebak-tebak buah manggis. 

Jika Anda merasa fobia ini sudah mengganggu keseharian, jangan tunda rencana konsultasi dengan psikolog atau psikiater. 

Semakin dini Anda menjalani pengobatan, semakin cepat hati Anda bisa kembali tenang.

Untuk berdiskusi lebih lanjut seputar kesehatan mental, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. 

Download sekarang di App Store dan Google Play.

Advertisement

gangguan mentalkesehatan mentalfobia

Referensi

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved