Petting untuk Memanaskan Hubungan Asmara, Intip Manfaat dan Risikonya

(0)
30 Sep 2020|Arif Putra
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Petting adalah aktivitas seksual untuk bercumbu dan merangsang gairah pasangan tanpa penetrasiBerciuman sembari saling meraba merupakan bentuk petting
Dalam menjalani pernikahan, hubungan seks tentu akan lebih nikmat jika dimulai dengan cumbuan dan foreplay. Di lain waktu, Anda mungkin juga sedang tidak mood untuk bersenggama namun tetap ingin bercumbu dengan pasangan. Kegiatan bercumbu tanpa penetrasi ini dikenal dengan petting – kegiatan yang mungkin sudah sering Anda lakukan. Kenali lebih jauh apa itu petting.

Apa itu petting?

Petting adalah aktivitas seksual di mana pasangan saling memberikan rangsangan dan bercumbu untuk memuaskan maupun membangkitkan gairah seksual. Petting dapat dilakukan pasangan sebagai foreplay atau pemanasan sebelum penetrasi penis ke vagina – maupun memang sengaja dilakukan tanpa harus bersenggama.Ada beragam jenis aktivitas yang masuk dalam kategori petting, misalnya:
  • Berciuman, baik dalam waktu singkat maupun dalam jangka waktu yang lama
  • Membelai
  • Meraba dan memijat payudara atau memberikan cumbuan pada payudara dan puting payudara
  • Menggesek-gesekkan alat kelamin tanpa membuka pakaian (dry humping)
Selain petting, Anda mungkin juga pernah mendengar istilah heavy petting. Heavy petting sebenarnya sama dengan petting – yakni kegiatan seksual tanpa penetrasi penis dan vagina. Namun, heavy petting dilakukan dengan berfokus pada area kelamin pasangan.  Kegiatan yang termasuk heavy petting yaitu:
  • Blow job atau seks oral
  • Hand job, yakni memberikan rangsangan pada penis atau vagina menggunakan tangan
  • Fingering, yakni memasukkan jari ke vagina atau anus pasangan untuk memberikan rangsangan
  • Masturbasi bersama pasangan

Manfaat petting untuk pasangan yang sudah menikah

Petting dan heavy petting dapat memberikan manfaat bagi pasangan yang sudah menikah. Entah dilakukan sebagai foreplay sebelum penetrasi maupun sekadar cumbuan tanpa penetrasi, petting dapat menawarkan manfaat berikut ini:

1. Membuat penetrasi akan lebih menyenangkan 

Jika tujuan akhir Anda adalah penetrasi, kegiatan-kegiatan petting dapat membuat keseluruhan aktivitas seksual menjadi lebih menyenangkan. Manfaat ini utamanya akan dirasakan oleh wanita. Pasalnya, dengan cumbuan dan foreplay saat petting dan heavy petting, vagina akan memberikan “ruangan” agar penis bisa masuk dan meminimalkan rasa tak nyaman saat penetrasi.Apabila penetrasi langsung dilakukan tanpa rangsangan, wanita mungkin akan merasa lebih tak nyaman dan seks tak lagi menjadi kegiatan yang menyenangkan.

2. Membantu pasangan wanita meraih orgasmenya

Memang bukan rahasia lagi bahwa wanita cenderung sulit meraih orgasme. Bahkan, diperkirakan bahwa banyak wanita yang sulit orgasme jika seks dilakukan sekadar penetrasi saja. Petting adalah kegiatan foreplay yang sangat disarankan agar wanita lebih menikmati aktivitas seksualnya. Dengan begitu, kesempatan untuk orgasme pada wanita juga akan lebih mudah dicapai. Habiskan lebih banyak waktu untuk melakukan petting dengan memberikan rangsangan di area sensitif wanita, termasuk klitorisnya.

3. Meningkatkan keintiman

Petting tidak sekadar menjadi pemanasan untuk membangkitkan gairah seksual. Kegiatan ini juga menjadi momen agar Anda dan pasangan semakin intim. Petting termasuk foreplay menjadi cara untuk membangun koneksi emosional karena kedua pasangan akan merasa saling dicintai dan didambakan.

4. Mengembangkan skill untuk memuaskan pasangan

Seperti yang disampaikan di atas, petting artinya melibatkan kegiatan seperti berciuman, oral seks, merangsang alat kelamin pasangan dengan tangan, bahkan fingering. Petting dapat menjadi ajang Anda dan pasangan untuk sama-sama berlatih teknik-teknik di atas serta menggali keinginan pasangan. Semakin Anda memahami keinginan dan kebutuhan pasangan, hubungan dan pernikahan Anda tentu semakin lengket dan mesra. 

Risiko petting pada pasangan yang belum menikah

Selain dilakukan oleh pasangan yang menikah, petting dan heavy petting juga berisiko dilakukan oleh remaja dan pasangan yang belum menikah. Pada kasus ini, petting malah dapat menjadi kegiatan yang berisiko. Risiko petting tersebut termasuk:

1. Kehamilan

Karena petting mungkin dilakukan dengan masturbasi dan menggesek-gesekkan alat kelamin, kehamilan tetap berisiko terjadi walau Anda tak melakukan penetrasi. Apabila pria ejakulasi di area vagina, sel sperma dapat masuk ke vagina dan membuahi sel telur. Penting untuk diketahui bahwa kehamilan bisa terjadi karena satu sel sperma membuahi satu sel telur. Sel sperma aktif tersebut tak hanya berasal dari tembakan ejakulasi, namun juga bisa “bocor” dari pelepasan cairan pra-ejakulasi atau cairan precum.Untuk itu, Anda yang belum menikah tentu disarankan untuk menghindari petting

2. Infeksi menular seksual

Infeksi menular seksual atau IMS tak hanya bisa terjadi saat penetrasi. Tanpa penetrasi pun, IMS bisa berpindah dari pasangan Anda yang sudah terinfeksi. Ada beberapa jenis IMS yang bisa berpindah saat petting, termasuk:
  • Herpes oral dari virus HSV 1, bisa menular lewat ciuman
  • Herpes genital dari virus HSV 2, bisa menular lewat oral dan ciuman di samping juga lewat genital dan anal
  • Infeksi sitomegalovirus, yang juga bisa menular lewat ciuman
  • Sifilis, bisa berpindah lewat ciuman dari mulut pasangan yang terinfeksi (walau lebih umum terjadi lewat oral, vaginal, dan anal)
  • Klamidia dari oral seks
  • Gonorrhea dari oral seks
  • Infeksi human papillomavirus (HPV)
  • Infeksi HIV walau risikonya lebih kecil dari penetrasi
Selain berisiko dialami oleh pasangan yang tidak menikah, risiko petting di atas tentu juga bisa dialami jika Anda tak setia pada satu pasangan.

Catatan dari SehatQ

Petting adalah kegiatan saling memberikan rangsangan yang bisa bermanfaat untuk pasangan suami istri. Apabila dilakukan oleh pasangan yang belum menikah atau Anda tak setia dengan satu pasangan, risiko kehamilan dan IMS bisa terjadi.
hubungan sekstips seksmanfaat hubungan seks
 Center for Disease Control and Prevention. https://www.cdc.gov/std/healthcomm/stdfact-stdriskandoralsex.htm
Diakses pada 16 September 2020
Everyday Health. https://www.everydayhealth.com/sexual-health/sexual-foreplay.aspx
Diakses pada 16 September 2020
Healthline. https://www.healthline.com/health/pregnancy/can-you-get-pregnant-without-having-sex
Diakses pada 16 September 2020
Healthline. https://www.healthline.com/health/sexually-transmitted-diseases/std-from-kissing
Diakses pada 16 September 2020
Net Doctor. https://www.netdoctor.co.uk/healthy-living/sex-life/a2231/what-is-petting
Diakses pada 16 September 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait