Perut Perih Setelah Makan: Mana yang Jadi Penyebabnya?


Perut perih setelah makan bisa terjadi kapan saja dan pada siapapun. kondisi ini terkadang segera berlalu, tapi tak jarang terus-menerus hadir. Adakah yang perlu Anda khawatirkan?

(0)
16 Nov 2020|Dedi Irawan
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Perut perih setelah makan umumnya tak bahaya, tap tetap harus diperiksakanPerut perih setelah makan bisa muncul dalam hitungan menit hingga jam
Munculnya rasa perih mungkin saja karena makan berlebihan atau terburu-buru. Selain perut perih setelah makan, bisa jadi muncul gejala lain berupa begah dan mual.Kadang muncul juga ketidaknyamanan di perut meski Anda makan dalam jumlah normal. Untuk yang satu ini, bisa jadi memang ada masalah kesehatan di baliknya.Apa perut perih setelah makan berbahaya?Pada umumnya, gangguan pencernaan seperti perut perih setelah makan bukanlah hal serius. Keluhan ini bisa hilang tanpa memerlukan perawatan medis. Jikapun butuh obat, obat yang dijual bebas di apotek biasanya cukup untuk mengatasinya.Namun bila kondisi ini tak kunjung hilang, konsutasi dengan dokter adalah langkah terbaik. Diskusikan tentang masalah Anda secara mendetail agar penyebab utamanya bisa diketahui. Sebab, bukan tak mungkin ada keadaan yang memerlukan penanganan khusus.Kondisi yang mungkin jadi penyebab perut perih setelah makanBeberapa kondisi di bawah ini mungkin menyebabkan perut tidak tidak nyaman sesudah Anda makan:
  • Maag atau dispepsia
Istilah yang digunakan untuk menggambarkan ketidaknyamanan di perut bagian atas adalah maag atau dispepsia. Banyak yang keliru dan menganggap ini sebagai penyakit.Padahal, maag merupakan sekumpulan gejala yang meliputi perasaan cepat kenyang, mual, kembung, dan sakit perut.Jika gangguan pencernaan ini terjadi terus-menerus selama dua minggu atau lebih, Anda sebaiknya segera mengunjungi dokter. Demikian pula bila maag diikuti keluhan berupa penurunan berat badan karena hilang nafsu makan, muntah disertai darah, BAB berwarna hitam, susah menelan, dan kelelahan.
  • GERD
GERD atau gastroesophageal reflux adalah kondisi di mana ketika Anda mengalami kenaikan asam lambung terus -menerus ke area kerongkongan. Asam lambung yang naik ini akan membuat Anda merasakan mulas dan gejala lainnya. Lama-kelamaan, asam ini bisa menimbulkan kerusakan jaringan.Untuk mengobatinya, penderita akan diberikan obat-obatan guna menurunkan jumlah asam lambung yang diproduksi tubuh. Jika GERD masih tersu terjadi setelah mengonsumsi obat dan mengubah gaya hidup, maka operasi mungkin akan jadi pilihan.
  • Irritable bowel syndrome (IBL)
Jika Anda mengalami berbagai kondisi umum yang memengaruhi sistem pencernaan, maka secara medis istilah tersebut dinamakan Irritable Bowel System (IBL). Gejala yang muncul bisa berupa kram perut, kembung, diare, dan sembelit. Bukan hanya setelah makan, kondisi ini bisa mucul sewaktu-waktu.Jangan heran jika kondisi ini akan membayangi seumur hidup Anda. Banyak yang mengalami kondisi ini selama berhari-hari, berminggu-minggu, hingga berbulan-bulan lamanya. Untuk mengatasinya, Anda hanya membutuhkan perubahan pola makan. Obat bisa dipakai untuk mengurangi gejala yang muncul.
  • Alergi makanan
Perut perih setelah makan mungkin juga karena Anda memiliki alergi terhadap makanan tertentu. Alergi sendiri merupakan proses kesalahan tubuh dalam mendeteksi makanan yang dianggap asing dan berbahaya. Tubuh merseponnya dengan mengeluarkan antibodi yang salah satu gejalanya adalah sakit perut.Untuk mengatasinya, Anda sebaiknya mengetahui dengan jelas makanan apa yang ditolak tubuh. Jika sudah tahu, akan lebih mudah menghindarinya sehingga sakit perut tidak terjadi lagi. Adapun beberapa makanan yang umumnya menyebabkan alergi antara lain: susu, kedelai, ikan, kerang, makanan laut lainnya, kacang tanah, telur, dan gandum.
  • Tukak lambung
Kondisi lain yang mungkin menyebabkan perut mengalami masalah setelah makan adalah tukak lambung. Istilah tersebut merujuk pada kondisi luka yang mendera selaput lambung atau duodenum. Nyeri akibat tukak lambung umumnya terjadi di area antara tulang dada dan pusar.Umumnya, kasus ini akan hilang dengan obat yang menyasar penyebabnya di mana umumnya adalah bakteri Helicobacter pylori. Selain itu, penggunaan jangka panjang obat nonsteroidal anti-inflamasi bisa juga menyebabkan kondisi ini. Pada kasus yang jarang, genetik, usia, dan gaya hidup memperbesar peluang terkena tukan lambung.Mungkin Anda awalnya akan menganggap perut perih setelah makan hanya angin lalu. Namun seiring berjalannya waktu, kondisi ini akan membuat Anda berpikir untuk mendapatkan perawatan medis. Hal tersebut wajar dan merupakan langkah bijaksana mengingat penyakit apapun akan lebih baik jika segera diobati.Penasaran kenapa perut perih setelah makan bisa terjadi dan bagaimana menghadapinya? Anda bisa tanya langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di .
maaggerdtukak lambungperut kembung
Healthline. https://www.healthline.com/health/stomachache-after-eating
Diakses pada 16 November 2020
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/indigestion/symptoms-causes/syc-20352211
Diakses pada 16 November 2020
Medical News Today: https://www.medicalnewstoday.com/articles/14085
Diakses pada 16 November 2020
NHS. https://www.nhs.uk/conditions/irritable-bowel-syndrome-ibs/
Diakses pada 16 November 2020
Verywell Health. https://www.verywellhealth.com/postprandial-p2-1945064
Diakses pada 16 November 2020
Verywell Health. https://www.verywellhealth.com/causes-of-peptics-ulcers-1741791
Diakses pada 16 November 2020
 
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)
0

Artikel Terkait