Kelebihan Air Ketuban (Hidramnion), Bahayakah untuk Ibu Hamil dan Janin? Waspadai 7 Tanda-Tandanya


Kelebihan air ketuban (hidramnion) pada masa kehamilan dapat memengaruhi perkembangan janin dan menyebabkan risiko komplikasi. Biasanya, kelebihan cairan ketuban terjadi pada trimester kedua kehamilan. Selalu pantau kondisi kehamilan dan jumlah air ketuban Anda.

(0)
04 Nov 2019|Azelia Trifiana
kelebihan air ketuban bisa ditandai dengan perut membesar signifikanperut besar saat hamil bisa menjadi tanda kelebihan air ketuban
Kekurangan air ketuban atau kelebihan air ketuban pada masa kehamilan dapat memengaruhi perkembangan janin dan menyebabkan komplikasi. Ini sudah tentu bukan menjadi kondisi yang diharapkan. Selain kekurangan air ketuban, kelebihan air ketuban atau dikenal dengan istilah polihidramnion patut diwaspadai. Meski jarang terjadi, kasus kelebihan cairan ketuban dapat dialami sekitar 1-2% kehamilan. Lantas air ketuban terlalu banyak bahayakah? Apa saja akibat air ketuban banyak yang perlu diwaspadai?[[artikel-terkait]]

Penyebab air ketuban terlalu banyak (hidramnion)

Air ketuban atau amnion adalah cairan yang mengelilingi dan melindungi janin di dalam rahim. Air ketuban merupakan cairan penting yang berguna untuk menjaga keselamatan dan perkembangan janin.Volume air ketuban normalnya berkisar antara 60 milliliter (mL) saat kehamilan berusia 12 minggu, 175 mL di usia 16 minggu, dan kemudian meningkat jadi 400-1200 mL di usia kehamilan 34-38 minggu.Namun ada sebagian ibu hamil yang memiliki volume ketuban tidak normal, entah itu terlalu sedikit atau terlalu banyak.Penyebab air ketuban terlalu banyak atau juga yang disebut hidramnion alias polihidramnion hingga saat ini masih belum dapat diketahui. Meski demikian, dikutip dari Mayo Clinic, ada beberapa faktor yang bisa memengaruhi risiko seorang ibu hamil mengalami polihidramnion. yaitu:
  • Kehamilan kembar.
  • Ibu menderita diabetes (gestational diabetes).
  • Janin mengalami kesulitan menelan cairan ketuban.
  • Infeksi pada janin.
  • Janin mengalami kekurangan sel darah merah.
  • Masalah pada plasenta.
  • Masalah rhesus darah.
  • Penumpukan cairan pada janin.
  • Masalah genetik pada paru-paru janin atau sistem saraf pusatnya. 
  • Kelainan bawaan, seperti penyumbatan saluran pencernaan atau saluran kemih janin.
Biasanya, kelebihan cairan ketuban terjadi pada trimester kedua kehamilan. Bahkan, pada kasus yang tidak terlalu parah, ibu hamil tidak akan merasakan gejala yang signifikan. 

Ciri-ciri kelebihan air ketuban (hidramnion) yang perlu diketahui

Pada kasus yang ringan, kondisi ini jarang menimbulkan keluhan. Namun, hidramnion yang relatif parah dapat memunculkan gejala sebagai berikut:
  • Sesak napas.
  • Pembengkakan di perut bagian bawah.
  • Merasakan kontraksi.
  • Kaki bengkak.
  • Merasa perut terlalu besar dan berat.
  • Rasa tidak nyaman saat buang air kecil.
  • Kondisi bayi yang tidak normal.
Salah satu manfaat USG adalah mengetahui kondisi air ketuban, termasuk volume air ketuban. Apakah kondisi cairan ketuban tergolong normal, kekurangan, atau kelebihan. Apabila ibu hamil tidak menyadari gejala-gejala di atas tapi merasa ukuran perut lebih besar daripada usia kehamilan seharusnya, Anda bisa memeriksakan risiko kelebihan cairan ketuban lewat USG.Jika jumlah air ketuban Anda memang terlalu banyak, dokter akan melakukan tes lebih lanjut untuk mengukur kadarnya secara rinci. Baca juga: Warna Air Ketuban yang Normal dan Kondisinya yang Memengaruhi Kehamilan

Risiko komplikasi jika ibu hamil memiliki air ketuban berlebihan

Air ketuban berlebih sebenarnya bukan indikasi pasti dari masalah serius. Pada kebanyakan kasus, Anda mungkin hanya butuh lebih banyak beristirahat.Namun, hidramnion bisa saja menimbulkan sejumlah komplikasi pada beberapa ibu hamil yang mengalaminya. Risiko komplikasinya pun bisa berlainan pada tiap pasien dan tergantung pada usia kehamilan serta tingkat keparahan.Beberapa risiko yang mungkin muncul akibat cairan ketuban berlebihan (hidramnion) adalah:
  • Meningkatnya risiko persalinan prematur apabila air ketuban pecah dini.
  • Plasenta terlepas dari dinding uterus sebelum waktu persalinan (solusio plasenta).
  • Prolaps tali pusar, yakni saat tali pusat jatuh ke vagina lebih dulu daripada bayi.
  • Persalinan caesar.
  • Proses persalinan lebih lama.
  • Perdarahan usai melahirkan.
Risiko komplikasi juga bisa terjadi pada janin, seperti:
  • Cacat bawaan lahir.
  • Posisi bayi sungsang sehingga menyulitkan proses persalinan.
  • Posisi tali pusar melilit bayi yang menyebabkan suplai oksigen ke janin terhambat.
Baca juga: Penyebab Bayi Sungsang dan Hal Lain yang Perlu Diketahui Ibu HamilMaka itu, konsultasikan kepada dokter kandungan tentang risiko komplikasi kehamilan dan rencana cadangan apa yang perlu disiapkan dalam menghadapi kondisi air ketuban berlebih.Sampaikan kepada dokter kandungan tentang apa yang Anda alami sehingga membantu dokter dalam menganalisis masalah tersebut.

Cara diagnosis dan penanganan hidramnion

Untuk mengantisipasi polihidramnion, dokter kandungan akan melakukan serangkaian tes seperti cek darah untuk mengetahui apakah sang ibu mengalami infeksi atau diabetes.Dokter juga bisa melakukan prosedur amniocentesis, yaitu mengambil sampel air ketuban dari janin dan dikirim ke laboratorium untuk dianalisis secara genetik. Pemantauan akan terus dilakukan sejak usia kehamilan 32 minggu.Jika diperlukan, dokter akan melakukan amnioreduction, yaitu prosedur mengeluarkan air ketuban. Meski demikian, prosedur ini masih menuai kontroversi tentang keamanannya.Dokter juga dapat memberikan obat khusus yang berfungsi menurunkan jumlah urine yang dikeluarkan oleh janin sehingga penambahan air ketuban tidak terlalu banyak.Selain itu, ada juga obat-obatan bersifat antiradang yang bisa dikonsumsi ibu hamil dalam mencegah risiko komplikasi akibat kelebihan cairan ketuban.Di rumah, ada baiknya untuk Anda menjalani diet pola makan yang lebih sehat bagi kondisi kesehatan janin.

Catatan SehatQ

Jika Anda mengalami kelebihan cairan ketuban, tak perlu panik. Tetap rileks dan tenang, dan cari tahu langkah apa yang bisa diambil untuk mengantisipasinya.Seringkali, ibu hamil yang mengalami air ketuban berlebih tidak mengalami gejala apa pun. Hati-hati apabila gejala seperti kesulitan bernapas hingga nyeri di perut sudah terjadi. Pasalnya ini mengindikasikan bahwa kelebihan cairan ketuban sudah cukup parah.Jika Anda ingin berkonsultasi ke dokter perihal kondisi kelebihan air ketuban, Anda bisa chat dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ.
Download aplikasinya sekarang di Google Play dan Apple Store.
menjaga kehamilankehamilantrimester
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/323232.php#what-is-polyhydramnios
Diakses 24 Oktober 2019
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/polyhydramnios/symptoms-causes/syc-20368493
Diakses 24 Oktober 2019
NHS.https://www.nhs.uk/conditions/polyhydramnios/
Diakses 24 Oktober 2019
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait