Perut keras bisa jadi tanda salah makan atau gangguan medis
Jika kondisi perut keras ini tidak kunjung hilang, bisa jadi tanda seseorang memerlukan penanganan medis.

Saat mengalami perut keras, biasanya orang akan mengingat kembali apa makanan atau minuman yang baru dikonsumsinya. Namun jika kondisi perut keras ini tidak kunjung hilang, bisa jadi tanda seseorang memerlukan penanganan medis. Bisa jadi, perut keras adalah gejala penyakit lainnya.

Penyebab perut keras

Mudah mengatasi perut keras apabila pemicunya dari makanan atau minuman yang dikonsumsi. Bahkan, seringkali perut keras akan mereda dengan sendirinya setelah beberapa saat.

Namun, pertimbangkan juga penyebab perut keras seperti:

  • Makanan atau minuman tertentu

Seperti yang disinggung sebelumnya, mengonsumsi makanan atau minuman tertentu bisa menimbulkan sensasi perut keras. Contohnya makan terlalu cepat atau terlalu banyak seperti mukbang atau mengonsumsi minuman bersoda bisa menyebabkan perut keras. Biasanya, rasa tidak nyaman ini akan hilang dengan sendirinya setelah beberapa waktu.

  • Konstipasi

Konstipasi atau sembelit juga bisa menyebabkan sensasi perut keras. Biasanya, ini juga disertai dengan rasa kenyang atau kembung yang tidak nyaman.

  • Kehamilan

Ibu hamil juga bisa merasakan perut keras selama mengandung. Ini terjadi karena rahim membesar sehingga menekan perut. Selain itu, ibu hamil juga bisa merasa perut keras apabila jarang mengonsumsi makanan kaya serat atau mengonsumsi terlalu banyak minuman bersoda.

Namun jika perut keras terjadi disertai dengan rasa nyeri atau perdarahan, segera konsultasikan pada dokter spesialis kandungan. Kondisi yang terjadi pada 20 minggu pertama kehamilan bisa menandakan keguguran.

Sementara pada trimester ketiga, perut keras juga bisa terjadi karena kontraksi palsu yang terasa selama beberapa saat saja. Jika kontraksi terasa terus menerus dan semakin intens, mungkin fase pembukaan saat melahirkan sudah dimulai.

  • Intoleransi makanan tertentu

Orang yang memiliki intoleransi terhadap jenis makanan tertentu seperti alergi laktosa atau alergi lainnya juga bisa mengalami reaksi perut keras setelah mengonsumsi hal yang seharusnya dihindari. Umumnya, kondisi ini juga disertai dengan perut kembung.

Keracunan makanan juga bisa menyebabkan perut keras yang disertai dengan mual dan muntah. Segera imbangi dengan banyak minum air putih dan beristirahat. Namun jika semakin parah, kunjungi dokter untuk mengantisipasi terjadinya dehidrasi berat.

  • PMS

Premenstrual syndrome atau PMS juga bisa menyebabkan perut keras. Biasanya, PMS terjadi 2 minggu sebelum siklus menstruasi seseorang dimulai. Tak hanya itu, akan muncul gejala lain seperti mudah tersinggung, puting payudara gatal, nyeri otot, dan mudah lelah.

  • Sindrom iritasi usus besar

Disebut juga irritable bowel syndrome, selain perut keras juga disertai perut kram, kembung, dan sakit perut

  • Penyakit radang usus

Sementara pada penyakit radang usus atau inflammatory bowel disease termasuk Crohn’s disease dan ulcerative colitis, akan muncul rasa kembung dan kram. Tak hanya itu, kondisi ini membuat penderitanya merasa perut keras.

  • Divertikulitis

Divertikulitis adalah infeksi atau peradangan di kantong sepanjang saluran pencernaan, utamanya pada usus besar. Ketika seseorang menderita hal ini, biasanya juga akan merasa kembung dan perut membengkak.

  • Maag

Salah satu ciri-ciri sakit maag adalah perut terasa keras, kembung, dan sakit. Umumnya, maag disebabkan oleh infeksi bakteri H. pylori.

  • Kanker lambung

Penderita kanker lambung juga bisa merasakan perut keras sebagai salah satu gejalanya. Jenis kanker ini termasuk yang langka.

Kapan harus ke dokter?

Jangan tunda memeriksakan diri ke dokter apabila perut keras terasa selama beberapa hari dan tidak kunjung membaik. Selain itu, perhatikan pula beberapa gejala lain seperti:

  • Buang air besar berdarah
  • Kesulitan bernapas
  • Nyeri perut tak tertahankan
  • Mual dan muntah terus menerus
  • Berat badan menurun drastis
  • Kulit menjadi kuning

Nantinya, dokter akan menjalankan diagnosis untuk tahu apa penyebab perut keras disertai dengan gejala lain yang mungkin menyertai. Ada banyak alasan seseorang mengalami perut keras, umumnya berhubungan dengan faktor hormonal dan masalah pada pencernaan.

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/320910#outlook

Diakses 2 Mei 2020

Healthline. https://www.healthline.com/health/hard-stomach

Diakses 2 Mei 2020

Healthline. https://www.healthline.com/health/abdominal-rigidity

Diakses 2 Mei 2020

Artikel Terkait