Ciri-Ciri Air Ketuban Berkurang, Perut Ibu Hamil Tak Membesar Bisa Jadi Salah Satunya


Ciri-ciri air ketuban berkurang bisa terdeteksi lewat pemeriksaan USG berkala dengan dokter spesialis kandungan. Pemeriksaan ini penting, terutama jika usia kehamilan sudah melewati 42 minggu.

(0)
11 Nov 2020|Azelia Trifiana
Ciri-ciri air ketuban berkurang adalah perut tak kunjung membesar saat hamilCiri-ciri air ketuban berkurang adalah ketika perut tak kunjung membesar saat hamil
Ciri-ciri air ketuban berkurang juga penting diketahui. Sebab, fungsi air ketuban adalah sebagai cairan pelindung janin saat berada di dalam rahim.Ciri-ciri air ketuban berkurang mulai dari ukuran rahim dan perut yang lebih kecil dari usia kehamilan hingga detak jantung bayi melemah.Beberapa ciri-ciri air ketuban berkurang bisa terdeteksi lewat pemeriksaan USG berkala dengan dokter spesialis kandungan. Pemeriksaan ini penting dilakukan terutama jika usia kehamilan sudah melewati 42 minggu.Idealnya, saat hamil trimester 3 dan menuju persalinan, jumlah air ketuban adalah satu liter saat usia kehamilan 36 minggu. Minggu selanjutnya, kadar air ketuban pun berkurang hingga pecah dan ibu siap bersalin.

Ciri-ciri air ketuban berkurang

Berat badan tidak bertambah banyak merupakan tanda ketuban berkurang
Berat badan tidak bertambah banyak merupakan tanda ketuban berkurang
Ketika kontrol kandungan, dokter akan memeriksa apakah kadar air ketuban masih cukup atau tidak.Pengukurannya menggunakan amniotic fluid index atau AFI. Ketika melakukan USG, volume akan diukur dari 4 bagian rahim berbeda.Ciri-ciri air ketuban berkurang bisa diketahui dari angka AFI. Kadar AFI yang normal adalah 5-25 cm.Jika ukurannya di bawah 5 cm, itu berarti lebih rendah dari normal.Lebih jauh lagi, ciri-ciri air ketuban berkurang adalah:
  • Ukuran rahim lebih kecil dari usia kehamilan
  • Kenaikan berat badan ibu sangat sedikit
  • Detak jantung janin melemah
  • Tekanan darah tidak stabil
  • Persalinan sebelumnya bayi memiliki berat badan lahir rendah
  • USG mendeteksi air ketuban semakin sedikit
  • Aktivitas janin berkurang secara signifikan
  • Keluar cairan dari vagina
Untuk dua tanda-tanda air ketuban berkurang, bisa menjadi indikasi terjadinya komplikasi kehamilan berupa ketuban pecah dini.Anda harus waspada jika Anda memiliki air ketuban yang merembes terus-menerus.Jika ini yang terjadi, harus segera diinformasikan kepada dokter.Utamanya, jika ketuban pecah pada usia kehamilan muda, bisa berarti kondisi darurat. Deteksi pertama kali ibu hamil kekurangan air ketuban biasanya terlihat dari tubuhnya.Meski ukuran perut ibu hamil secara alami berbeda-beda, perut yang terlalu kecil dan tidak berkembang seperti seharusnya bisa menjadi ciri ciri-ciri air ketuban berkurang atau oligohidramnios.Kondisi ini bisa terjadi kapan saja selama kehamilan, namun paling sering pada trimester ketiga. Pada 2 minggu sebelum hari perkiraan lahir, ada kemungkinan mengalami kekurangan air ketuban.Tak hanya itu, sekitar 12% kehamilan yang berusia di atas 41 tahun juga dapat mengalami komplikasi karena oligohidramnios.

Penyebab air ketuban berkurang

Masalah pada bayi dan plasenta mampu sebabkan air ketuban berkurang
Masalah pada bayi dan plasenta mampu sebabkan air ketuban berkurang
Ada banyak penyebab ketuban kering, di antaranya:

1. Ketuban pecah dini

Kondisi kekurangan air ketuban akibat pecah dini bisa terjadi kapan saja selama kehamilan, utamanya menjelang waktu persalinan.Apabila ketuban pecah sebelum waktunya, dokter akan memberikan antibiotik untuk melindungi infeksi sembari menunggu bayi lahir.Ciri-ciri ketuban pecah dini adalah keluarnya cairan dari vagina yang berwarna bening. Jika ini terjadi pada trimester awal, risiko gawat janin juga lebih tinggi.

2. Masalah pada bayi

Kondisi medis tertentu yang dialami janin dapat menjadi penyebab air ketuban berkurang.Utamanya saat di trimester kedua ketika bayi didiagnosis memiliki kelainan pada ginjal, kemih, jantung, atau kromosom.Hal ini kian jelas terlihat apabila saat pemeriksaan USG, bayi jarang mengeluarkan urine.

3. Masalah plasenta

Ibu hamil yang menderita diabetes gestasional, tekanan darah tinggi, atau penyakit lupus bisa saja memiliki masalah dalam menyalurkan darah dan nutrisi pada bayi.Konsekuensinya, bayi tidak mendapat cukup nutrisi sehingga lebih jarang buang air kecil. Dengan demikian, urine yang kemudian menjadi air ketuban pun tak mencukupi.Selain itu, plasenta juga bisa terlepas dari dinding rahim yang mengakibatkan pasokan nutrisi untuk janin terhambat.Oleh karena itu, adanya gangguan pada plasenta merupakan penyebab air ketuban berkurang.

4. Konsumsi obat

Penyebab air ketuban berkurang lainnya adalah obat-obatan tertentu. Beberapa jenis obat tidak aman dikonsumsi saat hamil karena menyebabkan volume air ketuban berkurang.Biasanya, obat yang mengakibatkan hal ini adalah obat untuk tekanan darah tinggi dan anti-peradangan seperti ibuprofen.

5. Hamil kembar identik

Kehamilan kembar identik berarti janin berbagi plasenta. Apabila jumlah air ketuban kurang, ini bisa menimbulkan masalah.Umumnya, bayi dengan aliran darah ekstra akan mendapat akses air ketuban lebih banyak sementara bayi satunya tidak.Penyebab air ketuban berkurang lainnya adalah:

Cara meningkatkan air ketuban

Minum air putih bantu tingkatkan jumlah air ketuban
Minum air putih bantu tingkatkan jumlah air ketuban
Tubuh ibu hamil memproduksi air ketuban sejak 12 hari setelah pembuahan terjadi.Amniotic fluid ini adalah hal krusial untuk janin dalam kandungan saat belajar bernapas, menelan, dan menyaring cairan lewat ginjal mereka dan membuangnya lewat urine.Mengingat pentingnya keberadaan amniotic fluid, selain memahami ciri-ciri air ketuban berkurang, ibu hamil perlu tahu cara meningkatkan air ketuban seperti:

1. Banyak minum cairan

Sebisa mungkin, cukupi kebutuhan cairan tubuh dengan banyak minum. Utamanya, pada usia kehamilan 37-41 minggu, banyak minum air putih akan membantu meningkatkan volume air ketuban.Anda juga bisa mengonsumsi asupan untuk menambah air ketuban, seperti:
  • Semangka
  • Stroberi
  • Mentimun
  • Selada
  • Bayam

2. Amnioinfusion

Prosedur amnioinfusion dilakukan dengan memasukkan cairan saline lewat serviks ke dalam kantong ketuban.Cara ini dapat meningkatkan volumenya sementara, serta membantu bayi terlihat lebih jelas saat USG.Tak hanya itu, prosedur ini juga bisa dilakukan ketika detak jantung bayi tidak normal menjelang persalinan.

3. Amniocentesis

Prosedur amniocentesis berarti menyuntikkan jarum tipis ke kantong ketuban lewat abdomen atau perut.Apabila ciri-ciri air ketuban berkurang muncul menjelang persalinan, metode ini bisa dilakukan. Harapannya, gerakan dan detak jantung bayi tetap stabil selama proses persalinan.

4. Cairan infus

Dokter juga bisa memberikan IV fluids atau infus untuk membuat tubuh terhidrasi. Ini biasanya diberikan kepada ibu hamil yang dehidrasi akibat morning sickness.

5. Istirahat

Tidak menutup kemungkinan jika dokter juga akan meminta ibu hamil beristirahat total atau bed rest untuk melancarkan aliran darah ke plasenta.Ketika kondisi sudah membaik, maka volume air ketuban pun bisa meningkat. Dokter akan meminta bed rest apabila usia kehamilan berada di trimester kedua dan ketiga.

Catatan dari SehatQ

Ciri-ciri air ketuban berkurang bisa ditangani dengan banyak metode.Hal ini juga membantu memulihkan aliran nutrisi ke janin lewat plasenta.Harapannya, ketika aliran darah dan nutrisi lancar maka bayi bisa buang air dengan normal sebagai sumber air ketuban.Jika Anda ingin tahu lebih banyak tentang cara memperbanyak air ketuban, konsultasikan dengan dokter kandungan Anda atau tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
menjaga kehamilankehamilankehamilan bayi kembarhamilmasalah kehamilanibu hamil
Healthline. https://www.healthline.com/health/pregnancy/how-to-increase-amniotic-fluid
Diakses pada 26 Oktober 2020
What to Expect. https://www.whattoexpect.com/pregnancy/pregnancy-health/complications/oligohydramnios.aspx
Diakses pada 26 Oktober 2020
PubMed. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/8416460/
Diakses pada 26 Oktober 2020
Parenting First Cry. https://parenting.firstcry.com/articles/low-amniotic-fluid-oligohydramnios-during-pregnancy/
Diakses pada 26 Oktober 2020
National Center for Biotechnology Information. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK562326/
Diakses pad 9 Maret 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait