Perut Bayi Buncit Memang Wajar, tapi Kapan Harus ke Dokter?


Perut bayi buncit adalah hal wajar, namun jika perut bayi keras dan tampak besar mungkin itu bisa menjadi tanda kondisi serius. Kenali penyebab dan cara mengatasinya berikut.

(0)
27 Nov 2019|Azelia Trifiana
Perut bayi buncit akan semakin terlihat terutama setelah banyak minum ASI atau susu formulaTidak selamanya perut bayi buncit berarti ada masalah pada saluran cerna
Perut bayi buncit dan tampak bulat terlihat sangatlah normal. Bahkan, terkadang, bagian perut ini tampak lebih menonjol dibandingkan dengan bagian tubuh lain. Perut bayi besar ini akan semakin terlihat terutama setelah banyak minum ASI atau susu formula.Perut buncit pada bayi bukanlah masalah, selama siklus buang air kecil dan buang air besarnya tetap teratur. Bahkan, bayi yang mengonsumsi ASI sehingga jarang BAB juga bukan hal mengherankan.

Lingkar perut bayi normal

Pada bayi sendiri tidak ada ukuran tepat berapa lingkar perut bayi yang normal. Ini karena lingkar perut bayi normal akan sangat tergantung pada ukuran tinggi dan berat badan bayi.Sebagai gambaran, ukuran lingkar perut normal pada orang dewasa adalah berkisar 90 cm (untuk laki-laki) dan 80 cm (untuk perempuan). Dengan tinggi dan berat badan ideal, ukuran lingkar perut normal bayi maka akan menyesuaikan. Selama perut bayi buncit namun masih proposional maka Anda tidak perlu cemas.

Wajarkah bila perut bayi buncit?

Perut bayi buncit akibat masih dalam tahap tumbuh kembang
Pada hari-hari awal kehadirannya di dunia, bayi baru lahir kerap kali berada di posisi seperti saat masih berada di kandungan. Mulai dari siku, pinggul, dan lutut menekuk, serta tangan dan kaki berada lebih dekat dengan bagian depan tubuhnya.Ini adalah posisi bayi saat periode trimester akhir kehamilan. Meski demikian, bayi yang terlahir prematur bisa menunjukkan postur tubuh yang berbeda bergantung pada kondisinya.Semuanya normal, termasuk jika Anda melihat perut buncit dan tampak besar pada bayi. Tidak selamanya perut bayi buncit berarti ada masalah pada saluran cerna mereka.Ketika bayi baru lahir mengejan atau menangis, terkadang kulit di bagian tengah perut juga tampak seperti membentuk dinding di kanan dan kiri abdomen bayi. Biasanya, hal ini akan menghilang dengan sendirinya seiring dengan pertumbuhan bayi beberapa bulan kemudian.Apabila Anda perhatikan, sebenarnya, perut bayi buncit memang bisa tampak demikian sepanjang hari. Namun, saat baru selesai menyusu, akan lebih terasa seperti perut bayi keras dan lebih padat.Sementara, ketika mereka sedang lapar atau belum menyusu, perut bayi tetap buncit, tetapi lebih empuk. Semuanya sama-sama normal, selama tidak ada gejala seperti BAB tidak lancar atau muntah berkali-kali.Perut bayi baru lahir rentan kembung apabila menyusu di posisi yang salah, makan terlalu banyak, atau konstipasi selama beberapa hari.Apalagi, sistem pencernaan bayi masih dalam tahap perkembangan. Mereka masih berusaha mengenal proses cerna ASI atau susu formula dan mengeluarkannya dalam bentuk gas atau buang air.

Penyebab perut bayi buncit

Meski terkadang terlihat normal, perlu diketahui, perut bayi besar bisa jadi pertanda suatu penyakit tertentu. Beberapa penyakit yang membuat perut bayi besar adalah:

1. Pembesaran organ

Organ seperti hati membesar sebabkan perut bayi buncit
Jika bayi mengalami pembesaran organ, maka perut membesar pun juga terlihat pada bayi. Anda bisa memerhatikan tanda-tandanya, di antaranya adalah otot perut yang bertambah keras, pucat, lemas, dan mual.

2. Kolik

Alergi gluten sebabkan perut bayi membesaar
Perut bayi buncit bisa juga terjadi akibat bayi kolik. Sebab, pada gangguan ini, usus menyimpan gas dengan jumlah tinggi. Efeknya, perut pun ikut membesar. Biasanya, kolik terjadi akibat bayi alergi gluten.

3. Intoleransi laktosa

Laktosa pada susu sebabkan perut bergas dan buncit
Perut bayi besar terjadi akibat alergi laktosa, yaitu kandungan gula yang ada pada susu. Alergi ini disebabkan bayi tidak bisa memproduksi enzim yang mencerna laktosa.

4. Giardiasis

Lemak menumpuk akibat infeksi parasit pada perut bayi
Penyakit giardiasis membuat perut membesar pada bayi. Penyebabnya adalah adanya infeksi parasit pada usus. Efeknya, tubuh bayi tidak mampu menyerap zat lemak makanan. Sebagai gejala giardiasis, perut membesar pada bayi ini dikarenakan perut kembung.

5. Penyakit gaucher

Kelainan gen sebabkan lemak menumpuk dan perut bayi buncit
Berdasarkan penelitian yang terbit pada jurnal National Center for Biotechnology Information, penyakit gaucher adalah penyakit genetik.Dalam hal ini, mutasi genetik ini mengakibatkan tubuh tidak mampu bermetabolisme dengan baik. Akibatnya, terjadi penumpukan lemak di organ tubuh, seperti limpa dan hati dan membuat perut bayi besar.Namun, Anda tidak perlu khawatir. Sebenarnya, ada pula penyebab perut bayi buncit yang bukan merupakan gejala penyakit tertentu.Beberapa penyebab perut buncit pada bayi yang bukan merupakan tanda penyakit di antaranya:
  • Kenyang setelah menyusu
  • Terlalu banyak menelan udara

Cara mengatasi perut bayi buncit

Pijat I-L-U bantu atasi perut kembung pada bayi
Apabila perut bayi buncit karena kembung atau terlalu banyak gas, Anda bisa memberikan pijatan perlahan di perutnya dengan pola I-L-U berakhir di perut kiri bawah.Selain itu, jika bayi tidak menunjukkan gejala dan keluhan lain seperti perut bayi keras, maka bantu bayi bersendawa dengan menggendong di posisi tegak usai menyusu atau biasa disebut burping.Cara yang bisa dilakukan adalah ketika anak usai menyusu, gendong dengan posisi tegak dengan kepala bayi berada di atas pundak Anda. Kemudian, tepuk perlahan punggung bayi. Hal ini akan membantu mereka berserdawa dan perutnya terasa lebih nyaman.Satu lagi yang tak kalah penting, ikuti insting orang tua saat melihat ada yang berbeda pada bayi mereka. Sebaiknya, tetap tenang. Panik justru membuat kesulitan berpikir jernih. Selama tenang, terus jeli mengobservasi apa yang dialami si Kecil.

Kapan harus ke dokter?

Bila bayi rewel saat perut membuncit, segera temui dokter
Apabila bayi yang konsumsi ASI jarang BAB, itu sangat wajar. Bahkan, hal ini bisa berlangsung hingga satu atau dua minggu sekalipun. Namun, perut buncit pada bayi memberikan alarm harus ke dokter apabila:
  • Bayi terlihat tidak nyaman, rewel atau kesakitan
  • Bayi terus menangis dan sulit ditenangkan
  • Bayi tampak kesulitan mengejan saat BAB
  • Bayi enggan menyusu
  • Tampak ruam atau reaksi alergi lain di tubuh bayi
  • Bayi terus menerus muntah
  • Ada darah dalam tinjanya
  • Bayi mengalami demam di atas 38 derajat Celsius

Catatan dari SehatQ

Perut bayi buncit sebenarnya terlihat normal. Sebab, saat bayi baru lahir, kulit perut bayi membentuk dinding di sisi kanan dan kiri perut. Meski demikian, perut membesar pada bayi pun dianggap wajar jika mereka kenyang setelah menyusui ataupun terlalu banyak menelan udara. Namun, perlu diingat, Anda tidak boleh lengah jika perut bayi besar juga merupakan gejala penyakit tertentu.Jika buah hati Anda mengalami perut buncit setelah mengonsumsi makanan dan minuman tertentu atau terlihat rewel dan masalah pencernaannya terganggu, segera chat dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Tak lupa, bawa ke pusat pelayanan kesehatan untuk penanganan lebih lanjutDownload aplikasinya sekarang di Google Play dan Apple Store.
tumbuh kembang bayisaluran pencernaanperut kembung
Baby Center. https://www.babycenter.com/400_why-is-my-babys-stomach-so-big_895237_455.bc
Diakses 22 November 2019
Flo. https://flo.health/being-a-mom/your-baby/baby-care-and-feeding/infant-gas-relief
Diakses 22 November 2019
Healthy Children. https://www.healthychildren.org/English/ages-stages/baby/Pages/Common-Conditions-in-Newborns.aspx
Diakses 22 November 2019
Kids Health. https://kidshealth.org/en/parents/newborn-variations.html
Diakses 22 November 2019
Kidspot. https://www.kidspot.com.au/baby/real-life/reader-stories/my-doctor-said-it-was-fine-but-i-knew-something-was-wrong/news-story/0fa2f36e99b0c447b57471f4dc3c77c5
Diakses 22 November 2019 
National Center for Biotechnology Information. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK448080/ Diakses pada 14 Oktober 2020.
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait