Perut Bayi Buncit Memang Wajar, tapi Kapan Harus ke Dokter?

Perut bayi buncit akan semakin terlihat terutama setelah banyak minum ASI atau susu formula
Tidak selamanya perut bayi buncit berarti ada masalah pada saluran cerna

Sangatlah normal ketika Anda melihat perut bayi buncit dan tampak bulat. Bahkan kadang, bagian perut ini tampak lebih menonjol dibandingkan dengan bagian tubuh lain dari bayi baru lahir yang masih mungil. Perut bayi buncit ini akan semakin terlihat terutama setelah banyak minum ASI atau susu formula.

Perut bayi buncit bukanlah masalah, selama siklus buang air kecil dan buang air besarnya tetap teratur. Bahkan, bayi ASI jarang BAB juga bukan hal mengherankan dan normal-normal saja.

Wajarkah perut bayi buncit?

Pada hari-hari awal kehadirannya di dunia, bayi baru lahir kerap kali berada di posisi seperti saat masih berada di kandungan. Mulai dari siku, pinggul, dan lutut menekuk, serta tangan dan kaki berada lebih dekat dengan bagian depan tubuhnya.

Ini adalah posisi bayi saat periode trimester akhir kehamilan. Meski demikian, bayi yang terlahir prematur bisa menunjukkan postur tubuh yang berbeda bergantung pada kondisinya.

Semuanya normal, termasuk jika Anda melihat perut bayi buncit dan tampak besar. Tidak selamanya perut bayi buncit berarti ada masalah pada saluran cerna mereka.

Ketika bayi baru lahir mengejan atau menangis, terkadang kulit di bagian tengah perut juga tampak seperti membentuk dinding di kanan dan kiri abdomen bayi. Biasanya, hal ini akan menghilang dengan sendirinya seiring dengan pertumbuhan bayi beberapa bulan kemudian.

Penyebab perut bayi buncit

Apabila Anda perhatikan, perut bayi buncit memang bisa tampak demikian sepanjang hari. Namun saat baru selesai menyusu, perut bayi terasa lebih padat atau keras.

Sementara ketika mereka sedang lapar atau belum menyusu, perut bayi tetap buncit namun lebih empuk. Semuanya sama-sama normal selama tidak ada gejala seperti BAB tidak lancar atau muntah berkali-kali.

Beberapa penyebab perut bayi buncit di antaranya:

  • Kenyang setelah menyusu
  • Reaksi alergi setelah ibu menyusui mengonsumsi makanan tertentu
  • Kembung
  • Buang air besar tidak lancar

Apabila perut bayi buncit terjadi karena kembung atau terlalu banyak gas, Anda bisa memberikan pijatan perlahan di perutnya dengan pola I-L-U berakhir di perut kiri bawah.

Perut bayi baru lahir bisa rentan kembung apabila menyusu di posisi yang salah, makan terlalu banyak, atau konstipasi selama beberapa hari.

Apalagi, sistem pencernaan bayi masih dalam tahap perkembangan. Mereka masih berusaha mengenal proses cerna ASI atau susu formula dan mengeluarkannya dalam bentuk gas atau buang air.

Kapan harus ke dokter?

Apabila bayi ASI jarang BAB, itu sangat wajar. Bahkan bisa berlangsung hingga satu atau dua minggu sekalipun. Namun perut buncit bayi memberikan alarm harus ke dokter apabila:

  • Bayi terlihat tidak nyaman, rewel atau kesakitan
  • Bayi terus menangis dan sulit ditenangkan
  • Bayi tampak kesulitan mengejan saat buang air besar
  • Bayi enggan menyusu
  • Tampak ruam atau reaksi alergi lain di tubuh bayi
  • Bayi terus menerus muntah
  • Ada darah dalam tinjanya
  • Bayi mengalami demam di atas 38 derajat Celsius

Bayi baru lahir perlu penanganan cepat apabila sudah muncul tanda-tanda seperti di atas. Jangan tunda untuk memeriksakannya ke dokter sehingga bisa diketahui apa penyebab perut bayi buncit.

Memang wajar jika perut bayi tampak bulat dan buncit, namun jika ada keluhan lain seperti yang disebutkan di atas, bisa jadi ada masalah lain pada saluran pencernaannya.

Apabila bayi tidak menunjukkan gejala dan keluhan lain, maka bantu mereka mengeluarkan gas dengan menggendong di posisi tegak usai menyusu. Istilahnya adalah burping atau serdawa.

Caranya, ketika anak usai menyusu, gendong dengan posisi tegak dengan kepala bayi berada di atas pundak Anda. Kemudian, tepuk perlahan punggung bayi sehingga membantu mereka bersendawa dan perutnya bisa terasa lebih nyaman.

Satu lagi yang tak kalah penting, ikuti insting orangtua saat melihat ada yang berbeda pada bayi mereka. Sebaiknya jaga agar tidak terlalu panik karena justru membuat kesulitan berpikir jernih. Tetap tenang sambil terus jeli mengobservasi apa yang dialami si Kecil.

Baby Center. https://www.babycenter.com/400_why-is-my-babys-stomach-so-big_895237_455.bc
Diakses 22 November 2019

Flo. https://flo.health/being-a-mom/your-baby/baby-care-and-feeding/infant-gas-relief
Diakses 22 November 2019

Healthy Children. https://www.healthychildren.org/English/ages-stages/baby/Pages/Common-Conditions-in-Newborns.aspx
Diakses 22 November 2019

Kids Health. https://kidshealth.org/en/parents/newborn-variations.html
Diakses 22 November 2019

Kidspot. https://www.kidspot.com.au/baby/real-life/reader-stories/my-doctor-said-it-was-fine-but-i-knew-something-was-wrong/news-story/0fa2f36e99b0c447b57471f4dc3c77c5
Diakses 22 November 2019 

Artikel Terkait

Banner Telemed