logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
Forum
Bayi & Menyusui

5 Penyebab Perut Bayi Buncit yang Bisa Berbahaya

open-summary

Perut bayi buncit bisa menandakan kondisi yang cukup serius yang perlu diwaspadai. Namun, bisa jadi hal ini disebabkan oleh pembesaran organ dalam pada anak-anak.


close-summary

Ditinjau secara medis oleh dr. Anandika Pawitri

27 Des 2022

Perut bayi buncit

Bisa jadi si Kecil intoleransi laksosa

Table of Content

  • Lingkar perut bayi normal
  • Wajarkah bila perut bayi buncit?
  • Penyebab perut bayi buncit
  • Cara mengatasi perut bayi buncit
  • Kapan harus ke dokter?
  • Catatan dari SehatQ

Perut bayi buncit dan tampak bulat terlihat sangatlah normal. Terkadang bagian perut ini tampak lebih menonjol dibandingkan dengan bagian tubuh lain. Perut bayi besar ini akan semakin terlihat terutama setelah banyak minum ASI atau susu formula.

Advertisement

Perut buncit pada bayi bukanlah masalah selama siklus buang air kecil dan buang air besarnya tetap teratur. Bahkan, bayi yang mengonsumsi ASI sehingga jarang BAB juga bukan hal mengherankan.

Lingkar perut bayi normal

Pada bayi sendiri tidak ada ukuran tepat berapa lingkar perut bayi yang normal. Ini karena lingkar perut bayi normal akan sangat tergantung pada ukuran tinggi dan berat badan bayi.

Sebagai gambaran, ukuran lingkar perut normal pada orang dewasa adalah berkisar 90 cm (untuk laki-laki) dan 80 cm (untuk perempuan). Dengan tinggi dan berat badan ideal, ukuran lingkar perut normal bayi maka akan menyesuaikan. Selama perut bayi buncit namun masih proposional maka Anda tidak perlu cemas.

Wajarkah bila perut bayi buncit?

no caption
Perut bayi buncit akibat masih dalam tahap tumbuh kembang

Pada hari-hari awal kehadirannya di dunia, bayi baru lahir kerap kali berada di posisi seperti saat masih berada di kandungan. Mulai dari siku, pinggul, dan lutut menekuk, serta tangan dan kaki berada lebih dekat dengan bagian depan tubuhnya.

Ini adalah posisi bayi saat periode trimester akhir kehamilan. Meski demikian, bayi yang terlahir prematur bisa menunjukkan postur tubuh yang berbeda bergantung pada kondisinya.

Semuanya normal, termasuk jika Anda melihat perut buncit dan tampak besar pada bayi. Tidak selamanya perut bayi buncit berarti ada masalah pada saluran cerna mereka.

Ketika bayi baru lahir mengejan atau menangis, terkadang kulit di bagian tengah perut juga tampak seperti membentuk dinding di kanan dan kiri abdomen bayi. Biasanya, hal ini akan menghilang dengan sendirinya seiring dengan pertumbuhan bayi beberapa bulan kemudian.

Apabila Anda perhatikan, sebenarnya perut bayi buncit memang bisa tampak demikian sepanjang hari. Saat baru selesai menyusu, akan lebih terasa seperti perut bayi keras dan lebih padat.

Sementara, ketika mereka sedang lapar atau belum menyusu, perut bayi tetap buncit dengan tekstur yang tetap empuk. Semuanya sama-sama normal selama tidak ada gejala seperti BAB tidak lancar atau muntah berkali-kali.

Perut bayi baru lahir rentan kembung apabila menyusu di posisi yang salah, makan terlalu banyak, atau konstipasi selama beberapa hari. Apalagi, sistem pencernaan bayi masih dalam tahap perkembangan. Mereka masih berusaha mengenal proses cerna ASI atau susu formula dan mengeluarkannya dalam bentuk gas atau buang air.

Penyebab perut bayi buncit

Meski terkadang terlihat normal, perlu diketahui, perut bayi besar bisa jadi pertanda suatu penyakit tertentu. Beberapa penyakit yang membuat perut bayi besar adalah:

1. Pembesaran organ

no caption
Organ seperti hati membesar sebabkan perut bayi buncit

Jika bayi mengalami pembesaran organ, perut membesar pun juga terlihat pada bayi. Anda bisa memerhatikan tanda-tandanya, di antaranya adalah otot perut yang bertambah keras, pucat, lemas, dan mual.

2. Kolik

no caption
Alergi gluten sebabkan perut bayi membesaar

Perut bayi buncit bisa juga terjadi akibat bayi kolik. Pada gangguan ini, usus menyimpan gas dengan jumlah tinggi. Efeknya, perut pun ikut membesar. Biasanya, kolik terjadi akibat bayi alergi gluten.

3. Intoleransi laktosa

no caption
Laktosa pada susu sebabkan perut bergas dan buncit

Perut bayi besar terjadi akibat alergi laktosa, yaitu kandungan gula yang ada pada susu. Alergi ini disebabkan bayi tidak bisa memproduksi enzim yang mencerna laktosa.

4. Giardiasis

no caption
Lemak menumpuk akibat infeksi parasit pada perut bayi

Penyakit giardiasis membuat perut membesar pada bayi. Penyebabnya adalah adanya infeksi parasit pada usus. Efeknya, tubuh bayi tidak mampu menyerap zat lemak makanan. Sebagai gejala giardiasis, perut membesar pada bayi ini dikarenakan perut kembung.

5. Penyakit gaucher

no caption
Kelainan gen sebabkan lemak menumpuk dan perut bayi buncit

Berdasarkan penelitian yang terbit pada jurnal National Center for Biotechnology Information, penyakit gaucher adalah penyakit genetik. Dalam hal ini, mutasi genetik ini mengakibatkan tubuh tidak mampu bermetabolisme dengan baik. Akibatnya, terjadi penumpukan lemak di organ tubuh, seperti limpa dan hati dan membuat perut bayi besar.

Namun, Anda tidak perlu khawatir. Sebenarnya, ada pula penyebab perut bayi buncit yang bukan merupakan gejala penyakit tertentu.Beberapa penyebab perut buncit pada bayi yang bukan merupakan tanda penyakit di antaranya:

  • Kenyang setelah menyusu
  • Terlalu banyak menelan udara

Baca juga: Cara Tradisional Mengatasi Perut Kembung pada Bayi yang Dianggap Ampuh

Cara mengatasi perut bayi buncit

no caption
Pijat I-L-U bantu atasi perut kembung pada bayi

Apabila perut bayi buncit karena kembung atau terlalu banyak gas, Anda bisa memberikan pijatan perlahan di perutnya dengan pola I-L-U berakhir di perut kiri bawah.

Selain itu, jika bayi tidak menunjukkan gejala dan keluhan lain seperti perut bayi keras, maka bantu bayi bersendawa dengan menggendong di posisi tegak usai menyusu atau biasa disebut burping.

Cara yang bisa dilakukan adalah ketika anak usai menyusu, gendong dengan posisi tegak dengan kepala bayi berada di atas pundak Anda. Kemudian, tepuk perlahan punggung bayi. Hal ini akan membantu mereka berserdawa dan perutnya terasa lebih nyaman.

Satu lagi yang tak kalah penting, ikuti insting orang tua saat melihat ada yang berbeda pada bayi mereka. Sebaiknya, tetap tenang. Panik justru membuat kesulitan berpikir jernih. Selama tenang, terus jeli mengobservasi apa yang dialami si Kecil.

Baca juga: Berbagai Penyebab Bayi Sakit Perut

Kapan harus ke dokter?

no caption
Bila bayi rewel saat perut membuncit, segera temui dokter

Apabila bayi yang konsumsi ASI jarang BAB, itu sangat wajar. Bahkan, hal ini bisa berlangsung hingga satu atau dua minggu sekalipun. Namun, perut buncit pada bayi memberikan alarm harus ke dokter apabila:

  • Bayi terlihat tidak nyaman, rewel, atau kesakitan
  • Bayi terus menangis dan sulit ditenangkan
  • Bayi tampak kesulitan mengejan saat BAB
  • Bayi enggan menyusu
  • Tampak ruam atau reaksi alergi lain di tubuh bayi
  • Bayi terus menerus muntah
  • Ada darah dalam tinjanya
  • Bayi mengalami demam di atas 38 derajat Celsius

Catatan dari SehatQ

Perut bayi buncit sebenarnya terlihat normal. Saat bayi baru lahir, kulit perut bayi membentuk dinding di sisi kanan dan kiri perut. Meski demikian, perut membesar pada bayi pun dianggap wajar jika mereka kenyang setelah menyusui ataupun terlalu banyak menelan udara.

Advertisement

tumbuh kembang bayisaluran pencernaanperut kembung

Ditulis oleh Azelia Trifiana

Referensi

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq
    FacebookTwitterInstagramYoutubeLinkedin

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Perusahaan

Dukungan

Butuh Bantuan?

Jam operasional:
07:00 - 20:00 WIB

Hubungi Kami+6221-27899827

© SehatQ, 2023. All Rights Reserved