Jangan Salah, Perubahan Kepribadian Bisa Disebabkan oleh Penyakit

Seseorang yang selalu ceria tiba-tiba berubah menjadi murung atau putus asa mungkin saja mengalami perubahan kepribadian
Perubahan kepribadian yang tiba-tiba dan tanpa sebab haruslah dicurigai karena bisa saja menyangkut kondisi medis tertentu

Apakah Anda sering mendengarkan curhatan mengenai kerabat atau teman yang tampak berbeda dari awal pertama kali bertemu? Atau mengenai teman atau kerabat yang sudah dikenal sejak lama dan mendadak berubah seperti orang lain?

Perubahan kepribadian sekilas terlihat sebagai sesuatu yang tidak mungkin terjadi, tetapi faktanya beberapa faktor mampu memicu perubahan kepribadian pada seseorang. Salah satu faktor tersebut adalah kondisi medis tertentu yang dialami oleh seseorang.

Apa saja penyakit yang bisa menimbulkan perubahan kepribadian?

Sebuah riset menemukan bahwa mengidap penyakit kronis tertentu, seperti penyakit jantung dan kanker, dapat mengakibatkan perubahan kepribadian pada penderitanya. Tidak bisa dipungkiri bahwa beberapa kesehatan fisik memiliki dampak terhadap kesehatan mental.

Namun, tidak semua penyakit dapat memicu perubahan kepribadian. Berikut adalah beberapa penyakit yang dianggap berpotensi menimbulkan perubahan kepribadian pada penderitanya:

1. Penyakit Parkinson

Ciri khas yang dari penyakit Parkinson yang paling dikenal adalah tremor pada tangan atau jari. Namun, perubahan kepribadian adalah salah satu dampak penyakit Parkinson yang jarang diketahui oleh masyarakat.

Penyakit Parkinson memengaruhi sistem saraf dan tidak hanya mengganggu cara berbicara, berjalan, dan sebagainya, tetapi juga membuat penderita menjadi terobsesi dengan detail-detail kecil, kesulitan mengatur pikirannya, dan terlihat kosong.

2. Multiple sclerosis (MS)

Multiple sclerosis mungkin merupakan penyakit yang jarang didengar. Penyakit ini berdampak pada saraf tulang belakang dan otak, serta dapat menyebabkan berbagai masalah pada pergerakan tangan atau kaki, keseimbangan, penglihatan, dan sebagainya.

Penyakit multiple sclerosis dipicu oleh sistem imun tubuh yang salah mendeteksi dan menyerang saraf di bagian tulang belakang dan otak. Pada kasus tertentu, perubahan kepribadian bisa terjadi.

Penderita dapat tiba-tiba merasa sangat senang sampai tidak bisa menyadari sekitarnya atau bahkan bisa menangis atau tertawa meskipun tidak sesuai dengan apa yang dirasakan dan tanpa bisa dikendalikan.

3. Demensia dengan badan Lewy

Demensia merujuk pada berbagai macam penyakit atau kondisi medis yang bisa memunculkan penurunan fungsi kognitif dan mental. 

Selain penyakit Alzheimer, jenis demensia lain yang bisa membuat perubahan kepribadian adalah demensia dengan badan Lewy yang disebabkan oleh penumpukan protein yang dikenal sebagai badan Lewy di bagian otak yang mengendalikan pergerakan, pemikiran, dan daya ingat.

Penderita demensia dengan badan Lewy umumnya akan mengalami perubahan kepribadian berupa menunjukkan sedikit emosi, tidak lagi tertarik untuk melakukan hobinya, dan menjadi lebih pasif.

4. Penyakit Alzheimer

Bukan misteri lagi bahwa penyakit Alzheimer tidak hanya mengakibatkan kesulitan untuk mengingat, tetapi juga bisa memunculkan perubahan kepribadian karena penurunan fungsi kognitif, seperti daya ingat, kemampuan untuk berpikir, dan sebagainya.

Penderita akan menjadi lebih mudah cemas dan kesal, serta bahkan dapat mengubah penderita yang awalnya penyabar menjadi orang yang suka marah-marah dan memerintah orang lain.

Di sisi lain, penyakit Alzheimer juga bisa mengubah penderita yang awalnya mudah cemas menjadi pribadi yang tenang dan terbuka. Perubahan kepribadian hanya satu dari sekian banyak gejala Alzheimer. 

5. Penyakit Huntington

Satu lagi penyakit yang mengganggu fungsi kognitif dan mengakibatkan perubahan kepribadian adalah penyakit Huntington yang muncul saat penderita berusia 30 sampai 40 tahun-an. 

Penyakit Huntington bisa membuat penderitanya kesulitan untuk berpikir jernih dan menjadi mudah marah serta tidak menyadari hal-hal yang terjadi di sekitarnya. Bahkan penderita bisa tidak mempedulikan aktivitas mendasar, seperti menyikat gigi.

Tidak hanya perubahan kepribadian, penyakit Huntington dapat mengalami kesulitan dalam koordinasi, kesulitan dalam mempelajari hal baru, mengalami depresi, dan membuat gerakan-gerakan kecil yang tidak disengaja dan disadari.

6. Penyakit tiroid 

Saat seseorang mengalami penyakit tiroid, hormon tiroid yang diproduksi tubuh bisa kurang ataupun berlebih. 

Ketika penderita memiliki hormon tiroid yang kurang atau hipotiroid, penderita bisa kesulitan untuk berpikir, menjadi pelupa, dan jarang menunjukkan emosi. 

Sementara hormon tiroid yang berlebih atau hipertiroid, penderita akan lebih mudah berubah suasana hatinya, serta lebih gampang untuk merasa kesal dan cemas.

7. Tumor otak

Tumor yang muncul di bagian lobus frontal atau bagian depan otak mampu memicu perubahan kepribadian yang termanifesi dalam berbagai hal. 

Penderita bisa saja menjadi lebih agresif, paranoid, lebih mudah berubah suasana hatinya, ataupun menjadi pelupa atau kebingungan.

Tumor di otak tidak hanya mempengaruhi kepribadian, tetapi juga bagaimana penderita dapat mencari cara untuk menyelesaikan masalah, serta berdampak terhadap emosi penderita.

Meskipun beberapa penyakit dapat menjadi pemicu perubahan kepribadian, tetapi Anda masih perlu berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui secara pasti perubahan kepribadian yang dialami oleh Anda atau kerabat, terutama jika disertai dengan gejala-gejala lainnya.

Alzheimer’s Association. https://www.alz.org/alzheimers-dementia/what-is-dementia
Diakses pada 30 Juli 2019

Genetics Home Reference. https://ghr.nlm.nih.gov/condition/huntington-disease
Diakses pada 30 Juli 2019

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/alzheimers-disease/symptoms-causes/syc-20350447
Diakses pada 30 Juli 2019

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/318139.php
Diakses pada 30 Juli 2019

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/323396.php
Diakses pada 30 Juli 2019

NHS. https://www.nhs.uk/conditions/multiple-sclerosis/
Diakses pada 30 Juli 2019

Psychological Medicine. http://midus.wisc.edu/findings/pdfs/1378.pdf
Diakses pada 30 Juli 2019

WebMD. https://www.webmd.com/mental-health/ss/slideshow-conditions-change-personality?ecd=wnl_day_072819&ctr=wnl-day-072819_nsl-LeadModule_title&mb=y1gkiE3nplZDitI6r7bSYhJZpsk9%40mj55QQ6hEtvzic%3d
Diakses pada 30 Juli 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed