Mengenal Pertumbuhan Janin Terhambat yang Perlu Diwaspadai Bumil


Intrauterine Growth Restriction (IUGR) atau yang dikenal dengan Pertumbuhan Janin Terhambat (PJT) disebabkan oleh janin yang tidak mengalami pertumbuhan sesuai usia kandungan ibu dan mengakibatkan berat badan bayi lahir rendah.

(0)
10 Jun 2019|dr. M. Helmi A.
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Pertumbuhan janin terhambat atau PJT bisa diantisipasi melalui pemeriksaan kehamilan secara rutinPertumbuhan Janin terhambat disebut juga sebagai IUGR atau intrauterine growth restriction
Pertumbuhan janin terhambat atau PJT adalah gangguan yang membuat janin tumbuh lebih lambat dari yang seharusnya.Ibu hamil yang mengalami PJT, janin di dalam kandungannya umumnya berukuran lebih kecil dari ukuran normal sesuai usia kandungan. Saat lahir, bayinya juga akan memiliki berat badan lahir rendah (BBLR). intrauterine growth restriction (IUGR). Penyakit diabetes menjadi salah satu penyebab janin tidak berkembang.

Penyebab pertumbuhan janin terhambat

PJT atau janin tidak berkembang adalah kondisi yang ditandai dengan janin yang tidak tumbuh sesuai dengan usia kehamilan ibu. Janin yang mengalami PJT, pada umumnya akan memiliki berat badan lahir rendah (BBLR).Apabila pada saat pengukuran, berat janin atau bayi baru lahir berada di bawah persentil 10 di usia kehamilan ibu, hal ini disebut sebagai kecil masa kehamilan (KMK) atau small gestational age (SGA).Perlu diingat, tidak semua janin atau bayi dengan KMK, mengalami PJT pada masa kehamilan. Bayi yang sehat dan mengalami KMK, dengan orangtua bertubuh kecil, belum tentu mengalami PJT.Dikutip dari Kids Health, penyebab ukuran janin tidak sesuai dengan usia kehamilan dapat disebabkan oleh sejumlah faktor. Hal yang paling sering ditemukan pada kasus PJT adalah gangguan plasenta, yang berfungsi memberikan nutrisi dan oksigen dari ibu ke janin.Selain itu, beberapa faktor berikut ini dari ibu dapat memengaruhi terjadinya pertumbuhan janin terhambat atau PJT:
  • Diabetes yang tidak terkontrol
  • Hipertensi (tekanan darah tinggi) dan penyakit jantung
  • Infeksi, seperti infeksi rubella, sitomegalovirus, toksoplasma, dan sifilis
  • Gangguan ginjal
  • Penyakit pada paru-paru
  • Anemia dan malnutrisi
  • Hidup di dataran tinggi
  • Mengonsumsi obat-obatan tertentu
  • Merokok, konsumsi alkohol, atau menggunakan obat-obatan terlarang
Di luar faktor dari ibu dan plasenta, janin juga dapat memiliki peran terhadap terjadinya PJT.Janin dengan penyakit genetik atau pada kehamilan ganda (kembar, kembar tiga, atau lebih), pertumbuhan janin terhambat bisa terjadi.Baca juga: Ciri-Ciri Janin Tidak Berkembang yang Perlu Dikenali Bumil

Janin kecil jadi gejala bayi tidak berkembang dalam kandungan

Gejala utama pada bayi baru lahir dengan PJT adalah, ukuran janin yang kecil. Diperkirakan, berat badan janin atau bayi baru lahir, berada di bawah persentil 10.Bergantung dari penyebab PJT, bayi yang dilahirkan dapat berukuran kecil atau terlihat kekurangan gizi. Kulit bayi dapat nampak pucat, kering, tipis dan berkerut.Selain itu, pertumbuhan janin yang terhambat akan dinilai dari tali pusat seringkali nampak tipis, dibandingkan pada bayi normal, yang umumnya tampak tebal, air ketuban terlalu sedikit dan pergerakan janin yang lemah.

Pengaruh PJT pada pertumbuhan bayi kelak

Bayi yang saat di dalam kandungan mengalami PJT lebih berisiko terkena berbagai macam penyakit. Untuk bayi yang lahir prematur, ukuran tubuhnya yang kecil membuatnya harus dirawat lebih lama di rumah sakit.Selain itu, buah hati yang memiliki riwayat PJT tidak jarang perlu dirawat di ruang perawatan intensif untuk bayi baru lahir (NICU).
  • Mengalami gangguan pernapasan 
  • Kesulitan menerima makanan
  • Suhu tubuhnya tidak stabil
  • Jumlah sel darahnya tidak normal
  • Memiliki kadar gula darah yang lebih rendah dari normal (hipoglikemia)
  • Tidak memiliki daya tahan tubuh yang baik
  • Berisiko mengalami gangguan saraf
  • Mengalami gangguan makan
  • Mengalami gangguan pertumbuhan fisik dan tumbuh kembang
Tidak semua bayi yang mengalami PJT pasti memiliki kondisi janin seperti di atas. Namun, dengan risiko yang lebih besar, tentu orang tua perlu lebih waspada akan gejala dan tanda PJT agar bisa segera melakukan penanganan yang tepat.

Langkah-langkah pencegahan pertumbuhan janin terhambat

PJT dapat saja terjadi, meskipun kondisi ibu terlihat baik-baik saja. Oleh karena itu, ada baiknya ibu hamil melakukan langkah-langkah berikut ini, untuk mencegah pertumbuhan janin terhambat.
  • Selalu lakukan kontrol prenatal secara rutin. Menjalani pemeriksaan kehamilan rutin, dapat mendeteksi potensi masalah lebih dini, dan dapat mencegah terjadinya PJT.
  • Selalu perhatikan gerakan janin dalam kandungan. Janin yang tidak bergerak sering, atau malah tidak bergerak, menandakan adanya masalah dalam kehamilan. Bila Anda menyadari adanya perubahan, segera hubungi dokter atau bidan.
  • Cek obat-obatan yang Anda konsumsi. Beberapa obat dapat menyebabkan timbulnya PJT. Selalu konsultasikan obat yang Anda minum selama kehamilan, pada dokter.
  • Mengonsumsi makanan bergizi dan istirahat yang cukup, dapat membantu perkembangan janin
  • Hindari alkohol, obat-obatan terlarang, maupun rokok.
  • Mengecek kadar gula darah rutin
  • Menghindari konsumsi kafein berlebihan
  • Mengatur emosi agar terhindar dari stres saat hamil
Untuk menghindari terjadinya PJT, sebaiknya Anda memeriksakan kehamilan secara rutin ke dokter kandungan maupun bidan. Dengan demikian, setiap risiko gangguan pada janin, bisa diantisipasi sejak dini.Skrining lain seperti pemeriksaan darah, pemeriksaan cairan ketuban, dan pemeriksaan fetal non-stress test (NST) diperlukan untuk menyingkirkan kemungkinan penyebab terjadinya PJT.Jika Anda ingin berkonsultasi secara langsung, Anda bisa chat dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ.
Download aplikasinya sekarang di Google Play dan Apple Store.
perkembangan janinkehamilanpersalinaniugrpjt
WebMD. https://www.webmd.com/baby/iugr-intrauterine-growth-restriction#1
Diakses pada 9 Mei 2019
KidsHealth. https://kidshealth.org/en/parents/iugr.html
Diakses pada 9 Mei 2019
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait