Mengenal Langkah Pertolongan Pertama untuk Mengatasi Luka Tembak

Langkah pertolongan pertama untuk luka tembak
Mengetahui pertolongan pertama orang yang terkena luka tembak adalah perlu

Luka tembak adalah kondisi yang terjadi ketika seseorang tertembak oleh peluru atau jenis proyektil lainnya yang berasal dari senjata api. Umumnya, ini dapat terjadi saat tembakan oleh aparat penegak hukum, tembakan akibat kecelakaan, aksi demo yang berujung ricuh, dan lainnya.

Meski kondisi tersebut cukup jarang terjadi di Indonesia dan tergolong tidak meluas, Anda tentu tidak akan pernah benar-benar tahu pasti apa yang akan terjadi di kemudian hari. Jika Anda atau orang yang Anda kenal terkena luka tembak, apa yang harus dilakukan? 

Panduan pertolongan pertama menolong orang yang terkena luka tembak

Berikut adalah langkah-langkah pertolongan pertama saat menolong orang yang terkena luka tembak: 

1. Menepi ke lokasi yang aman

Jika seandainya Anda bukan korban yang mengalami luka tembak, pastikan selalu mengutamakan kewaspadaan dan mengamankan diri sendiri. Pasalnya, dalam kondisi yang melibatkan senjata api dapat berisiko bahaya. 

Jika Anda juga terluka, Anda tentu tidak bisa memberikan banyak pertolongan bagi orang lain di sekitar Anda, bukan? 

2. Cari pertolongan medis

Segera cari pertolongan medis sesaat setelah Anda mengetahui bahwa ada korban dalam situasi yang melibatkan senjata api. Anda dapat menghubungi polisi atau unit gawat darurat. Atau Anda bisa segera membawa korban yang sudah tertembak ke unit gawat darurat terdekat. 

3. Hentikan perdarahan

Sambil menunggu pertolongan medis menghampiri atau saat berada di tengah perjalanan menuju unit gawat darurat, Anda dapat melakukan pertolongan pertama menghentikan perdarahan akibat luka tembak. 

Cara menghentikan pendarahan akibat luka tembak

Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menghentikan perdarahan yang terjadi, di antaranya: 

1. Memberikan tekanan langsung

Salah satu langkah pertolongan pertama menghentikan perdarahan adalah dengan memberikan tekanan langsung. Beri tekanan pada luka menggunakan kain kasa, apabila ada. 

Kain kasa dapat menahan keluarnya darah dan membantu komponen darah agar tetap bersama dalam luka sehingga mendorong proses pembekuan darah. Jika Anda tidak memiliki kain kasa, handuk bersih menjadi pilihan lain yang dapat bekerja dengan baik. 

Apabila darah menembus kain kasa, tambahkan lapisannya dan jangan coba-coba untuk mengangkat kain tersebut. Mengangkat kain kasa dari luka dapat menghentikan proses pembekuan darah sehingga perdarahan akan terus menerus berlanjut. 

2. Mengangkat bagian tubuh yang terluka lebih tinggi dari jantung

Langkah pertolongan pertama menghentikan perdarahan berikutnya adalah memposisikan luka lebih tinggi dari jantung korban. Ini bertujuan untuk memperlambat aliran darah sehingga memudahkan untuk menghentikan perdarahan. 

Pastikan mengangkat bagian tubuh yang terluka lebih tinggi dari jantung seraya tetap memberikan tekanan di atas luka. 

3. Menahan luka

Poin tekanan adalah area tubuh di mana pembuluh darah terlihat jelas dari permukaan kulit. Menekan pembuluh darah di lokasi tersebut membuat aliran darah berjalan lebih lambat sehingga memungkinkan tekanan langsung yang bisa menghentikan perdarahan. 

Pastikan Anda menekan pembuluh darah di lokasi yang lebih dekat dengan jantung, bukannya yang berada di area sekitar luka. Menekan pembuluh darah jauh dari jantung tidak akan berdampak apa pun terhadap proses menghentikan perdarahan. Sedangkan menekan di area luka akan terasa nyeri.

Beberapa area tubuh yang terdapat poin tekanan adalah:

  • Paha. 
  • Lengan di antara bahu dan siku.
  • Di balik lutut.

4. Mengatasi syok 

Pastikan untuk mengatasi syok pada korban yang terluka. Perawatan ini dapat dilakukan bersamaan dengan pengobatan perdarahan sambil menunggu bantuan medis datang. 

Pastikan korban luka tembak masih bernapas. Jika korban berhenti bernapas, segera berikan napas buatan. 

Jika korban mengalami muntah, miringkan kepalanya. Sedangkan, jika dalam posisi berbaring, Anda dapat membantunya mengeluarkan isi muntahannya. Jangan memberikan cairan apa pun kepada korban karena dapat memicu terjadinya muntah. 

Selain itu, jaga suhu tubuh korban agar tetap hangat dengan menyelimutinya. Ini bertujuan agar korban tidak mengalami hipotermia yang berisiko mengancam nyawa. 

5. Memberikan napas buatan

Jika Anda mengetahui cara memberikan napas buatan melalui melalui metode CPR (cardiopulmonary resuscitation). Langkah ini dapat diberikan apabila korban luka tembak berhenti bernapas atau jantungnya berhenti berdetak. 

Risiko komplikasi yang mungkin terjadi akibat terkena luka tembak

Luka tembak dapat menyebabkan berbagai risiko komplikasi yang serius, seperti:

  • Patah tulang.
  • Infeksi luka.
  • Perdarahan hebat.
  • Kerusakan pada jaringan dan organ tubuh.
  • Kelumpuhan. 

Jenis komplikasi yang dapat terjadi tergantung pada lokasi cedera serta tingkat kecepatan, jarak tembak, dan jenis peluru senjata api yang mengarah ke tubuh korban. Jika luka tembak terjadi di bagian kepala atau dada maka umumnya cenderung dapat menyebabkan lebih banyak kerusakan.

Perawatan bekas luka tembak

Jenis luka tembak dapat berbeda, dapat berbentuk luka terbuka atau luka tertutup. Penyedia layanan kesehatan Anda umumnya akan memberi tahu Anda cara mengganti pakaian dan merawat luka. Berikut adalah langkah-langkah perawatan bekas luka tembak yang dapat Anda lakukan:

  1. Pertahankan balutan dan area di sekitarnya untuk tetap bersih dan kering
  2. Minum antibiotik atau penghilang rasa sakit sesuai petunjuk. Luka tembak bisa terinfeksi karena
  3. Cobalah untuk meninggikan area yang luka agar berada di atas jantung Anda. Posisi ini akan membantu Anda mengurangi pembengkakan. Anda mungkin perlu melakukan ini sambil duduk atau berbaring. Anda dapat menggunakan bantal untuk menopang area tersebut.
  4. Jika penyedia layanan kesehatan mengatakan bahwa luka Anda tidak perlu penanganan khusus, Anda dapat menggunakan kompres es pada perban untuk membantu pembengkakan. Tanyakan layanan kesehatan Anda seberapa sering Anda harus menggunakan es pada luka, dan pastikan perban tetap kering

Apa yang terjadi setelah pulih dari luka tembak?

Terkena peluru tembakan yang berasal dari senjata api merupakan pengalaman traumatis. Anda mungkin akan merasa terguncang, keselamatan Anda terancam, depresi, atau marah sebagai dampaknya. 

Semua hal tersebut merupakan reaksi normal bagi seseorang yang baru saja mengalami pengalaman traumatis dan sama sekali bukan tanda kelemahan. Beberapa gejala yang mungkin muncul setelah pulih dari luka tembak, antara lain: 

  • Merasa gelisah.
  • Mudah marah.
  • Merasa sangat sedih.
  • Lesu dan tidak bersemangat.
  • Sulit tidur atau mengalami mimpi buruk.
  • Teringat oleh kejadian traumatis tersebut sepanjang waktu.

Jika Anda terus menerus mengalami sejumlah gejala di atas dan merasa kesulitan melawan perasaan negatif tersebut selama lebih dari tiga minggu, segera hubungi dokter. 

Selain mendapatkan perawatan fisik, korban luka tembak juga memerlukan perawatan secara emosional untuk mengatasi gejala tersebut agar tidak berkembang menjadi gangguan stres setelah kejadian traumatis (Post Traumatic Stress Disorder/PTSD). 

Medline Plus. https://medlineplus.gov/ency/patientinstructions/000737.htm
Diakses pada 10 Desember 2019

Verywell Health. https://www.verywellhealth.com/how-to-control-bleeding-1298304
Diakses pada 10 Desember 2019

Verywell Health. https://www.verywellhealth.com/how-to-treat-for-shock-1298296
Diakses pada 10 Desember 2019

Verywell Health. https://www.verywellhealth.com/how-to-treat-a-sucking-chest-wound-1298891
Diakses pada 10 Desember 2019

The Survival Doctor. http://thesurvivaldoctor.com/2012/07/24/gunshot-treatment/
Diakses pada 10 Desember 2019

Medline Plus. https://medlineplus.gov/ency/patientinstructions/000737.htm
Diakses pada 3 Juli 2020

Artikel Terkait