Jangan Panik! Lakukan Cara Ini Untuk Pertolongan Pertama Sesak Napas

Salah satu pertolongan pertama sesak napas adalah membantu penderitanya untuk menggunakan inhaler
Bantulah penderita sesak napas, untuk menggunakan alat bantu pernapasannya.

Sesak napas terjadi ketika seseorang kekurangan udara untuk bernapas. Kondisi ini dapat terjadi akibat kelelahan saat beraktivitas, maupun akibat dari kondisi tertentu. Misalnya serangan jantung, asma, pneumonia, dan emboli paru.

Bagaimana jika ada keluarga, kerabat, teman ataupun orang lain yang mengalami sesak napas di hadapan Anda? Tentu Anda harus memberikan pertolongan pertama.

[[artikel-terkait]]

Pertolongan pertama sesak napas

Pertolongan pertama dilakukan untuk meringankan sesak napas yang terjadi. Lalu, bagaimana caranya? Berikut ini langkah-langkah dalam memberikan pertolongan pertama pada orang sesak napas.

1. Cari bantuan medis sesegera mungkin

Sesak napas dapat disebabkan oleh kondisi serius, yang dapat mengancam keselamatan jiwa. Oleh sebab itu, Anda perlu menghubungi bantuan medis segera, agar pasien mendapat penanganan yang tepat.

2. Jangan menunggu terlalu lama

Sambil menghubungi bantuan medis, sebaiknya Anda langsung melihat kondisi orang yang mengalami sesak napas tersebut. Jangan menunggu hingga bantuan medis datang. Sebab, Anda dapat melakukan beberapa upaya untuk membantunya.

3. Memeriksa keadaannya

Sambil menunggu bantuan medis datang, Anda dapat memeriksa jalan napas, pernapasan, dan denyut nadi orang yang mengalami sesak napas tersebut.

4. Melonggarkan apapun yang ketat

Anda harus melonggarkan pakaian ketat, maupun segala sesuatu yang dapat membuatnya semakin sulit untuk bernapas.

5. Buatlah orang tersebut berada pada posisi yang nyaman

Sebetulnya, ada beberapa posisi yang dapat membuat aliran udara lebih banyak masuk. Namun, posisi tersebut bisa berbeda-beda pada setiap orang. Jadi, pilihlah posisi yang membuatnya nyaman saja.

6. Membantu menggunakan alat oksigen atau mengonsumsi obat

Jika orang tersebut memiliki alat oksigen atau obat-obatan khusus untuk mengatasi sesak napasnya, maka Anda dapat membantu menggunakan alat oksigennya maupun obat-obatan itu. 

7. Membuatnya beristirahat

Biarkan orang tersebut beristirahat. Sebab, semakin sedikit energi yang dikeluarkan, maka semakin sedikit oksigen yang digunakan.

8. Terus memantau keadaannya

Teruslah pantau pernapasan dan denyut nadi orang tersebut. Jika menginya sudah tidak terdengar lagi, Anda jangan langsung beranggapan bahwa kondisinya membaik. Terus dampingi sampai bantuan medis datang.

9. Menutup luka terbuka

Jika pada leher atau dada orang tersebut ada luka terbuka, maka segeralah tutup. Apalagi jika pada luka itu muncul gelembung udara.

Udara yang masuk ke rongga dada melalui luka, dapat menyebabkan paru-paru kolaps. Untuk mencegahnya, tutuplah luka dengan kantong plastik atau kain kasa yang diberi petroleum jelly.

10. Jangan memberinya makanan dan minuman

Memberikan makanan dan minuman pada orang yang sesak napas, dapat membuatnya tersedak. Selain itu, sesak napasnya bisa semakin parah. Oleh sebab itu, jangan memberinya apapun, kecuali obat-obatan khusus yang dimilikinya.

11. Jangan memindahkan posisinya

Jika orang tersebut mengalami cedera kepala, leher, dada atau jalan napas, jangan memindahkan posisinya, kecuali benar-benar diperlukan. Ketika memang harus dipindahkan, maka lindungilah cederanya tersebut.

Langkah-langkah pertolongan pertama di atas dapat dilakukan sebelum pertolongan medis datang. Akan tetapi, jika sesak napas terjadi secara berulang pada keluarga, kerabat teman atau bahkan diri Anda sendiri, maka segera lakukan pemeriksaan ke dokter.

Apalagi jika sesak napas disertai dengan gejala berikut ini:

  • Pilek atau infeksi pernapasan lainnya
  • Berkeringat ketika malam hari
  • Tidak bisa tidur atau terbangun di malam hari karena sesak napas
  • Batuk yang tak kunjung sembuh setelah 2 atau 3 minggu
  • Batuk berdarah
  • Kesulitan bernapas saat melakukan sesuatu, seperti halnya menaiki tangga. Padahal biasanya kondisi ini tidak terjadi.
  • Kehilangan berat badan tanpa penyebab yang jelas

Sesak napas disertai gejala-gejala tersebut, dan terjadi dengan frekuensi yang sering, tentu harus mendapat perhatian medis. Anda pun perlu menghindari kemungkinan buruk yang terjadi akibat sesak napas.

Medline Plus. https://medlineplus.gov/ency/article/000007.htm
Diakses pada 14 Mei 2019

Very Well Health. https://www.verywellhealth.com/shortness-of-breath-treatment-1298897 Diakses pada 14 Mei 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed