Pertolongan Pertama Saat Mengobati Luka Lecet

Luka lecet dapat terjadi sebagai hasil gesekan antara kulit
Luka lecet umum terjadi pada area tumit kaki

Luka lecet adalah suatu kondisi kulit yang umum terjadi akibat hasil gesekan yang muncul saat kulit Anda bergesekan satu sama lainnya atau dengan benda yang Anda kenakan.

Luka lecet tidak hanya terasa perih dan menyakitkan, tetapi juga bisa mengganggu penampilan bila lokasinya mudah dilihat oleh mata telanjang. Tapi, apa penyebab luka lecet dapat terjadi dan bagaimana cara mengobatinya?

Ketahui berbagai penyebab luka lecet ini

Luka lecet biasanya ditandai dengan timbulnya rasa perih
Luka lecet bisa terjadi di area tubuh mana saja

Luka lecet sering terjadi saat kulit bergesekan terus menerus dengan permukaan yang kasar sehingga mengelupas lapisan atas kulit.

Luka lecet biasanya ditandai dengan timbulnya rasa perih, sensasi rasa terbakar, hingga ruam merah ringan. Pada kasus yang parah, luka lecet dapat menyebabkan pembengkakan, perdarahan, atau kulit jadi mengeras.

Kulit lecet bisa terjadi di mana saja, terutama area yang terdapat gesekan antara kulit dengan kulit, atau pakaian yang dikenakan. Namun, area yang paling banyak mengalami luka lecet adalah paha, ketiak, selangkangan, dan puting susu. Beberapa penyebab luka lecet dapat terjadi, antara lain:

  • Berat badan berlebih. Kelebihan berat badan membuat seseorang lebih mudah mengalami gesekan pada area kulit selangkangannya.
  • Menyusui. Menyusui dapat membuat puting susu menjadi lecet karena gesekan yang berasal dari gusi bayi yang keras.
  • Memakai pakaian yang ketat saat udara dan cuaca sedang panas dan lembap.
  • Penggunaan popok terus menerus.
  • Lari dan bersepeda. Kedua jenis olahraga ini dapat menyebabkan lecet di selangkangan karena gesekan antara kulit yang lembap berkeringat dan pakaian yang dikenakan secara berulang.
  • Keringat dapat menyebabkan iritasi kulit sehingga menimbulkan gesekan kulit terus menerus.

Bagaimana cara mengobati luka lecet yang tepat dan aman?

Meski tergolong sebagai luka ringan, lecet juga membutuhkan pengobatan. Pasalnya, jika tidak diobati, luka lecet dapat semakin memburuk dan mengganggu aktivitas. Jadi, sebaiknya jangan mengabaikannya begitu saja.

Pertolongan pertama luka lecet yang utama adalah hentikan penggunaan pakaian ataupun aktivitas yang dapat menyebabkan kulit iritasi dan saling bergesekan. Jika pakaian penyebab luka lecet Anda, sebaiknya ganti pakaian yang nyaman.

Selanjutnya, bersihkan area kulit yang lecet secara lembut menggunakan air mengalir dan keringkan secara menyeluruh. Setelah area kulit dibersihkan, oleskan petroleum jelly.

Anda juga bisa mengoleskan gel lidah buaya ke area kulit yang lecet. Gel lidah buaya bertujuan untuk meringankan rasa nyeri dan mencegah timbulnya infeksi akibat kulit lecet.

Jika luka lecet mengalami nyeri, kemerahan, bengkak, berkerak, atau berdarah, sebaiknya konsultasikan dengan dokter. Dokter biasanya akan meresepkan obat resep berupa obat antibiotik oles atau kortikosteroid.

Cara merawat kulit lecet setelah diobati

Luka lecet umumnya dapat sembuh dengan sendirinya dalam waktu beberapa hari. Anda bisa membiarkan area kulit tersebut kering semalaman.

Pastikan untuk menghindari aktivitas dan jenis pakaian yang dapat menyebabkan gesekan pada kulit Anda. Jika timbul lepuhan pada permukaan kulit lecet, oleskan petroleum jelly secara lembut pada area kulit.

Saat kulit Anda dalam proses penyembuhan, sebaiknya:

  • Jangan gunakan povidine iodine atau hidrogen peroksida sebagai obat luka lecet untuk membersihkan kulit. Sebaiknya, gunakan air mengalir dan sabun saja atau cairan saline.
  • Jangan mandi menggunakan air yang terlalu panas dan sabun yang mengandung banyak bahan kimia. Pasalnya, ini dapat menyebabkan kulit lebih kering dan memperburuk kondisi luka lecet
  • Jangan mengeringkan kulit lecet dengan cara menggesekkan handuk. Sebaiknya, cukup ditepuk-tepuk saja.
  • Kompres kulit dengan air es untuk mengurangi rasa nyeri.

Bisakah luka lecet di kulit dicegah?

Jawabannya, tentu saja bisa. Untuk mencegah timbulnya luka lecet, sebaiknya Anda menghindari atau meminimalisir terjadinya gesekan pada kulit. Berikut adalah beberapa cara mencegah luka lecet:

1. Menjaga area kulit tetap kering

Ini merupakan salah satu cara mencegah luka lecet yang sangat penting. Sebaiknya, Anda tidak menggunakan pakaian yang lembap untuk waktu yang lama dan ganti pakaian sesegera mungkin. Kulit yang basah membuat lecet tidak dapat dihindari.

Selain itu, oleskan bedak talk dan tawas ke area tubuh yang biasanya berkeringat. Bedak dapat membantu mengurangi kelembapan kulit.

2. Mengoleskan pelumas

Oleskan pelumas, seperti petroleum jelly untuk mengurangi gesekan pada kulit. Untuk mengurangi luka lecet pada puting susu, Anda bisa juga menggunakan koyo atau selotip khusus yang berfungsi mengurangi gesekan.

3. Menggunakan pakaian yang nyaman

Pakaian yang terlalu besar membuat area kulit lebih sering mengalami pergesekan sehingga berisiko menyebabkan kulit lecet. Jadi, kenakan pakaian yang pas dan tidak terlalu ketat.

Hal yang sama juga berlaku untuk pakaian olahraga. Pakaian olahraga yang terlalu ketat bisa menggesek kulit tubuh saat Anda berolahraga. Perlu diketahui bahwa berpakaian ringan lebih baik untuk olahraga. Pilih juga pakaian olahraga yang terbuat dari bahan serat sintetis.

Catatan SehatQ

Luka lecet sering terjadi saat kulit bergesekan terus menerus dengan permukaan yang kasar sehingga mengelupas lapisan atas kulit.

Meski tergolong sebagai luka ringan, lecet juga membutuhkan pengobatan. Anda bisa mengoleskan petroleum jelly ke area permukaan kulit yang lecet dan membiarkannya agar dapat sembuh dengan sendirinya.

Jika Anda mengalami tanda-tanda infeksi, sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter.

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/321848

Diakses pada 11 Maret 2020

Healthline. https://www.healthline.com/health/chafing

Diakses pada 11 Maret 2020

Web Md. https://www.webmd.com/skin-problems-and-treatments/guide/chafing-causes-treatments

Diakses pada 11 Maret 2020

Artikel Terkait