Pertolongan Pertama pada Orang Pingsan yang Harus Anda Lakukan

Jika melihat kerabat Anda pingsan, baringkan pada permukaan yang rata
Pertolongan pertama pada orang pingsan perlu dilakukan

Pingsan merupakan kondisi kehilangan kesadaran sementara yang terjadi akibat kurangnya aliran darah menuju otak, sehingga terjadi penurunan tekanan darah. Umumnya, kehilangan kesadaran ini berlangsung dalam waktu singkat.

Penurunan tekanan darah tiba-tiba dapat diakibatkan oleh dehidrasi, perubahan posisi tiba-tiba, dan berdiri atau duduk dalam waktu lama. Pingsan juga dapat mengindikasikan suatu masalah kesehatan yang serius, misalnya gangguan pada jantung. Oleh karena itu, keadaan pingsan merupakan suatu kondisi yang membutuhkan pertolongan darurat hingga kesadaran pulih atau diketahui penyebabnya.

Sebelum terjadi pingsan, seseorang dapat mengalami gejala, seperti pusing, pucat, kehilangan keseimbangan, gangguan penglihatan, detak jantuk cepat atau tidak teratur, berkeringat, serta mual dan muntah.

Pertolongan Pertama pada Orang Pingsan yang Dapat Dilakukan

Ketika menemukan seseorang dalam keadaan pingsan, pertolongan pertama pada orang pingsan yang dapat Anda lakukan, antara lain:

1. Memposisikan Orang yang Pingsan pada Lokasi yang Aman

Baringkan orang yang pingsan pada permukaan rata. Sebaiknya pindahkan mereka pada tempat yang tenang dan nyaman. Kemudian, Anda dapat mengangkat kedua tungkai setinggi 30 cm untuk memperlancar aliran darah menuju otak. Jika orang tersebut menggunakan pakaian yang ketat, kendurkan pakaian mereka dan lepaskan ikat pinggang yang digunakan (jika ada). Lalu mintalah bantuan orang lain untuk menghubungi ambulan atau tim medis.

2. Periksa Pernapasan 

Memeriksa pernapasan dapat Anda lakukan dengan tiga cara. Pertama, perhatikan gerakan dada. Apabila terlihat dada mengembang dan mengempis, artinya orang tersebut masih bernapas dengan spontan. Kedua, dengarkan napas orang tersebut dengan mendekatkan diri Anda pada daerah wajah. Ketiga, rasakan pernapasan dengan meletakkan kedua telapak tangan pada dada orang yang pingsan. Apabila tidak ditemukan tanda pernapasan setelah melakukan tindakan tersebut, segera panggil bantuan darurat. Lakukan resusitasi jantung paru sampai petugas medis gawat darurat datang atau orang tersebut kembali bernapas.

3. Periksa Nadi

Nadi melambat atau tidak teratur merupakan pertanda gangguan serius pada tubuh. Anda dapat melakukan pemeriksaan nadi dengan menggunakan dua jari. Raba dan tekan pembuluh darah arteri. Dua lokasi yang paling mudah ditemukan adalah nadi radialis dan nadi carotis. Nadi radialis berada pada daerah pergelangan tangan, di sisi yang sejajar dengan ibu jari, sedangkan nadi carotis terdapat pada daerah leher di antara tenggorokan dan otot leher.

4. Coba untuk Membangunkan 

Cara membangunkan yang dapat Anda lakukan yaitu memanggil dengan suara yang lantang, menggoyangkan tubuh dengan kencang, dan menepuk tubuh berulang kali. Jika tidak ada respons, panggil bantuan darurat dan mulai melakukan resusitasi jantung paru apabila diperlukan. Jika dapat dibangunkan dalam waktu singkat, berikatlah minuman manis atau jus, terutama apabila orang tersebut belum makan dalam waktu lebih dari 6 jam atau memiliki diabetes melitus. Setelah tersadar, diamkan dalam posisi berbaring selama 10-15 menit untuk mencegah terjadinya pingsan kembali.

5. Memiringkan Tubuh ke Satu Sisi 

Memiringkan tubuh ke satu sisi dilakukan apabila terdapat muntahan atau darah yang keluar dari mulut. Hal ini dilakukan untuk mencegah orang yang pingsan tersedak.

Meski kembali tersadar dalam waktu singkat setelah pingsan, Anda tetap direkomendasikan untuk berkonsultasi kepada dokter apabila pingsan yang dialami disertai kondisi berikut:

  • Pingsan lebih dari sekali dalam satu bulan
  • Berusia lebih dari 50 tahun
  • Sedang hamil
  • Terdapat sesak napas atau nyeri dada
  • Detak jantung terasa cepat atau tidak teratur
  • Terdapat kejang
  • Kelemahan pada satu sisi tubuh
  • Mengalami benturan kepala atau terjatuh dari ketinggian. Apabila terdapat cedera atau perdarahan, segeralah berkonsultasi ke dokter
  • Memiliki diabetes
  • Memiliki penyakit jantung atau penyakit berat lainnya
  • Tampak kebingungan, pandangan buram, dan gangguan bicara.

MedlinePlus. https://medlineplus.gov/ency/article/003092.htm
Diakses pada April 2019

WebMD. https://www.webmd.com/first-aid/fainting-treatment
Diakses pada April 2019

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/first-aid/first-aid-fainting/basics/art-20056606
Diakses pada April 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed