Pertolongan Pertama pada Anak Biduran Tak Boleh Sembarangan

(0)
31 Jul 2020|Annisa Trimirasti
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Salah satu tujuan pertolongan pertama pada anak biduran adalah mengatasi gatalBiduran bisa memicu bentol dan gatal-gatal
Anda mungkin panik saat menemukan buah hati mengalami biduran atau kaligata, yaitu bentol-bentol kemerahan yang gatal pada kulit. Tapi jangan bingung, ketahuilah pertolongan pertama pada anak biduran dengan tepat dan cara mencegahnya agar tak kembali terjadi.Hal pertama yang perlu Anda ketahui adalah biduran merupakan hal yang umum terjadi. Sekitar satu dari lima orang di dunia pernah mengalaminya, sehingga Anda tidak perlu kaget.Biduran (urtikaria) adalah tanda reaksi alergi tubuh akan alergen (pemicu alergi) tertentu. Anak Anda mungkin dapat mengalami biduran setelah mengonsumsi makanan atau obat tertentu, terkena tumbuhan atau zat tertentu, tersengat serangga, kepanasan, gerah, atau kedinginan. Gangguan kulit ini juga mungkin muncul saat anak sakit, seperti ketika pilek atau diare.Mengatasi biduran dengan akurat akan membantu Anda untuk mengurangi gejala yang mengganggu kenyamanan buah hati.

Langkah pertolongan pertama pada anak biduran

Terdapat sederet langkah jitu sebagai pertolongan pertama pada anak biduran. Apa sajakah itu?

1. Jauhkan anak dari alergen

Alergen adalah zat penyebab alergi. Dalam hal ini, biduran merupakan reaksi alergi yang muncul. Berikut contohnya:
  • Bila anak Anda biduran karena berada di suhu panas, segera bawa ia ke tempat yang lebih sejuk saat biduran muai muncul.
  • Untuk anak yang mengalami biduran karena gerah akibat pakaiannya yang terlalu ketat, longgarkanlah atau gantilah pakaiannya.
  • Jika Si Kecil tersengat serangga atau terkena tumbuhan tertentu yang menyebabkan biduran, Anda bisa langsung membasuh area tersebut dengan sabun dan air bersih.
Singkatnya, apabila anak Anda terpapar zat tertentu kemudian mengalami kaligata, segeralah jauhkan alergen tersebut sebagai pertolongan pertama pada anak biduran.Usahakan pula untuk menjaga area biduran agar terpapar udara sebanyak mungkin. Jangan biarkan area ini dalam kondisi lembap dan tertutup.

2. Atasi rasa gatal biduran pada anak

Pertolongan pertama pada anak biduran selanjutnya adalah meringankan rasa gatal yang muncul. Para orang tua bisa melakukan dua cara di bawah ini:
  • Oleskan losion calamine pada area biduran dan biarkan hingga kering
  • Memakaikan baju yang longgar dan terbuat dari bahan yang menyerap keringat

3. Cegah anak menggaruk area biduran

Usahakan supaya anak Anda tidak menggaruk area biduran meski ia merasa gatal. Menggaruk hanya akan membuat kondisi ini memburuk.Anda mungkin bisa memasangkan sarung tangan berbahan lembut pada kedua tangan anak guna mencegahnya menggaruk area biduran.

4. Konsumsi antihistamin

Obat antihistamin juga dapat menjadi langkah pertolongan pertama pada anak biduran. Namun jangan asal memberikan obat ini, konsultasikan pada dokter anak terlebih dulu.Dengan begitu, dosis yang diberikan akan sesuai dengan usia dan berat badan anak, serta tingkat keparahan biduran yang terjadi.

Kapan perlu menghubungi dokter saat anak biduran?

Hubungi dokter bila keempat langkah pertolongan pertama pada anak biduran tersebut, tidak memberikan hasil yang efektif untuk gejala yang dialami oleh anak Anda. Anda juga perlu membawa buah hati ke dokter jika ia mengalami kondisi-kondisi berikut:
  • Biduran yang muncul tiba-tiba pada wajah, termasuk bibir dan lidah
  • Sulit bernapas, bengek, atau batuk-batuk
  • Merasa sangat lemas, tidak enak badan, atau mengalami demam
  • Biduran disertai memar atau kulit berwarna keungungan dan nyeri sendi
  • Biduran terjadi setelah anak tersengat lebah atau konsumsi obat baru
  • Sulit tidur karena biduran
  • Biduran sering kambuh selama lebih lama dari enam minggu
Dokter akan menganalisis kondisi anak Anda untuk mengetahui penyebabnya. Obat-obatan lain, seperti obat antihistamin yang lebih kuat hingga kortikosteroid, mungkin diberikan guna membantu dalam mengatasi biduran pada anak.

Bagaimana cara mencegah anak terkena biduran?

Pencegahan biduran dapat dilakukan dengan menjauhkan anak dari paparan alergen atau zat yang memicu alergi pada dirinya. Ajarkan juga anak Anda mengenai hal ini dan minta ia untuk selalu menjauhi alergen.Sebagai contohnya, bila anak alergi terhadap hawa panas, usahakan untuk senantiasa mengoleskan tabir surya setiap keluar rumah. Sebaliknya, pada anak yang alergi dingin, berikan ia pakaian tebal dan tertutup saat bepergian ke tempat yang sejuk.Sementara jika buah hati mengalami biduran karena alergi sabun atau deterjen tertentu, gantilah mereknya dengan produk yang berbahan lebih ringan dan lembut.Jangan lupa juga untuk selalu menyediakan obat antihistamin yang cocok untuk anak dan sesuai saran dokter. Selain sebagai salah satu langkah pertolongan pertama pada anak biduran, hal ini juga dapat menjadi cara mencegah reaksi alergi berat yang disebut anafilaksis.Anafilaksis dapat mengancam nyawa orang yang mengalaminya. Pasalnya, kondisi ini bisa memicu perasaan seperti mau pingsan, kesulitan bernapas, bibir dan lidah yang bengkak, serta penurunan tekanan darah yang drastis.

Catatan dari SehatQ

Biduran pada anak memang umum terjadi. Namun bukan berarti kondisi ini boleh dianggap enteng.Anda perlu mengetahui pertolongan pertama pada anak biduran agar selalu siap sedia. Langkah-langkahnya cukup sederhana dan dapat dilakukan secara mandiri. Mulai dari menjauhkan anak dari alergen, mencegah anak menggaruk, hingga menyediakan obat antihistamin.Meski demikian, jika biduran pada anak cukup parah apalagi disertai dengan kondisi lain (seperti sesak napas), segera bawa Si Kecil ke dokter anak. Dokter dapat memberikan penanganan yang cepat dan tepat, sehingga mencegah komplikasi lebih lanjut.
biduran
Kids Health. https://kidshealth.org/en/parents/allergic-reaction-sheet.html
Diakses pada 31 Juli 2020
Raising Children. https://raisingchildren.net.au/guides/a-z-health-reference/hives
Diakses pada 31 Juli 2020
The Royal Children’s Hospital Melbourne. https://www.rch.org.au/kidsinfo/fact_sheets/Hives/
Diakses pada 31 Juli 2020
WebMD. https://www.webmd.com/first-aid/hives-children
Diakses pada 31 Juli 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait