Pertolongan Pertama pada Dislokasi Sendi dan Cara Menanganinya

Dislokasi sendi atau pergeseran tulang di persendian dapat terjadi akibat cedera
Dislokasi sendi dapat menyerupai patah tulang atau cedera otot

Dislokasi sendi merupakan kondisi di mana tulang yang membentuk persendian bergeser dari posisi normalnya. Pergeseran ini dapat terjadi ketika sendi menerima tekanan yang sangat kuat, misalnya saat mengalami cedera.

Terkadang tulang tidak mengalami pergeseran sepenuhnya, tetapi hanya sebagian tulang yang keluar dari persendian. Kondisi ini dikenal dengan istilah subluksasi. Keadaan ini dapat menjadi kronis dan Anda akan merasakan nyeri hingga tulang kembali ke posisi normalnya.

Gejala yang terjadi dapat berupa nyeri, muncul tanda peradangan, dan deformitas. Hal ini tidak hanya ditemukan pada dislokasi sendi. Robekan ligamen, tendinitis, dan patah tulang juga dapat menyebabkan gejala serupa. Akan tetapi, pada tendinitis dan ligamen robek umumnya tidak terdapat deformitas tulang.

Pertolongan Pertama pada Dislokasi Sendi

Bila Anda mencurigai adanya dislokasi sendi, pertolongan pertama yang bisa dilakukan adalah segera mencari pertolongan, terutama bila cedera yang dialami parah atau mengenai kepala, leher, dan tulang belakang. Atau apabila adanya luka terbuka, perdarahan yang tidak berhenti dengan penekanan, kehilangan sensasi dan terasa dingin pada area yang cedera.

Bila terjadi perdarahan, gunakan kain bersih dan tekan pada daerah tersebut hingga perdarahan berhenti. Akan tetapi, bila tampak tonjolan tulang, hindari untuk menyentuh atau mencoba mengembalikan tulang ke posisi sebelumnya. Percobaan untuk mengembalikan tulang yang mengalami dislokasi dapat menyebabkan kerusakan pada pembuluh darah, otot, ligamen, dan saraf apabila tidak dilakukan oleh tenaga medis profesional.

Anda dapat melakukan kompres dingin menggunakan es batu yang dilapisi handuk. Tindakan ini dapat membantu mengurangi bengkak dan meredakan peradangan di sekitar sendi yang mengalami dislokasi. Selain itu, elevasi juga bermanfaat meredakan bengkak.

Hindari menggerakkan daerah yang mengalami cedera. Pergerakkan berisiko memperparah dislokasi yang terjadi. Obat pereda nyeri, seperti ibuprofen dan parasetamol, dapat diberikan untuk mengurangi nyeri dan peradangan yang terjadi.

[[artikel-terkait]]

Pemeriksaan dan Penanganan Dokter dalam Dislokasi Sendi

Gejala yang Anda alami akibat dislokasi sendi dapat menyerupai patah tulang, robekan ligamen, atau cedera otot. Untuk memastikan adanya dislokasi sendi atau patah tulang, dapat dilakukan pemeriksaan rontgen pada daerah yang cedera. Melalui rontgen, bisa terlihat jelas tulang yang mengalami dislokasi atau ada tidaknya patah tulang.

Kelemahan pemeriksaan rontgen adalah tidak dapat mendeteksi apabila cedera melibatkan kerusakan jaringan lunak di sekitar sendi yang mengalami dislokasi, contohnya pada kondisi robekan ligamen. Jika dokter mencurigai hal tersebut, pemeriksaan MRI akan dilakukan.

Setelah memastikan kondisi cedera yang dialami lewat pemeriksaan yang dilakukan, dokter akan melakukan penanganan sesuai dengan tingkat keparahan dan lokasi terjadinya dislokasi. Penanganan yang mungkin dilakukan, antara lain:

1. Reduksi

Dokter akan mencoba melakukan manuver secara perlahan untuk mengembalikan tulang yang mengalami dislokasi. Jika Anda mengalami nyeri yang berat, obat anestesi lokal bisa diberikan sebelum dilakukan prosedur reduksi. Pada anak-anak atau kondisi tertentu, anestesi umum juga mungkin diperlukan.

2. Imobilisasi

Imobilisasi dilakukan setelah posisi tulang dikembalikan pada posisi normal. Dokter akan memasang gips atau gendongan selama beberapa minggu. Lama waktu yang diperlukan bergantung pada lokasi sendi yang terlibat serta kerusakan pembuluh darah, saraf, dan jaringan di sekitarnya.

3. Operasi

Dokter dapat menganjurkan tindakan operasi apabila percobaan untuk mengembalikan tulang ke posisi normal tidak berhasil, dislokasi menyebabkan kerusakan pembuluh darah atau saraf, atau dislokasi menyebabkan kerusakan tulang, robekan otot, atau ligamen yang membutuhkan perbaikan. Selain itu, operasi bisa dilakukan pada dislokasi yang berulang.

4. Rehabilitasi

Program rehabilitasi dimulai setelah gips atau gendongan dilepaskan. Rehabilitasi dilakukan secara bertahap sesuai dengan kemampuan pasien. Tindakan ini penting untuk mengembalikan ruang gerak persendian setelah mengalami dislokasi sendi. Kekuatan otot juga dapat pulih setelah melakukan rehabilitasi.

WebMD. https://www.webmd.com/a-to-z-guides/understanding-dislocation-treatment
Diakses pada April 2019

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/dislocation/diagnosis-treatment/drc-20354119
Diakses pada April 2019

WebMD. https://www.webmd.com/first-aid/fractures-or-dislocations-treatment
Diakses pada April 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed