Pertolongan Pertama yang Bisa Selamatkan Anda dari Gigitan Ular Beracun

Jika terkena gigitan ular, jangan mengulur waktu. Langsung pergi ke rumah sakit atau dokter terdekat.
Gigitan ular bisa menimbulkan efek samping fatal, seperti lumpuh hingga kematian.

Saat traveling ke alam bebas untuk nikmati indahnya pemandangan, banyak risiko yang mengintai keselamatan. Anda tidak pernah menduga, binatang buas yang berisiko menyerang.

Gigitan ular beracun bisa menjadi contoh besar yang telah merenggut nyawa banyak orang. Setiap tahunnya, hampir 138 ribu nyawa melayang akibat gigitan ular beracun di seluruh dunia.

Sebagai penduduk yang tinggal di negara tropis, ada baiknya Anda mengetahui pertolongan pertama untuk menangani gigitan ular, agar hal-hal yang tak diinginkan bisa dihindari.

Pertolongan pertama agar selamat dari gigitan ular

Gigitan ular merupakan masalah besar yang seringkali diabaikan. Padahal, jumlah korbannya sangat banyak.
Masalahnya, ular tidak hanya muncul di hutan atau alam bebas saja, melainkan di perumahan yang dekat dengan rawa atau rerumputan.

Untuk “membentengi” diri dari risiko gigitan ular, mengikuti tips pertolongan pertama, bisa menyelamatkan Anda dan keluarga dari gigitan ular beracun.

Ingat ciri-ciri ular yang menggigit

Ketika Anda terserang gigitan ular, selalu ingat ciri-ciri ular yang telah menggigit. Namun, Anda tidak perlu tahu nama jenisnya. Mengetahui ciri-ciri ular tersebut merupakan langkah penting.

Sebab, ketika Anda datang ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan, biasanya dokter akan menanyakan ciri-ciri ular yang menggigit, untuk mencari obat penawar racun yang tepat.

Akan tetapi, jika Anda memang mengetahui nama jenis ularnya, hal ini akan sangat membantu tenaga medis untuk segera mencari obat penawar racun yang cocok, untuk mengetahui racun ular dalam tubuh. Berikut ini ciri-ciri ular berbisa yang bisa Anda amati.

  • Tekstur kulit yang kasar dan bergelombang bisa menjadi salah satu ciri ular berbisa. Selain itu, ular berbisa juga memiliki taring tajam yang siap menembus kulit manusia, sedangkan pada ular yang tidak berbisa tidak memiliki taring.
  • Bentuk kepala ular beracun biasanya segitiga. Hal ini disebabkan oleh otot rahang yang besar, dan membuat racun memiliki ruang di sana.
  • Badan yang tebal dan gemuk biasanya mencirikan ular berbisa.

Jika Anda melihat ular dengan ciri-ciri di atas, segera menjauh ke tempat yang tidak bisa dijangkau oleh ular tersebut. Jangan mencoba mendekati, apalagi menyentuhnya. Ular yang merasa terganggu, akan menggigit siapapun yang ada di dekatnya.

Jangan banyak bergerak

Ketika Anda atau rekan terserang gigitan ular, selalu siaga dan jangan lengah. Pindahlah ke tempat yang aman.

Selain itu, jaga tubuh untuk tidak terlalu banyak bergerak, agar racun ular tidak menyebar lebih jauh lagi ke dalam tubuh.

Dalam beberapa kasus, gigitan ular tidak hanya terjadi di darat, tapi juga di laut. Ular laut beracun memang bisa menyerang Anda saat sedang berenang atau menyelam.

Jika ular laut beracun ini menggigit, sebisa mungkin menuju daratan secepatnya. Sebab, beberapa racun ular bisa membuat beberapa bagian tubuh tak berfungsi. Jika hal ini terjadi, korban bisa tenggelam.

Cari posisi gigitan ular di tubuh

Hal selanjutnya yang harus dilakukan ialah mencari posisi gigitan ular yang “bersarang” di tubuh Anda. Jika sudah menemukannya, langsung tutupi dengan perban atau kain yang bersih dan longgar. Ingat, jangan menutup luka terlalu kencang. Berikan ruang agar luka tidak terlalu tertekan.

Jika ada perhiasan di sekitar luka, sebaiknya langsung dilepas, agar tidak “mengganggu” luka gigitan ular. Kalau gigitan ular bersarang di kaki Anda, langsung lepaskan sepatu yang menutupi luka tersebut.

Hindari pengobatan yang belum teruji

Menangani luka gigitan ular tidak boleh sembarangan, apalagi menggunakan metode pertolongan pertama tradisional hingga obat-obatan herbal yang belum teruji. Menjalani pengobatan yang belum teruji, malah berisiko memperburuk kondisi tubuh korban, setelah terkena gigitan ular.

Jangan buang waktu

Jika Anda terkena gigitan ular, jangan buang waktu. Segera cari pertolongan dan kunjungi fasilitas kesehatan terdekat. Jika terlalu lama dibiarkan, racun ular bisa menyebar lebih jauh ke dalam tubuh Anda.

Perlu diingat, ketika sedang dalam perjalanan ke rumah sakit atau klinik terdekat, jangan baringkan tubuh Anda dalam keadaan terlentang. Sebab, ada risiko berupa gejala muntah yang dapat menutup jalur napas. Lebih baik, hadapkan tubuh ke sisi kiri dengan mulut mengarah ke bawah, untuk mengurangi risiko kematian.

Pihak rumah sakit juga harus memprioritaskan korban gigitan ular dan menjadikannya sebagai keadaan darurat. Pengobatan harus diberikan dengan cepat, tanpa ditunda-tunda.

Hindari hal-hal ini

Beberapa hal ini tidak boleh dilakukan kepada korban gigitan ular:

  • Mengisap racun dari luka gigitan ular
  • Mengoleskan es batu atau menuangkan air ke luka gigitan ular
  • Mengonsumsi alkohol atau larutan berkafeina setelah mengalami gigitan ular
  • Mencoba menyayat luka gigitan ular
  • Gejala gigitan ular berbisa

Ketika digigit ular, tidak hanya lukanya saja yang akan “bertahan” di tubuh Anda. Beberapa gejala ini bisa dirasakan, jika gigitan ular beracun menyerang.

  • Dua luka tusukan yang ada di kulit
  • Bengkak dan kemerahan di sekitar luka
  • Rasa sakit di bagian gigitan ular
  • Sulit bernapas
  • Peningkatan detak jantung
  • Muntah dan mual
  • Penglihatan kabur
  • Berkeringat dan terus mengeluarkan air liur
  • Mati rasa di wajah dan anggota badan

Segera cari pertolongan, terutama dari pihak medis profesional yang memahami cara menangani luka gigitan ular berbisa. Jika dibiarkan terlalu lama, efeknya bisa sangat berbahaya dan berakibat fatal.

[[artikel-terkait]]

Catatan dari SehatQ

Ular tidak akan menggigit manusia jika mereka tidak merasa terganggu. Maka dari itu, ketika melihat ular, jangan panik. Segera tinggalkan ular tersebut dan menjauh dari pandangannya.

Perlu diingat, ular yang sudah mati pun masih bisa menggigit. Lebih baik, jangan coba-coba menyentuh ular, walau mereka sudah dalam keadaan tak bernyawa.

Jika tergigit ular, apalagi yang beracun, setiap detiknya menjadi sangat krusial. Jangan buang waktu dan langsung kunjungi rumah sakit terdekat, agar dokter bisa menangani luka gigitan ular dengan obat penawar racun.

World Health Organization. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/snakebite-envenoming

Diakses pada 15 Oktober 2019

 

Livescience. https://www.livescience.com/27845-snakes.html

Diakses pada 15 Oktober 2019

 

Web MD. https://www.webmd.com/first-aid/snakebite-treatment

Diakses pada 15 Oktober 2019

 

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/324007.php

Diakses pada 15 Oktober 2019

 

Healthline. https://www.healthline.com/health/snake-bites#identifying-snakes

Diakses pada 15 Oktober 2019

 

Owlcation. https://owlcation.com/stem/Is-That-Snake-Venomous-A-Guide-to-the-Key-Characteristics-of-Venomous-Snakes

Diakses pada 15 Oktober 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed