Gigitan Ular Tak Selalu Ancam Nyawa Jika Anda Lakukan Ini

Gigitan ular tak boleh dibiarkan, harus segera ditangani oleh tenaga medis.
Gigitan ular bisa menimbulkan efek samping fatal, termasuk kelumpuhan hingga kematian.

Gigitan ular tidak hanya mengancam ketika Anda berkemah di alam bebas, maupun mendaki gunung. Sebab, masyarakat pun belakangan dibuat panik oleh kedatangan ular sebagai tamu tak diundang di kawasan pemukiman. Tak main-main, salah satu jenis ular yang ditemukan di kawasan padat penduduk adalah ular kobra yang beracun.

Gigitan ular beracun tentu saja bisa mengancam nyawa korbannya. Data menunjukkan, setiap tahun ada hampir 138 ribu orang meninggal dunia akibat gigitan ular beracun. Mengingat saat ini ular juga muncul di area perumahan, ada baiknya Anda mengetahui langkah-langkah pertolongan pertama ketika digigit ular, sebagai antisipasi.

Gigitan ular terjadi, ini saran dari dokter

Gigitan ular merupakan masalah besar yang seringkali diabaikan. Padahal, jumlah korbannya sangat banyak.
Masalahnya, ular tidak hanya muncul di hutan atau alam bebas saja, melainkan di perumahan yang dekat dengan rawa atau rerumputan.

Medical editor SehatQ, dr. Anandika Pawitri mengatakan, langkah pertama yang harus dilakukan setelah digigit ular adalah menjauh dari ular tersebut.

"Perhatikan, jika ular tersebut kemungkinan adalah ular berbisa, segera datangi IGD untuk mendapat pertolongan medis," kata dr. Anandika.

Ia menjelaskan, di perjalanan menuju IGD, berbaringlah dan pastikan luka gigitan lebih rendah dari jantung. Tujuannya, agar racun atau bisa ular, tidak menyebar dengan cepat ke seluruh tubuh. Selanjutnya, balut luka gigitan dengan kassa maupun kain bersih. Singkirkan juga perhiasan di sekitar luka gigitan.

Apabila mengalami gigitan ular di bagian kaki, segera lepas sepatu, agar luka gigitan bisa terlihat dengan jelas.

Namun, jika ular yang menggigit tidak berbisa, luka tersebut bisa mendapat perawatan untuk luka tusuk. Dr. Anandika menjelaskan, untuk gigitan ular tak berbisa, ada empat langkah dasar yang harus dilakukan, seperti berikut ini:

  • Angkat benda yang tertinggal di luka, jika memungkinkan.
  • Hentikan perdarahan dengan menekan luka secara langsung, menggunakan perban steril maupun kain bersih, hingga perdarahan berhenti.
  • Cuci luka dengan air mengalir yang bersih dan sabun, selama beberapa menit.
  • Oleskan krim antibiotik dan minumlah obat antinyeri.

Gigitan ular berbisa timbulkan gejala ini

Gigitan ular.
Saat alami gigitan ular, segera menjauh dari ular yang menggigit

Gigitan ular tidak hanya menyebabkan luka. Beberapa gejala ini bisa dirasakan, jika Anda mengalami gigitan ular berbisa:

  • Dua luka tusukan yang ada di kulit
  • Bengkak dan kemerahan di sekitar luka
  • Rasa sakit di bagian gigitan ular
  • Kesulitan bernapas
  • Peningkatan detak jantung
  • Muntah dan mual
  • Penglihatan kabur
  • Berkeringat dan terus mengeluarkan air liur
  • Mati rasa di wajah dan bagian badan lainnya

Segera cari pertolongan, terutama dari pihak medis yang memahami cara menangani luka gigitan ular berbisa. Jika dibiarkan terlalu lama, efeknya bisa sangat berbahaya dan berakibat fatal. Sembari menanti pertolongan medis, ada sejumlah langkah pertolongan pertama yang bisa dilakukan.

Pertolongan pertama jika alami gigitan ular

Untuk “membentengi” diri dari risiko gigitan ular, mempelajari dan melakukan tips pertolongan pertama berikut ini, bisa menyelamatkan Anda dan orang terdekat dari gigitan ular beracun atau berbisa.

  1. Ingat ciri-ciri ular yang menggigit

    Ketika Anda menjadi korban gigitan ular, selalu ingat ciri-ciri ular yang telah menggigit. Namun, Anda tidak perlu mengetahui nama jenisnya. Mengetahui ciri-ciri ular tersebut merupakan langkah penting.

    Sebab, ketika Anda datang ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan, biasanya dokter akan menanyakan ciri-ciri ular yang menggigit, ketika mencari obat penawar racun yang tepat.

    Akan tetapi, mengetahui nama jenis ular yang menggigit, memang akan sangat membantu tenaga medis untuk segera mencari obat penawar racun yang cocok. Berikut ini ciri-ciri ular berbisa yang bisa Anda amati.

    - Tekstur kulit yang kasar dan bergelombang
    - Taring tajam (ular tanpa bisa, umumnya tidak bertaring)
    - Kepala berbentuk segitiga (otot rahang yang besar pada kepalanya, berfungsi menampung racun) 
    - Badan yang tebal dan gemuk

    Jika Anda melihat ular dengan ciri-ciri di atas, segera menjauh ke tempat yang tidak bisa dijangkau oleh ular tersebut. Jangan mencoba mendekati, apalagi menyentuhnya. Ular yang merasa terganggu, akan menggigit siapapun yang ada di dekatnya.

  2.  Jangan banyak bergerak

    Ketika Anda atau orang terdekat mengalami gigitan ular, selalu siaga dan jangan lengah. Pindahlah ke tempat yang aman.

    Selain itu, jaga tubuh untuk tidak terlalu banyak bergerak, agar racun ular tidak menyebar lebih jauh lagi ke dalam tubuh.

    Dalam beberapa kasus, gigitan ular tidak hanya terjadi di darat, tapi juga di laut. Ular laut beracun memang bisa menyerang Anda saat sedang berenang atau menyelam.

    Jika ular laut beracun ini menggigit, sebisa mungkin menuju daratan secepatnya. Sebab, beberapa racun ular bisa membuat beberapa bagian tubuh tak berfungsi. Jika hal ini terjadi, korban bisa tenggelam.

  3. Cari posisi gigitan ular di tubuh

    Hal selanjutnya yang harus dilakukan ialah mencari posisi gigitan ular yang “bersarang” di tubuh Anda. Jika sudah menemukannya, langsung tutupi dengan perban atau kain yang bersih dan longgar. Ingat, jangan menutup luka terlalu kencang. Berikan ruang agar luka tidak terlalu tertekan.

    Jika ada perhiasan di sekitar luka, sebaiknya langsung dilepas, agar tidak “mengganggu” luka gigitan ular. Kalau gigitan ular bersarang di kaki Anda, langsung lepaskan sepatu yang menutupi luka tersebut.

  4. Hindari pengobatan yang belum teruji

    Menangani luka gigitan ular tidak boleh sembarangan, apalagi menggunakan metode pertolongan pertama tradisional hingga obat-obatan herbal yang belum teruji. Menjalani pengobatan yang belum teruji, malah berisiko memperburuk kondisi tubuh korban, setelah terkena gigitan ular.
  5. Jangan buang waktu

    Jika Anda terkena gigitan ular, jangan buang waktu. Segera cari pertolongan dan kunjungi fasilitas kesehatan terdekat. Jika terlalu lama dibiarkan, racun ular bisa menyebar lebih jauh ke dalam tubuh Anda.

    Perlu diingat, ketika sedang dalam perjalanan ke rumah sakit atau klinik terdekat, jangan baringkan tubuh Anda dalam keadaan terlentang. Sebab, ada risiko berupa gejala muntah yang dapat menutup jalur napas. Lebih baik, hadapkan tubuh ke sisi kiri dengan mulut mengarah ke bawah, untuk mengurangi risiko kematian.

    Pihak rumah sakit juga akan memprioritaskan korban gigitan ular dan menjadikannya sebagai keadaan darurat. Pengobatan harus diberikan dengan cepat, tanpa ditunda-tunda.

Daftar RS yang sediakan serum antibisa ular

Sebagai langkah pengobatan, sejumlah rumah sakit di Jakarta telah menyediakan serum antibisa ular. Berikut ini daftar rumah sakit tersebut:

Jakarta Jakarta Pusat

  1. RSUPN Cipto Mangunkusumo
  2. RSPAD Gatot Subroto
  3. RSUD Tarakan
  4. RS Islam Cempaka Putih

Jakarta Timur

  1. RS Persahabatan
  2. RS Haji Jakarta
  3. RS Adhyaksa

Jakarta Utara

  1. RSPI Sulianti Saroso
  2. RS Pantai Indah Kapuk

Jakarta Barat

  1. RSUD Cengkareng
  2. RS Mitra Keluarga Kalideres

Jakarta Selatan

  1. RSUP Fatmawati
  2. RSUD Pasar Minggu
  3. RSUD Jati Padang
  4. RS Suyoto

Kepulauan Seribu

  1. RSUD Kepulauan Seribu

Hindari hal-hal ini saat alami gigitan ular

Beberapa hal ini tidak boleh dilakukan saat mengalami gigitan ular:

  • Mengisap racun dari luka gigitan ular
  • Mengoleskan es batu atau menuangkan air ke luka gigitan ular
  • Mengonsumsi alkohol atau larutan berkafein setelah mengalami gigitan ular
  • Mencoba menyayat luka gigitan ular

[[artikel-terkait]]

Catatan dari SehatQ

Ular tidak akan menggigit manusia jika mereka tidak merasa terganggu. Maka dari itu, ketika melihat ular, jangan panik atau malah berusaha mengusirnya. Segera tinggalkan ular tersebut dan menjauh dari pandangannya.

Perlu diingat, ular yang sudah mati pun masih bisa menggigit. Lebih baik, jangan coba-coba menyentuh ular, walau mereka sudah dalam keadaan tak bernyawa.

Jika tergigit ular, apalagi yang beracun, setiap detiknya menjadi sangat penting bagi nyawa Anda. Jangan buang waktu dan langsung kunjungi rumah sakit terdekat, agar dokter bisa menangani luka gigitan ular dengan obat penawar racun.

Tempo. https://metro.tempo.co/read/1285497/induk-ular-kobra-ditangkap-di-pasar-minggu-sempat-semburkan-bisa
Diakses pada 19 Desember 2019

World Health Organization. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/snakebite-envenoming
Diakses pada 15 Oktober 2019

Livescience. https://www.livescience.com/27845-snakes.html
Diakses pada 15 Oktober 2019

WebMD. https://www.webmd.com/first-aid/snakebite-treatment
Diakses pada 15 Oktober 2019

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/324007.php
Diakses pada 15 Oktober 2019

Healthline. https://www.healthline.com/health/snake-bites#identifying-snakes
Diakses pada 15 Oktober 2019

Owlcation. https://owlcation.com/stem/Is-That-Snake-Venomous-A-Guide-to-the-Key-Characteristics-of-Venomous-Snakes
Diakses pada 15 Oktober 2019

Artikel Terkait