Bayi Jatuh dari Tempat Tidur, Ikuti 5 Pertolongan Pertamanya


Bayi jatuh dari tempat tidur berpotensi mengalami beberapa risiko cedera. Salah satu risiko fatal yang terjadi jika Si Kecil terjatuh dari kasur adalah gegar otak.

0,0
Bayi jatuh dari kasur dengan terlentang harus dicek bagian kepala belakang hingga punggungnyaBayi jatuh dari kasur dengan posisi terlentang harus amati kepala bagian belakang hingga punggungnya
Bayi jatuh dari tempat tidur harus diberi pertolongan pertama, seperti menenangkan bayi, cek cedera pada tubuhnya, tidak memindahkan posisinya saat cedera berat, serta obati luka maupun benjol yang ditemukan. Dalam melakukan perawatan bayi baru lahir, Anda sebaiknya selalu waspada terhadap setiap risiko yang bisa terjadi pada mereka, termasuk bayi jatuh dari tempat tidur.Bahkan, Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menyebutkan, jatuh merupakan penyebab cedera nonfatal yang paling kerap dialami pada anak-anak.Oleh sebab itu, sebaiknya Anda jangan meninggalkan bayi tanpa pengawasan. Lantas, apa yang harus dilakukan jika bayi jatuh dari tempat tidur?

Pertolongan pertama bayi jatuh dari tempat tidur

1. Hubungi layanan medis

Hubungi pertolongan medis saat bayi jatuh dari tempat tidur
Segera hubungi pusat pertolongan medis untuk menangani hal gawat darurat, terutama saat bayi mengalami pendarahan atau tidak sadarkan diri

2. Hibur bayi agar tenang dan nyaman

Gendong bayi jatuh dari tempat tidur agar tenang
Ketika bayi jatuh dari tempat tidur, ia mungkin akan segera menangis. Bayi juga dapat terlihat lemas.Namun, kemudian kembali sadar dengan cepat. Ketika bayi terjatuh dan tak mengalami luka parah, gendong bayi dan buat mereka nyaman. Usahakan juga agar diri Anda tetap tenang.

3. Perhatikan jika ada cedera pada tubuh bayi

Cek apakah ada benjol di kepala saat bayi jatuh dari tempat tidur
Cek tubuhnya sesaat setelah jatuh. Pastikan apakah ada memar, benjol, cedera, atau bahkan adanya pendarahan di tulang belakang ataupun kepalanya.Lihat juga reaksi sesaat setelah bayi jatuh dari kasur, seperti muntah atau kejang. Pada kasus yang parah, bayi mungkin akan kehilangan kesadaran karena mengalami benturan keras.Apabila ditemukan pendarahan atau tak sadarkan diri, tekan bagian pendarahan dan segera bawa ke rumah sakit atau panggil ambulans.

4. Obati benjol dan luka jika ada

Beri kasa pada luka saat bayi jatuh dari tempat tidur
Jika terjadi pendarahan, berikan kasa dan tekan dengan lembut agar dapat membantu pendarahannya berkurang.Pastikan mencuci tangan terlebih dahulu sebelum menangani luka akibat bayi jatuh dari tempat tidur. Hal ini berguna untuk mencegah infeksi.Selain itu, beri kompres dingin pada bagian kepala yang benjol kira-kira selama 2 hingga 5 menit. Kompres berguna untuk mempersempit pembuluh darah di bawah permukaan kulit.Oleh karena itu, aliran darah ke bagian kepala yang benjol pun berkurang dan benjol pun mengecil. Kompres dingin harus segera ditempelkan tepat setelah bayi jatuh dari kasur.

5. Jangan pindahkan posisi bayi jatuh dari tempat tidur

Jangan pindahkan bayi saar cedera serius setelah bayi jatuh dari kasur
Jangan memindahkan bayi, jika ia kelihatannya mengalami cedera kepala atau cedera tulang belakang karena dapat menyebabkan komplikasi serius.Hal ini merupakan pengecualian jika bayi berada di tempat yang membuatnya berisiko mengalami cedera lebih lanjut. Karena itu, Anda harus memindahkannya dengan perlahan.Apabila bayi muntah atau kejang, balikkan tubuh bayi secara perlahan ke samping. Namun, pastikan leher bayi tetap lurus saat berguling.

Periksa tubuh bayi berdasarkan posisi bayi jatuh dari tempat tidur

Jika Anda menemukan bayi jatuh dari kasur dan sudah tergeletak di lantai, posisi terakhir saat bayi jatuh dari kasur pun penting. Untuk itu, pastikan Anda memeriksa:

1. Bayi jatuh dari tempat tidur posisi tengkurap

Pastikan tubuh bagian depan bayi bisa digerakkan dan tidak sakit saat bayi jatuh dari tempat tidur tengkurap
Pastikan bahu, dada, kaki, dan kedua tangan bisa bergerak dengan lancar. Cek pula kedua tangan dengan menggerakkannya ke atas, depan, dan samping. Jika bayi menangis kesakitan, bawa ke dokter.

2. Bayi jatuh terlentang

Bayi jatuh dari tempat tidur terlentang harus dicek tubuh bagian belakangnya
Saat bayi jatuh terlentang, amati pada kepala belakang, panggul, leher, dan juga punggung.Perhatikan jika ada memar atau kemerahan, bahkan sakit saat disentuh dan digerakkan. Apabila bayi kehilangan kesadaran dan muntah, segera larikan ke rumah sakit.

3. Bayi jatuh dari kasur dalam posisi miring

Periksa sisi samping tubuh untuk menopang saat bayi jatuh dari tempat tidur posisi menyamping
Saat bayi tidur, lalu jatuh dari kasur dengan posisi ini, cek kepala, kaki, dan tangan yang menumpu badan saat jatuh. Bawa ke dokter apabila bayi kesakitan dan tidak bisa bergerak.

4. Bayi jatuh dalam posisi terduduk

Jika bayi jatuh dari tempat tidur dengan posisi duduk, amati panggulnya
Selalu cek kesadaran bayi. Pastikan jika ia menangis dan mampu menggerakkan anggota badan.Amati pula memar dan rasa sakit pada panggul. Bawa ke dokter jika panggul terasa sakit dan tidak bisa digerakkan.

Waspada jika bayi jatuh dari tempat tidur mengalami hal ini

Waspadai jika bayi jatuh dari tempat tidur hingga teriak melengking
Setelah bayi jatuh dari kasur, Anda harus waspada jika bayi menunjukkan tanda-tanda tertentu setelah jatuh dari tempat tidur, seperti:
  • Adanya benjolan di bagian belakang kepala
  • Bayi terus menggosok kepalanya
  • Mudah mengantuk
  • Keluar cairan darah atau nanah dari hidung atau telinga
  • Teriakannya terdengar bernada tinggi
  • Hilang keseimbangan
  • Kesadaran berkurang
  • Peka terhadap cahaya atau kebisingan
  • Muntah.
Bayi yang jatuh dari tempat tidur dengan keras juga berisiko mengalami gegar otak. Hal pertama yang menjadi tanda gegar otak pada bayi adalah muntah seperti menyemprot. Perubahan lain yang perlu Anda perhatikan, yaitu rewel saat makan, perubahan pola tidur, menangis saat berada pada posisi tertentu, dan menangis berlebihan.Gegar otak yang tidak segera ditangani meningkatkan risiko bayi terkena sindrom pascagegar (post-concussion syndrome).Riset yang terbit pada jurnal Physical Medicine and Rehabilitation Clinics of North America menemukan, post-concussion syndrome pada bayi bisa mennyebabkan penurunan tingkat kecerdasan. Penelitian ini juga memaparkan, Anak yang mengalami post-concussion-syndrome selama setahun setelah gegar otak juga mengalami keterlambatan menguasai berbahasa.
pertolongan pertama bayi jatuh

Cara mencegah bayi jatuh dari tempat tidur

Kecelakaan pada bayi dapat terjadi kapan saja. Anda selalu harus waspada untuk mencegah hal itu terjadi.Mencegah bayi jatuh menjadi cara terbaik untuk menjaga bayi terhindar dari cedera. Terdapat beberapa cara mencegah bayi jatuh dari tempat tidur, yaitu:

1. Tidak meninggalkan bayi sendirian

Agar terhindar dari bayi jatuh dari tempat tidur, jangan tinggalkan bayi sendiri
Jangan pernah meninggalkan bayi sendirian, terutama di tempat tidur orang dewasa. Sebab, tak hanya berisiko jatuh, bayi juga bisa mengalami berbagai risiko lain, seperti tertutup bantal dan selimut, yang bisa menyebabkan bayi mati lemas karena SIDS.Tempat tidur orang dewasa seringkali tidak memenuhi kriteria sebagai tempat tidur yang aman bagi bayi.

2. Gunakan tempat tidur khusus bayi

Pastikan Anda meletakkan bayi di tempat tidurnya. Tempat tidur bayi harus memiliki matras dan sprei yang pas.Jika longgar, dikhawatirkan dapat menyebabkan bayi terjebak atau tercekik. Sangat penting untuk memilih tempat tidur bayi yang aman dan nyaman.

3. Jauhkan berbagai mainan di tempat tidur

Jauhkan mainan dari kasur agar bayi jatuh dari tempat tidur teratasi
Jauhkan segala mainan dari tempat tidur, apalagi yang tergantung sehingga bayi tak akan mencoba meraihnya dan terjatuh.Selain itu, tak perlu menaruh aksesoris lainnya di tempat tidur bayi, seperti selimut, bantal, atau boneka. Hal ini bisa membuat bayi kesulitan bernapas jika menutupi wajahnya.

Cara memilih tempat tidur bayi yang aman

Ukuran matras yang pas hindari risiko bayi jatuh dari tempat tidur
Dalam menciptakan kenyamanan dan keamanan bagi si Kecil, orang tua tidak boleh sembarangan memilih tempat tidur atau boks bayi.Adapun beberapa hal yang harus diperhatikan dalam memilih tempat tidur untuk bayi, antara lain:

1. Beli tempat tidur baru

Jangan gunakan boks bayi yang sudah lama karena bisa saja rusak atau tidak memenuhi standar keselamatan.Hal ini berisiko membahayakan keselamatan bayi. Sebaiknya, beli tempat tidur bayi yang baru dengan standar keselamatan yang terjamin.

2. Pastikan jarak antar bilah tidak lebar

Pilihlah tempat tidur atau boks bayi yang jarak antar bilahnya tidak lebih dari 6 cm. Jarak yang terlalu lebar dapat menyebabkan kepala bayi terselip dan menyangkut. Hal ini juga bisa menyebabkan bayi mengalami cedera.

3. Pilih yang tempat tidur dengan pembatas samping yang tinggi

Pembatas samping tempat tidur juga penting untuk diperhatikan. Sebaiknya, pilihlah tempat tidur yang pembatas sampingnya cukup tinggi.Tujuannya, agar bayi tak dapat memanjatnya atau terjatuh ketika ia berguling dengan lincah.

4. Pastikan tempat tidur bayi kokoh

Sekrup, baut, atau perlengkapan lain yang terdapat dalam tempat tidur bayi harus terpasang dengan kokoh dan kuat agar bayi tidak terjatuh.Selain itu, jangan sampai ada ujung yang tajam atau kasar karena dapat melukai bayi. Pastikan juga tidak ada cat yang mengelupas atau bagian tempat tidur yang retak karena bisa membahayakan si Kecil.

5. Pilih matras yang pas untuk bayi

Pastikan Anda memilih matras yang pas di dalam boks atau tempat tidur bayi. Jika Anda bisa memasukkan kedua jari Anda di antara matras dan boks, maka tempat tidur tersebut belum memenuhi standar keselamatan.Selain itu, pastikan juga Anda memilih matras yang dirancang khusus untuk bayi. Biasanya matras tersebut lebih kokoh atau keras sehingga mencegah terjadinya sindrom kematian mendadak pada bayi.Dengan memilih tempat tidur yang aman dan nyaman bagi bayi, maka bayi pun akan terhindar dari jatuh di tempat tidur.

Catatan dari SehatQ

Bayi jatuh dari tempat tidur perlu ditangani dengan segera. Pertolongan pertamanya pun diperlukan sebelum bayi dilarikan ke rumah sakit. Tujuannya, untuk menghindari risiko yang lebih parah.Untuk menghindari bayi jatuh dari kasur, pastikan selalu awasi bayi. Tak lupa, selalu buat lingkungan tempat bayi beristirahat, termasuk kasur, juga aman untuk bayi.Jika Anda melihat bayi jatuh dari tempat tidur, segera hubungi dokter anak melalui chat di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ dan segera bawa ke rumah sakit apabila ada tanda-tanda yang mengancam jiwa.Apabila Anda ingin mendapatkan keperluan bayi dan ibu menyusui, kunjungi untuk mendapatkan penawaran menarik.Download aplikasinya sekarang di Google Play dan Apple Store.
bayi jatuhtips parentinginfografispertolongan pertamagegar otak
Healthline. https://www.healthline.com/health/parenting/baby-fell-off-bed
Diakses pada November 2019
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/322208.php
Diakses pada November 2019
Healthline. https://www.healthline.com/health/parenting/baby-fell-off-bed#what-to-do-first
Diakses pada 28 Januari 2020
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/322208.php#possible-injuries
Diakses pada 28 Januari 2020
What to Expect. https://www.whattoexpect.com/first-year/sleep-solutions/newborn-baby-safe-sleep-practices/
Diakses pada 28 Januari 2020
Physical Medicine and Rehabilitation Clinics of North America. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3208826/
Diakses pada 1 Desember 2020
Centers for Disease Control and Prevention. https://www.cdc.gov/safechild/child_injury_data.html
Diakses pada 1 Desember 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait