Pertolongan Pertama yang Harus Dilakukan saat Bayi Jatuh

Pertolongan pertama perlu dilakukan saat bayi jatuh, untuk mencegah risiko terburuk yang dapat terjadi.
Bayi rentan jatuh, seiring gerakannya yang semakin aktif dalam masa pertumbuhannya.

Dalam menjaga bayi, Anda sebaiknya selalu waspada terhadap setiap risiko yang dapat terjadi pada mereka. Termasuk risiko yang kecil sekalipun. Bayi bisa saja menjangkau benda-benda yang berbahaya. Kadang ia juga berpotensi jatuh dari tempat tidur, seiring gerakannya yang semakin aktif. Meninggalkan bayi tanpa pengawasan orang dewasa tentu akan berisiko.

Saat terjatuh, bayi tidak hanya akan mengalami benturan ke lantai, tapi juga menarik barang-barang lainnya seperti selimut, yang malah berpotensi semakin membahayakannya. Jika bayi pernah terjatuh, ada beberapa pemeriksaan yang bisa dilakukan untuk memastikan kondisi kesehatannya.

Pertolongan Pertama Bayi Jatuh

Sesaat setelah jatuh, mungkin bayi Anda akan menangis. Ia juga mungkin akan kehilangan kesadaran jika mengalami benturan keras. Mungkin juga bayi akan tampak lemas, tapi kemudian kembali sadar dengan cepat.

Apa pun reaksinya, ini adalah keadaan darurat medis. Jika bayi Anda memiliki cedera kepala yang serius, seperti pendarahan atau ketidaksadaran, maka segera hubungi layanan darurat setempat.

Jangan pindahkan bayi Anda dari tempatnya, kecuali ada risiko lain yang akan terjadi apabila didiamkan. Namun jika bayi Anda mengalami kejang atau muntah, maka putar badan mereka dengan leher yang harus tetap lurus. Jika Anda melihat pendarahan, berikan kasa lembut sambil menekannya sampai bantuan tiba.

Jika bayi tidak mengalami luka parah, maka angkat dan buat ia nyaman dengan lembut. Tenangkan bayi jika ia terlihat ketakutan. Selanjutnya, cari tanda-tanda cedera yang terlihat. Anda perlu mengunjungi dokter jika bayi berusia di bawah 1 tahun.

Gejala yang Harus Diwaspadai Setelah Bayi Jatuh

Meski tidak terjadi cedera serius, Anda tetap harus mewaspadai tanda-tanda ini setelah bayi terjatuh:

  • Adanya tonjolan di bagian kepala
  • Bayi terus menggosok kepalanya
  • Mudah mengantuk
  • Keluar cairan darah atau nanah dari hidung atau telinga
  • Teriakannya terdengar bernada tinggi
  • Kehilangan keseimbangan
  • Kepekaan terhadap cahaya atau kebisingan
  • Muntah

Jika Anda melihat adanya tanda seperti di atas, cari pertolongan medis secepat mungkin. Apabila bayi jatuh, tapi tidak segera menunjukkan tanda-tanda cedera, maka ada kemungkinan ia mengalami gegar otak.

Hal pertama yang menjadi gejala gegar otak pada bayi adalah adanya kemunduran perkembangan. Misalnya, bayi usia 6 bulan mungkin tidak dapat berbicara. Selain itu, perubahan-perubahan lainnya yang perlu Anda perhatikan adalah:

  • Menjadi rewel saat makan
  • Adanya perubahan pola tidur
  • Menangis saat berada di posisi tertentu
  • Menangis berlebihan lebih dari biasanya

Cedera yang Dapat Terjadi Akibat Bayi Jatuh

Gegar otak bukan satu-satunya cedera yang terjadi setelah bayi jatuh. Cedera internal lainnya mencakup:

  • Robeknya pembuluh darah
  • Tulang tengkorak yang rusak
  • Kerusakan otak

Setelah bayi jatuh dari kasur, Anda dapat mengantisipasi gejala yang terjadi seperti yang sudah dijelaskan di atas. Jika bayi menunjukkan gejala-gejala tersebut, Anda bisa membawanya ke dokter. Namun, jika anak Anda bernapas dan bertingkah normal, biarkan ia banyak beristirahat.

 

Healthline. https://www.healthline.com/health/parenting/baby-fell-off-bed
Diakses pada November 2019

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/322208.php
Diakses pada November 2019

Diakses pada November 2018

Artikel Terkait

Banner Telemed