Inilah Pertolongan Pertama Anak Kejang yang Wajib Anda Ketahui

Ada beberapa tindakan pertolongan pertama anak kejang yang bisa dilakukan oleh orangtua
Penanganan dan pertolongan pertama pada anak kejang perlu dilakukan

Anak kejang merupakan salah satu hal yang ditakuti oleh orangtua. Kejang pada anak biasanya terjadi secara tiba-tiba dan berlalu dengan cepat, namun dalam kondisi tertentu dapat berulang. Pertolongan pertama anak kejang selain ditujukan untuk menghentikan kejang, tetapi untuk mencegah cedera pada anak.

Kenali 10 gejala kejang pada anak

Supaya bisa memberi pertolongan pertama dengan cepat, anda harus dapat mengenali tanda-tanda anak kejang. Tidak semua kejang berbentuk keadaan badan yang kelojotan. Gejala kejang pada anak dapat berupa:

  • Tatapan yang kosong (di tengah-tengah percakapan atau aktivitas)
  • Lengan dan kaki kelojotan
  • Badan kaku
  • Hilangnya kesadaran
  • Masalah pernapasan sampai henti napas (bibir tampak kebiruan)
  • Buang air di celana akibat hilangnya kontrol untuk menahan buang air besar/kecil
  • Tiba-tiba jatuh tanpa penyebab yang jelas, terutama jika diikuti setelahnya anak pingsan
  • Tampak bingung
  • Menganggukkan kepala secara ritmis, diikuti dengan hilangnya kesadaran
  • Periode di mana mata berkedip-kedip cepat dan mendelik keatas

Pertolongan pertama anak kejang

Setelah mengenali bentuk-bentuk kejang pada anak, pertolongan pertama anak kejang yang bisa anda lakukan, antara lain:

  • Baringkan anak di ranjang. Jika berada di luar rumah, baringkan di tempat yang aman
  • Singkirkan benda-benda yang ada di sekitar anak, terutama benda yang keras atau tajam
  • Pastikan anak tetap bernapas dengan melihat gerakan pada perut dan merasakan aliran udara pada hidungnya. Jika anak tidak bernapas segera bawa ke rumah sakit. Jangan mencoba melakukan tindakan resusitasi jika anak masih kejang karena dapat mencederai anda atau anak
  • Letakkan benda yang lunak dan datar di bawah kepala anak, misalnya bantal tipis, selimut, atau handuk
  • Tidak berusaha menahan badan atau menghentikan gerakan anak
  • Tidak membuka atau memasukkan benda apapun ke dalam mulut anak. Anggapan bahwa anak yang kejang dapat menelan lidahnya sendiri itu tidak benar sehingga tidak perlu memberi benda untuk menahan lidah
  • Longgarkan kerah baju, celana, rok, atau bagian pakaian lain yang dapat mengganggu pernapasan
  • Perhatikan jam saat kejang mulai dan berapa lama kejang berlangsung
  • Tetap temani anak sampai kejangnya selesai dan kesadaran anak kembali sepenuhnya
  • Miringkan badan anak ke satu sisi setelah kejang selesai, untuk membantu membuka jalan napas
  • Tidak memberi makan atau minum sampai anak benar-benar sadar
  • Jika kejang berlangsung lebih dari 5 menit, anda harus segera mencari pertolongan ke rumah sakit terdekat
  • Jika tersedia, anda dapat memberikan obat antikejang yang diberikan lewat dubur (suppsitoria). Perhatikan cara memberikan obat melalui dubur:
    • Obat antikejang melalui dubur biasanya dalam kemasan tube. Untuk anak berusia 3 tahun ke bawah masukkan setengah ujung tube, sedangkan untuk anak 3 tahun ke atas masukkan seluruh ujung tube ke dalam anus
    • Putar dan buka tutup tube
    • Jika dokter meresepkan setengah dosis, pencet tube dan keluarkan isi obat setengahnya sebelum obat dimasukkan ke anus
    • Posisi badan anak dalam keadaan miring. Tungkai di sisi atas ditekuk ke arah perut
    • Pastikan anda melihat dengan jelas lubang anus anak, masukkan ujung tube ke dalamnya. Pencet tube agar isinya keluar (sesuai dosis)
    • Tarik tube keluar dengan masih terus memencet tube, agar obat tidak tertarik kembali ke dalam tube
    • Dekatkan bokong sisi atas dan bawah selama kira-kira 3 menit, untuk mencegah obat mengalir keluar
    • Pastikan anda mengetahui dosis obat antikejang yang disesuaikan dengan berat badan anak anda (tanyakan ke dokter)

[[artikel-terkait]]

Cara mencegah cedera akibat kejang

Mencegah kejang memang sulit karena waktunya yang tidak bisa diprediksi. Bagi anak-anak dengan riwayat kejang, anda dapat mencegah cedera akibat kejang dengan cara:

  • Beri obat panas jika anak demam. Jika perlu berikan obat panas suppositoria.
  • Pastikan anak beraktivitas di lingkungan yang aman. Misalnya, jika berenang, pastikan ada orang dewasa yang selalu menemani.
  • Hindari mandi dengan cara berendam karena meningkatkan risiko tenggelam jika serangan kejang datang. Mandi menggunakan shower lebih aman.
  • Gunakan car seat atau sabuk pengaman saat berkendara dan gunakan helm saat bersepeda.

Artikel Terkait

Banner Telemed