Jangan Salah, Begini Syarat Donor Ginjal yang Perlu Diketahui

(0)
09 May 2019|Maria Yuniar
Syarat donor ginjal adalah kedua ginjal dalam kondisi sehat.Jika kedua ginjal dalam kondisi sehat, Anda bisa menjadi pemberi donor ginjal.
Setiap hari, sebanyak 100 ribu orang membutuhkan transplantasi ginjal. Jumlah ini lebih banyak dibanding pasien yang membutuhkan transplantasi organ tubuh lain. Sayangnya, jumlah donor ginjal masih terbatas, dibandingkan dengan kebutuhannya.Anda bisa menolong, dengan menjadi pendonor ginjal. Syaratnya, kedua ginjal dalam kondisi sehat. Seperti halnya penerima transplantasi ginjal, pendonor pun tetap bisa hidup normal, hanya dengan satu ginjal.Setelah memutuskan jadi pendonor, berikut ini persyaratan dan tahapan yang harus Anda penuhi.

Syarat donor ginjal secara fisik

Syarat donor ginjal tidak semuda yang Anda fikirkan. Berikut adalah syarat donor ginjal yang perlu Anda pahami dapat melakukan donor ginjal:
  • Berusia di atas 18 tahun.
  • Sehat fisik dan mental.
  • Memiliki golongan darah yang sama dengan penerima donor.
  • Tekanan darah normal.
  • Tidak menderita penyakit ginjal, seperti batu ginjal.
  • Tidak mempunyai penyakit menular seksual, seperti HIV dan hepatitis B.
  • Tidak pernah mengalami penggumpalan darah.
  • Tidak menyandang diabetes, termasuk diabetes gestasional.
  • Tidak menderita kanker dan/atau memiliki riwayat penyakit kanker.
  • Tidak memiliki penyakit autoimun, seperti PCOS dan lupus eritematosus sistemik.
  • Tidak mengalami penyakit pembuluh darah, seperti deep vein thrombosis (DVT).
  • Tidak terlalu gemuk, alias BMI harus kurang dari 35.
  • Tidak memiliki riwayat penyakit paru dengan gangguan oksigenasi atau ventilasi.
  • Protein dalam urine > 300 mg per 24 yang dibuktikan lewat tes pemeriksaan ginjal.
Pendonor harus berusia 18-60 tahun. Pendonor bisa saja berumur lebih dari 60 tahun, asalkan kondisi kesehatannya prima. Idealnya, pendonor ginjal tidak memiliki masalah kesehatan besar, memiliki berat badan ideal, serta tidak merokok.Kalaupun dalam kondisi obesitas, calon pendonor bisa menurunkan berat badannya terlebih dahulu. Begitu pula bagi perokok. Calon pendonor yang terbiasa merokok, harus menghentikan kebiasaannya ini menjelang operasi transplantasi.Beberapa syarat di atas akan dibuktikan lewat serangkaian pemeriksaan kesehatan sebelum melakukan donor ginjal. Pasalnya, kriteria fisik ini penting ketika menyeleksi sumbangan organ. Tak hanya itu saja, pendonor juga perlu melakukan beberapa hal di bawah ini agar proses donor ginjal dapat berlangsung lebih lancar:
  • Bersedia menyumbang secara sukarela.
  • Tidak menyalahgunakan obat-obatan dan alkohol, baik aktif maupun riwayat.
  • Mendapat dukungan dari keluarga.
  • Tidak berada di bawah tekanan, ancaman, iming-iming atau paksaan.
  • Tidak berniat menjual atau membeli ginjal karena dapat dikenakan pidana.
  • Memiliki pemahaman akan risiko, manfaat, dan hasil akhirnya.

Tujuan operasi

Selanjutnya, tim medis akan menanyakan tujuan operasi Anda: untuk donasi langsung, atau donasi tidak langsung.

1. Donasi langsung

Dalam donasi langsung, ginjal diperuntukkan pasien yang disebut pendonor.

2. Donasi tidak langsung (donasi altruistik)

Pendonor menyerahkan ginjal pada pasien yang sangat membutuhkan, dan tidak dikenal sebelumnya.

Tes dan evaluasi sebelum transplantasi ginjal

Sebelum mulai proses transplantasi, dokter akan melakukan serangkaian tes untuk memastikan ginjal pendonor dalam kondisi sehat dan memenuhi syarat donor ginjal yang telah diterapkan.Pertama, dengan melakukan tes darah. Tes ini menjadi penting, terutama bagi donasi langsung, untuk memastikan ginjal pendonor sesuai dengan kebutuhan penerima.Tes ini meliputi pemeriksaan kesesuaian jenis darah, tes silang darah untuk memastikan reaksi saat 2 jenis darah bertemu, dan, di beberapa kasus, tes HLA untuk memprediksi reaksi sistem imun.Jika hasil tes darah positif, calon pendonor akan kembali dipanggil untuk melakukan rangkaian tes lain. Pemeriksaannya bisa berbeda-beda. Namun, pemeriksaan tersebut biasanya meliputi tes darah lebih lanjut untuk memastikan kesehatan ginjal dan hati, tes urine untuk melihat kesehatan ginjal, foto sinar-X dada untuk memantau kesehatan jantung dan paru-paru, pemeriksaan ginjal lewat CT scan atau MRI, dan tes elektrokardiogram (EKG) jantung.Masih ada prosedur lain, berupa tes tekanan darah tinggi, diabetes, penyakit ginjal, penyakit hati, kanker, penyalahgunaan minuman beralkohol dan obat-obatan terlarang, hepatitis, serta pemeriksaan HIV.

Konfirmasi dari rumah sakit

Beberapa pekan setelah rangkaian tes kesehatan tersebut dijalankan, calon pendonor akan menerima kabar dari rumah sakit. Jika hasilnya baik, petugas akan memberikan jadwal operasi, yang disesuaikan dengan agenda dokter, pendonor, dan kondisi penerima.Hari-hari menjelang operasi merupakan momen yang penting. Pendonor wajib memberitahukan operasi yang akan dijalani kepada orang-orang terdekatnya. Para petugas medis akan membantu pendonor mempersiapkan diri. Jika perlu, mereka bisa menjelaskan kepada keluarga dan kerabat soal operasi dan keadaan pendonor pascaoperasi.Mendonorkan ginjal merupakan tindakan mulia yang dapat menyelamatkan hidup orang lain. Pasien yang mendapatkan transplantasi ginjal dari pendonor yang masih hidup, biasanya hidup lebih lama dan sehat, ketimbang dari pendonor yang sudah almarhum. Sebaliknya, pendonor juga memiliki keuntungan, karena jadi lebih memahami kondisi kesehatannya.

Mengapa keluarga terdekat lebih diutamakan sebagai donor untuk cangkok ginjal?

Transplantasi ginjal diutamakan dari anggota keluarga karena kecocokan genetik akan mengurangi risiko penolakan cangkok ginjal. Terkadang, hasil cangkok ginjal tak berfungsi karena adanya penolakan, komplikasi bedah atau penyakit asli yang menyebabkan gagal ginjal penerima. Ginjal keluarga dekat dari donor hidup biasanya langsung berfungsi, karena ginjal keluar dari tubuh untuk waktu yang sangat singkat.Beberapa ginjal donor dari seseorang yang sudah meninggal tidak bisa langsung berfungsi, dan membuat pasien mungkin memerlukan dialisis sampai ginjal mulai berfungsi.

Risiko pendonor ginjal

Risiko yang dihadapi pendonor adalah meningkatnya kemungkinan gagal ginjal. Secara rata-rata, sebanyak 25-35 persen persen orang yang mendonasikan ginjalnya, akan mengalami gagal ginjal pascaoperasi.Pada beberapa kasus, pendonor juga akan mengalami beberapa gejala yang cukup mengganggu, seperti nyeri, kerusakan saraf, hernia, dan obstruksi usus. Risiko ini sebenarnya termasuk jarang terjadi. Namun, hingga saat ini belum ada data yang benar-benar menunjukkan seberapa sering kondisi ini terjadi. Oang yang hidup dengan satu ginjal juga berisiko mengalami berbagai gangguan kesehatan, diantaranya:
  • Tekanan darah tinggi (hipertensi)
  • Proteinuria (albuminuria)
  • Penurunan fungsi ginjal, jika tidak dijaga dengan baik.
Pastikan Anda memahami syarat donor ginjal dan beserta risiko-risikonya sebelum melakukan tindakan ini.
penyakit ginjaldonor ginjalproses donor ginjaltransplantasi ginjal
WebMD.
https://www.webmd.com/a-to-z-guides/kidney-donor-selection#1
Diakses pada Oktober 2018
American Kidney Fund.
http://www.kidneyfund.org/kidney-disease/kidney-donation.html
Diakses pada Oktober 2018
National Kidney Foundation. https://www.kidney.org/transplantation/livingdonors/general-information-living-donation
Diakses pada 5 November 2020
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/tests-procedures/kidney-transplant/about/pac-20384777
Diakses pada 5 November 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait