Persyaratan Cerai Pihak Istri dan Suami yang Harus Disiapkan Sebelum ke Pengadilan

(0)
02 Feb 2021|Nenti Resna
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Persyaratan cerai pihak istri dan suami umumnya samaPersyaratan cerai umumnya berupa dokumen dan surat gugatan cerai bagi penggugat
Prahara rumah tangga kadang berakhir dengan perceraian. Gugatan cerai dapat diajukan oleh pihak suami atau istri. Supaya proses sidang cerai dapat berjalan dengan baik, pastikan persyaratan cerai pihak istri dan suami terpenuhi sebelum berkunjung ke pengadilan.Tidak hanya itu, kondisi fisik dan mental juga harus Anda persiapkan karena menjalani proses perceraian hingga tuntas memerlukan waktu, tenaga, dan kesabaran ekstra. Jika Anda sudah memutuskan untuk bercerai, artikel ini dapat membantu Anda memahami persyaratan dan prosesnya.

Persyaratan cerai pihak istri dan suami

Persyaratan cerai pihak istri dan suami harus terpenuhi untuk memulai proses perceraian. Persyaratan ini bentuknya bermacam-macam, baik berupa alasan menggugat cerai hingga persyaratan dokumen yang dibutuhkan.

1. Alasan perceraian

Untuk memulai proses perceraian, harus ada alasan yang mendukung bahwa sebuah pasangan tidak akan bisa hidup rukun sebagai suami istri dan tidak berhasil didamaikan oleh pihak pengadilan.Khusus untuk pihak istri yang beragama Islam, berikut beberapa hal yang dapat menjadi alasan perceraian:
  • Pasangan meninggalkan Anda selama dua tahun tanpa izin atau alasan yang jelas.
  • Pasangan melakukan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), baik secara fisik ataupun mental.
  • Pasangan dihukum penjara selama 5 tahun atau lebih setelah pernikahan.
  • Pasangan tidak mampu memenuhi kewajibannya karena penyakit ataupun cacat fisik.
  • Pasangan secara sengaja melanggar taklik-talak yang pernah dijanjikan saat ijab-kabul.
  • Pasangan berganti agama sehingga menyebabkan kekisruhan dalam rumah tangga.
  • Pasangan terbukti berzina, berjudi, mabuk-mabukan, dan sebagainya.

2. Persyaratan dokumen untuk bercerai

Selanjutnya, persiapkan persyaratan cerai berupa dokumen dari pihak istri atau suami yang menggugat. Berbagai dokumen yang dibutuhkan adalah:
  • Surat Nikah asli.
  • Fotokopi Surat Nikah 2 (dua) lembar, setiap lembar diberi materai dan dilegalisir.
  • Fotokopi KTP terbaru dan masih berlaku dari Penggugat (yang mengajukan permohonan cerai).
  • Fotokopi KK terbaru dan masih berlaku.
  • Sertakan fotokopi Akte Kelahiran anak jika sudah memiliki keturunan. Setiap lembar diberi materai dan dilegalisir.
Jangan lupa juga untuk menyertakan Surat Pengajuan Perceraian yang dibuat penggugat. Isi dari surat ini meliputii:
  • Identitas kedua belah pihak.
  • Kronologis berisi peristiwa selama pernikahan hingga alasan diajukannya perceraian.
Selain persyaratan cerai pihak istri atau suami di atas, siapkan juga berbagai bukti dan saksi yang akan Anda ajukan di pengadilan.Misalnya, jika dasar gugatan Anda adalah KDRT, sebaiknya siapkan bukti foto dan visum dari rumah sakit yang membuktikan adanya tindakan kekerasan yang dilakukan oleh pasangan.

Prosedur pengadilan perceraian

Pengadilan cerai
Proses pengadilan cerai memakan waktu yang cukup lama
Setelah persyaratan cerai pihak istri dan suami sudah dipenuhi, barulah Anda bisa mendaftarkan gugatan cerai ke Pengadilan Agama bagi yang beragama Islam atau Pengadilan Negeri bagi yang non-Islam.Serahkan surat gugatan beserta berkas-berkas persyaratan cerai pihak istri atau suami (penggugat). Setelah melakukan pembayaran panjar biaya perkara, selanjutnya Anda tinggal menunggu panggilan sidang.Berikut adalah proses-proses yang akan Anda jalani dalam pengadilan perceraian:

1. Datang ke persidangan sesuai jadwal

Pemanggilan sidang kepada pihak penggugat dan tergugat dilakukan sekurang-kurangnya 3 hari sebelum sidang. Datanglah ke pengadilan sesuai jadwal yang ditentukan. Setibanya di pengadilan, daftarkan diri kemudian tunggu antrian untuk pelaksanaan sidang.

2. Tahapan penanganan perkara di persidangan

Ada beberapa tahapan penanganan perkara di persidangan yang harus Anda jalani, yaitu:
  • Upaya perdamaian

Hakim akan melakukan upaya mendamaikan kedua belah pihak pada setiap persidangan. Hal ini dapat berlanjut pada tahap mediasi. Jika keduanya sepakat berdamai, perkara selesai. Jika tidak, maka persidangan dilanjutkan pada tahap selanjutnya.
  • Pembacaan Surat Gugatan dari penggugat

Penggugat membacakan Surat Gugatan yang diajukan. Pembacaan surat ini dilakukan dalam sidang yang tertutup untuk umum.
  • Jawaban dari pihak tergugat

Pihak tergugat akan diberi kesempatan untuk memberikan jawaban atas gugatan dari penggugat. Jawaban ini dapat disampaikan pada persidangan di hari yang sama atau dijadwalkan pada sidang berikutnya.
  • Replik penggugat

Penggugat diberi kesempatan menanggapi jawaban dari tergugat. Penggugat dapat mempertahankan gugatan cerai yang telah dibuat atau mengubah sikapnya.
  • Duplik tergugat

Tergugat menyampaikan tanggapan terhadap replik penggugat. Tahapan ini dapat diulangi beberapa kali sampai ada titik temu antara kedua belah pihak.Jika terdapat hal-hal yang masih tidak disepakati, persidangan akan dilanjutkan pada tahap pembuktian.
  • Tahap pembuktian

Kedua belah pihak diberi kesempatan mengajukan bukti-bukti yang dimilikinya. Baik berupa dokumen atau saksi-saksi.
  • Kesimpulan para pihak

Ini merupakan tahapan di mana kedua pihak menyampaikan pendapat dan kesimpulan akhir selama menjalani persidangan.
  • Musyawarah majelis hakim

Majelis Hakim melakukan rapat permusyawaratan secara rahasia untuk mengambil keputusan sidang.
  • Putusan hakim

Pada sidang terakhir akan dibacakan putusan majelis hakim. Jika tidak puas dengan hasil putusan, kedua pihak berhak mengajukan banding dalam tenggang waktu 14 hari setelah putusan. Jika tidak ada yang keberatan, maka putusan akan berkekuatan hukum tetap setelah 14 hari.
  • Pengucapan ikrar talak

Jika cerai talak, sidang terakhir akan digelar untuk pengucapan ikrar talak. Sidang akan dijadwalkan setelah putusan berkekuatan hukum tetap dan dihadiri oleh kedua belah pihak.Itulah persyaratan cerai pihak istri dan suami sekaligus prosedur persidangan untuk melakukan perceraian. Selain mengurus perceraian sendiri, Anda juga dapat mewakilkannya kepada pengacara.Jika Anda punya pertanyaan seputar masalah kesehatan, Anda bisa bertanya langsung dengan dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ secara gratis. Unduh aplikasi SehatQ sekarang di App Store atau Google Play.
perceraianmenjalin hubungan
Pengadilan Agama Sumber. https://web.pa-sumber.go.id/layanan-publik/tahapan-tahapan-perkara
Diakses pada 20 Januari 2021
Hukum Online. https://www.hukumonline.com/klinik/detail/ulasan/cl5726/perceraian-bagi-non-muslim/
Diakses pada 20 Januari 2021
Pengacara Perceraian. https://pengacaraperceraian.xyz/prosedur-cara-mengajukan-cerai-untuk-pihak-istri/
Diakses pada 20 Januari 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait