5 Hal yang Harus Orangtua Persiapkan agar Anak Sehat Selama Sekolah Tatap Muka


Sekolah tatap muka akan kembali dijalankan. Sebagai langkah pencegahan COVID-19 pada anak, pastikan ia tetap mematuhi protokol kesehatan dan makan makanan bergizi tinggi. Berikan pula suplemen probiotik untuk menguatkan sistem imun anak saat bersekolah nanti.

(0)
orangtua dan anak berdiskusi tentang pencegahan COVID-19 saat sekolah tatap mukapastikan anak mematuhi protokol kesehatan selama sekolah tatap muka
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan memutuskan kembali membuka sekolah di tengah masa pandemi untuk melanjutkan pembelajaran tatap muka mulai Juli 2021 nanti.Namun meski berbagai protokol pencegahan COVID-19 dan persiapan sekolah tatap muka telah matang dilakukan oleh pengelola sekolah, tidak sedikit orangtua yang masih merasa khawatir akan keselamatan anak-anak mereka.Lantas, apa yang bisa dilakukan orangtua untuk menjaga kesehatan anak-anak selama kembali bersekolah di tengah pandemi?

Cara menjaga kesehatan anak sebagai persiapan sekolah tatap muka

Risiko penularan dan keparahan gejala coronavirus pada anak secara global dilaporkan lebih kecil dibanding orang dewasa. Jauh berbeda dengan kondisi di Indonesia pada saat ini.Melansir CNN Indonesia (26/03), Ketua Umum Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Daeng M Faqih mengungkapkan angka kematian anak Indonesia akibat virus corona (Covid-19) menduduki peringkat tertinggi di Asia Tenggara.Sementara menurut Wiku Adisasmito selaku juru bicara Satgas Penanganan COVID-19, angka kematian anak yang tertinggi adalah kelompok anak sekolah, mulai dari usia PAUD sampai setara SMA. Lewat Detikcom, Wiku mengungkap bahwa kelompok anak usia sekolah “menyumbang” 8,87 persen atau sebesar 59.776 kasus dari total kasus Corona secara nasional.Oleh karena itu, tetap penting bagi anak-anak agar tidak melonggarkan protokol kesehatan selama pembelajaran di sekolah tatap muka nanti.Berikut adalah rekomendasi bagi setiap orangtua untuk mempersiapkan anak-anaknya kembali sekolah tatap muka:

1. Berikan pemahaman tentang bahaya COVID-19

ibu mempersiapkan anak pergi sekolah
ajarkan anak untuk selalu patuhi protkes di sekolah
Bantu anak memahami bahwa meski sekarang sudah ada vaksin COVID-19, itu bukanlah obat pencegah dan bukan berarti pandemi sudah berakhir. Berikan pemahaman kepada anak Anda bahwa semua orang masih berisiko tertular jika tidak melakukan langkah pencegahan yang tepat dan tidak mengetahui apa bahayanya. Termasuk pula anak-anak.Anak-anak dapat tertular virus penyebab COVID-19, dapat jatuh sakit akibat COVID-19, dan dapat menularkan virus penyebab COVID-19 kepada orang lain. Kebanyakan anak dengan COVID-19 memiliki gejala ringan atau tidak memiliki gejala sama sekali. Namun, beberapa anak bisa sakit parah akibat COVID-19. Buat anak Anda mengerti bahwa jika ia tertular virus corona, ia mungkin tidak bisa bertemu belajar dan bermain seperti biasanya sampai benar-benar sembuh.Sebagai orangtua, jangan sampai termakan berita palsu atau hoaks. Cobalah membuat anak memahami bahayanya COVID-19 dengan menggunakan fakta dari sumber terpercaya.Meskipun Anda sendiri mungkin juga cemas dan khawatir, cobalah untuk tetap tenang di hadapan anak saat membicarakan tentang ini.Sampaikan pada anak bahwa selama Anda sekeluarga patuh terhadap protokol dan menjaga kesehatan dengan baik, risiko tertular bisa diminimalisir.

2. Tekankan kembali pentingnya patuh protokol kesehatan

Orangtua adalah teladan bagi anak. Maka, jadilah panutan yang baik untuk anak-anak Anda dengan selalu menerapkan protokol kesehatan 3M, yaitu:Jika Anda patuh terhadap protokol kesehatan, anak akan menganggap bahwa hal tersebut adalah bagian penting dari kehidupan sehari-hari dan ikut melakukannya.Jangan lupa juga untuk selalu mengajarkan anak untuk menutup area mulut dengan lengan bagian dalam atau menggunakan tisu setiap kali bersin dan batuk jika tidak sedang pakai masker.Ajarkan mereka juga untuk selalu segera membuang tisu bekas batuk atau bersin di tempat sampah. Apabila bersin atau batuk saat sedang memakai masker, segera ganti dengan yang baru.Selain itu, penting untuk membiasakan anak tidak menyentuh area wajahnya (termasuk mata, hidung, dan mulut) dengan tangan yang kotor.Berikan pemahaman pada anak bahwa semua anjuran di atas adalah kunci utama dari pencegahan COVID-19 yang harus tetap mereka patuhi selama di sekolah nanti agar tidak mudah sakit saat sudah sekolah tatap muka.

3. Pastikan anak makan makanan bergizi

ibu membawakan bekal untuk anak sekolah
Bawakan bekal untuk anak sekolah agar tidak jajan sembarangan
Membiasakan makan makanan sehat sama pentingnya dengan menjalani protokol kesehatan sebagai langkah pencegahan COVID-19.Orang yang terbiasa makan makanan sehat dan bergizi cenderung lebih bugar karena sistem kekebalannya lebih kuat sehingga memiliki risiko penyakit kronis dan penyakit menular yang lebih rendah.Maka, tidak ada salahnya untuk mulai membangun “tameng” untuk tubuh anak dengan menyajikan makanan sehat dan bergizi seimbang selama social distancing di rumah. Dengan begitu, kekebalan imun anak sudah kuat terbentuk dan siap melindunginya ketika sekolah tatap muka kembali digelar.Berikut adalah rekomendasi pola makan sehat yang direkomendasikan WHO selama pandemi COVID-19:
  • 2-3 porsi buah setiap hari
  • 3-4 porsi sayur setiap hari.
  • Variasi dari kacang dan biji-bijian, polong-polongan, hingga umbi-umbian.
  • Variasi sumber protein hewani, seperti daging-dagingan, telur dan produk susu, hingga ikan dan makanan laut.
  • 8 gelas air putih setiap hari, minimal.
  • Kurangi porsi asupan minyak, garam, gula, dan lemak trans.
Teruskan pola makan sehat ini saat anak sudah kembali bersekolah dengan membawakannya bekal dari rumah. Dengan begitu, asupan nutrisi dan kebersihan makanannya tetap terjaga dan ia juga bisa menghindari paparan dari orang lain.

4. Jaga kesehatan pencernaan anak

Tahukah Anda bahwa hampir sebagian besar sistem imun tubuh berpusat di pencernaan? Ya. Ketika makanan diolah dalam perut, usus akan bekerja menyerap segala nutrisi yang penting untuk mendukung berbagai fungsi tubuh sementara koloni bakteri baik di usus merangsang produksi sel-T.Sel-T adalah bagian penting dari sistem imun yang bertanggung jawab mendeteksi zat-zat asing yang membahayakan tubuh, seperti virus dan bakteri.Oleh karena itu, meskipun sering mencuci tangan dan menjaga jarak sangat penting dalam mencegah penyebaran virus corona, penting juga untuk menjaga kesehatan pencernaan untuk mendukung sistem kekebalan tubuh kita.Selain dengan menyediakan makan makanan sehat, orangtua juga bisa mendukung kesehatan pencernaan anak dengan memberikan suplemen probiotik.Manfaat probiotik yang utama adalah menjaga keseimbangan bakteri baik di dalam pencernaan dan menyehatkan saluran pencernaan anak.Pilihlah suplemen probiotik yang terdiri dari lima jenis bakteri baik, yaitu Streptococcus thermophilus, Lactobacillus rhamnosus, Lactobacillus acidophilus, Bifidobacterium longum, dan Bifidobacterium bifidum, serta tambahan mineral dan vitamin A, E, B1, B2, dan B6 untuk menjaga kesehatan saluran pencernaan anak.Pastikan juga suplemen untuk anak Anda mengandung kombinasi probiotik dan prebiotik agar ia mendapatkan perlindungan yang optimal. Penambahan prebiotik seperti FOS dapat membantu mengoptimalkan kerja probiotik dalam saluran cerna.Dengan begitu, anak Anda tidak hanya terhindar dari masalah seperti diare atau sembelit, tapi juga tidak mudah terpapar kuman dan virus penyebab penyakit.

5. Batasi interaksi anak dengan orang lain

ibu melepas anak pergi sekolah
ingatkan anak untuk selalu jaga jarak di sekolah
Tak bisa dipungkiri jika kembali ke sekolah mungkin menjadi hal yang paling dinanti anak setelah setahun lebih belajar virtual. Di sekolah, mereka bisa kembali belajar dan bermain bersama teman-temannya.Namun, bantu anak mengerti bahwa virus corona mudah menular dari kontak jarak dekat. Penting untuk diingat bahwa semakin banyak orang yang berinteraksi dengan anak Anda, dan semakin lama interaksi tersebut, semakin tinggi risiko penyebaran COVID-19.Maka, berikan pengertian kepadanya agar selalu menjaga jarak dan menggunakan masker selama di sekolah.Terlebih meski mungkin interaksi di sekolah tidak bisa selalu Anda awasi, Anda harus membatasi interaksi anak Anda dengan anak-anak dan orang dewasa lainnya di luar sekolah untuk mengurangi risiko.

Catatan SehatQ

Pencegahan COVID-19 selama anak mengikuti sekolah tatap muka nanti tidak cukup hanya dengan mematuhi protokol kesehatan.Sebagai orangtua, Anda juga perlu memastikan kebutuhan gizi anak terpenuhi lewat makanan sehat dan suplemen probiotik untuk mendukung kesehatan pencernaannya.Saat sudah mulai masuk sekolah nanti, pantau anak Anda untuk gejala COVID-19. Jangan biarkan anak bersekolah jika tampak sakit, seperti demam dan sakit kepala, sakit tenggorokan, batuk-batuk, dan masalah pencernaan seperti diare, muntah, atau sakit perut.Gejala-gejala ini belum tentu pasti karena virus corona. Namun, tetap lebih baik untuk selalu waspada dan mengantisipasi berbagai kemungkinan.Untuk informasi lebih lanjut seputar pencegahan COVID-19 dan kesehatan anak, Anda bisa konsultasikan langsung lewat chat dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ.Download sekarang di Apple Store dan Google Play Store.
kesehatan anaknutrisi anaktips mendidik anakanak praremajaanak sekolahcoronavirusadv liprolac
CNN https://www.cnnindonesia.com/nasional/20210326105258-20-622360/idi-ungkap-angka-kematian-anak-covid-19-ri-tertinggi-di-aseanDiakses 21 April 2021 CDC https://www.cdc.gov/coronavirus/2019-ncov/prevent-getting-sick/prevention.html Diakses 21 April 2021 CDC https://www.cdc.gov/coronavirus/2019-ncov/daily-life-coping/children/symptoms.htmlDiakses 21 April 2021Detikcom https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5324902/satgas-ungkap-data-kematian-covid-19-pada-anak-ini-rinciannyaDiakses 21 April 2021 Dupage Medical Group https://www.dupagemedicalgroup.com/health-topic/5-ways-to-boost-your-immune-system-through-your-gut Diakses 21 April 2021 Harvard Medical School https://www.health.harvard.edu/blog/how-to-talk-to-children-about-the-coronavirus-2020030719111Diakses 21 April 2021 WHO https://www.who.int/news-room/q-a-detail/coronavirus-disease-covid-19-schoolsDiakses 21 April 2021 WHO http://www.emro.who.int/nutrition/news/nutrition-advice-for-adults-during-the-covid-19-outbreak.htmlDiakses 21 April 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait